Bulan Purnama
Fase Bulan Purnama akan terjadi pada 4 November 2017. Dalam satu malam penuh dapat diperkirakan langit akan terang benderang dan hanya sedikit bintang yang tampak. Bulan akan bersinar menerangi langit malam mulai selepas Matahari terbenam hingga Matahari terbit. Jarak antara Bumi dan Bulan saat itu sejauh 361.380 km..

Bulan Separuh Akhir
Fase Bulan separuh akhir akan terjadi pada 10 November 2017. Pada sore hari 10 November 2017 hingga waktu tengah malam, langit akan gelap dan terlihat banyak bintang karena kondisi langit terbebas dari cahaya Bulan. Bulan akan terbit sekitar tengah malam dan akan berada di atas kepala pengamat saat Matahari terbit..

Konjungsi Bulan Regulus
Pada pagi dini hari 12 November 2017, Bulan yang berada pada fase separuh akhir akan bersebelahan dengan bintang Regulus yang tampak terang berwarna putih disebelah sisi atas Bulan. Pada saat peristiwa ini terjadi Bulan dan Regulus akan berjarak sejauh 2,5 derajat. Peristiwa ini dapat anda saksikan di belahan langit timur mulai pukul 00:34 waktu lokal hingga Menjelang Matahari terbit.

Bulan akan tampak berdekatan dengan bintang Regulus di belahan langit timur. Kredit : Sidiq, Penjelajah Langit.

Hujan Meteor Northern Taurids
Hujan meteor Northern Taurids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 12 November 2017. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 2 meteor per jam. Hujan meteor Northern Taurids muncul dari rasi bintang Taurus. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Taurus akan terbit pada pukul 19.30 waktu lokal. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Northern Taurids adalah melihat ke arah Rasi Taurus mulai 12 November 2017 pukul 19.30 waktu lokal hingga waktu terbit Matahari. Fase Bulan : Sabit Akhir.

Konjungsi Bulan Mars
Pada pagi dini hari 15 November 2017, Bulan yang berada pada fase sabit akhir akan bersebelahan dengan planet Mars yang tampak seperti “bintang terang tak berkelip” berwarna merah disebelah sisi atas Bulan. Pada saat peristiwa konjungsi, Bulan dan planet Mars akan berjarak 3,5 derajat.Peristiwa ini dapat anda saksikan di belahan langit timur mulai pukul 03.00 waktu lokal hingga Matahari terbit..

Hujan Meteor Leonids
Hujan meteor Leonids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 17 November 2017. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 10 meteor per jam. Hujan meteor Leonids muncul dari rasi bintang Leo. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Leo akan terbit pada pukul 02.00 waktu lokal. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Leonids adalah melihat ke arah Rasi Leo mulai 17 November 2017 pukul 02.00 waktu lokal hingga waktu terbit Matahari. Fase Bulan : Bulan Baru.

Radian hujan meteor leonids. Sumber : Stellarium

Bulan Baru
Fase Bulan baru akan terjadi pada 18 November 2017 dengan konjungsi Bulan Matahari pada pukul 18.43 WIB. Diperkirakan pada sore 18 November 2017 saat Matahari terbenam hilal belum terbentuk..

Segitiga Bulan Merkurius Saturnus
Pada sore 20 November 2017 selepas Matahari terbenam, Bulan yang berada pada fase sabit awal akan membentuk formasi segitiga dengan planet Merkurius dan planet Saturnus yang tampak seperti “bintang terang tak berkelip” berwarna kuning muda disebelah sisi selatan dan atas Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan di belahan langit timur mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 19.00 waktu lokal..

Bulan Saturnus Merkurius Sejajar
Pada sore 21 November 2017 selepas Matahari terbenam, Bulan yang berada pada fase sabit awal akan sejajar dengan planet Saturnus dan Merkurius yang tampak seperti “bintang terang tak berkelip” berwarna kuning muda disebelah sisi bawah Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan di belahan langit timur mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 19.13 waktu lokal.

Hujan Meteor Alfa-Monocerotids
Hujan meteor Alfa-Monocerotids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 21 November 2017. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 5 meteor per jam. Hujan meteor Alfa-Monocerotids muncul dari rasi bintang Monoceros. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Monoceros akan terbit pada pukul 22.00 waktu lokal. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Alfa-Monocerotids adalah melihat ke arah Rasi Monoceros mulai 21 November 2017 pukul 22.00 waktu lokal hingga waktu terbit Matahari. Fase Bulan : Sabit Awal.

Bulan Separuh Awal
Fase Bulan separuh awal akan terjadi pada 26 November 2017. Selepas Matahari tenggelam Bulan akan tampak di langit dan letaknya ada diatas kepala pengamat. Bulan akan tenggelam sekitar tengah malam..

Konjungsi Saturnus Merkurius
Pada sore 28 November 2017 selepas Matahari terbenam, planet Saturnus akan bersebelahan dengan planet Merkurius yang tampak seperti “bintang terang tak berkelip” berwarna kuning muda. Pada saat konjungsi terjadi planet Saturnus dan Merkurius akan berjarak sejauh 3 derajat. Peristiwa ini dapat anda saksikan di belahan langit Barat mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 19.13 waktu lokal.

Hujan Meteor Daytime Sextantids
Hujan meteor Daytime Sextantids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 28 November 2017. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 3 meteor per jam. Hujan meteor Daytime Sextantids muncul dari rasi bintang Sextant. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Sextant akan terbit pada pukul 00.00 waktu lokal. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Daytime Sextantids adalah melihat ke arah Rasi Sextant mulai 28 November 2017 pukul 00.00 waktu lokal hingga waktu terbit Matahari. Fase Bulan : Cembung Awal.