William Herschel, Sang Astronom Berlatar Belakang Musisi

Friedrich Wilhelm Herschel atau biasa dikenal dengan nama Frederick William Herschel adalah seorang astronom kelahiran Hanover, Jerman pada tanggal 15 November 1738. Putra dari  Anna Ilse Moritzen and Issak Herschel ini memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan ilmu Astronomi dengan penemuan-penemuan hebatnya. Planet Uranus, salah satu penemuan yang melejitkan namanya dalam dunia astronomi.

Frederick William Herschel. Sumber : National Portrait Gallery, London. 1785
Frederick William Herschel. Sumber : National Portrait Gallery, London. 1785

Dikenal sebagai seorang astronom, siapa sangka Herschel justru mengawali karirnya di bidang musik. Di bawah bimbingan ayahnya yang juga seorang musisi, Herschel telah bergabung dalam sebuah band bersama ayahnya di usia muda. Dengan latar belakang keluarga yang merupakan seorang musisi, Herschel membulatkan tekad untuk meneruskan jejak karir ayahnya. Sejak pendudukan Hanover oleh Prancis, memasuki usianya yang ke 21 tepatnya pada tahun 1759, Herschel memutuskan untuk meningalkan tempat kelahirannya menuju Inggris demi mewujudkan keinginannya untuk berkarir menjadi musisi. Herschel menjadi seorang pengajar musik di Inggris, sebelum akhirnya menjadi pemain organ. Keseriusannya dalam dunia musik itu ternyata diikuti oleh adiknya Caroline Herschel yang juga pindah ke Inggris pada tahun 1772 untuk menjadi seorang penyanyi. Herschel dan Caroline kemudian tinggal bersama di New King Street, Bath. Kini tempat tinggal mereka diabadikan sebagai museum yang diberi nama William Herschel Museum. Tidak hanya Herschel dan Caroline, saudara-saudaranya Dietrich, Alexander, dan Jakob mengikuti jejak sebagai musisi dari Bath. Berkat keseriusan dan prestasinya, pada tahun 1780, Herschel diangkat menjadi direktur Bath orchestra. Bersama dengan Caroline, Herschel sering tampil sebagai pemain solo sopran.

Selain bermusik, Herschel juga tertarik di bidang matematika dan lensa. Hingga perkenalannya dengan dengan seorang astronom senior, Nevil Maskelyne, membuatnya tertarik mendalami astronomi. Berbekal kemampuannya di bidang matematika dan lensa, Herschel mulai membuat teleskop reflektor. Herschel kemudian mulai fokus pada penelitian mengenai bintang ganda. Dengan menggunakan teleskop buatan sendiri, pada tahun 1779 Herschel melakukan pengamatan di taman belakang rumahnya New King Street. Penelitian terus berlanjut sampai tahun 1792, di luar prediksinya, Herschel menemukan banyak bintang ganda yang kemudian dia susun menjadi katalog. Total terdapat tiga katalog yang berhasil dibuat, dan 2 diantaranya dipublikasikan dalam Royal Society di London tahun 1782 (269 sistem ganda) kemudian yang kedua tahun 1784 (434 sistem). Sedangkan katalog ketiga dipublikasikan pada tahun 1821 dengan temuan 145 sistem.



Di saat sibuk mengamati bintang-bintang ganda, melalui teleskopnya pula pada 13 Maret 1781 Herschel menemukan sebuah objek kecil yang bergerak lambat di langit malam. Herschel menduga objek itu adalah komet atau bintang. Setelah diteliti oleh seorang ilmuwan asal Rusia, Anders Lexell, objek tersebut memiliki orbit dan diperkirakan merupakan sebuah planet. Herschel pun sepakat dengan dugaan Anders setelah dirinya juga mengamati adanya orbit di luar Saturnus. Planet itulah yang kemudian kita kenal dengan Planet Uranus. Berkat temuannya tersebut, Herschel dianugerahi berbagai penghargaan. Pada tahun 1781, setelah dirinya berhasil menemukan Planet Uranus, Hershel mendapat Copley Medal atau Medali Copley. Setahun berikutnya, Herschel diangkat sebagai The King’s Astronomer. Selain penghargaan tersebut, huruf H (inisial Herschel) juga digunakan sebagai lambang astrologi dari Planet Uranus.

Selain menemukan Planet Uranus, pada tahun 1787 Herschel juga berhasil mengamati dua satelit Uranus yaitu Titania dan Oberon. Dua tahun setelahnya, dia kembali mempublikasikan temuan terbarunya yaitu satelit ke 8 dan ke 9 dari Planet Saturnus yaitu Enceladus dan Mimas.

Tidak berhenti sampai Planet Uranus, sejak tahun 1782 hingga 1802 Herschel memfokuskan pengamatan deep sky atau objek selain bintang. Masih dengan teleskop buatannya, Herschel menemukan 2400 objek yang dia namakan sebagai nebula. Temuannya tersebut disusun dalam 3 katalog: Catalogue of One Thousand New Nebulae and Clusters of Stars (1786), Catalogue of a Second Thousand New Nebulae and Clusters of Stars (1789) dan sebelumnya dikutip Catalogue of 500 New Nebulae … (1802). Herschel juga mengklasifikasikan nebula dalam dalam 8 kelas, yaitu (I) bright nebulae, (II) faint nebulae, (III) very faint nebulae, (IV) planetary nebulae, (V) very large nebulae, (VI) very compressed and rich clusters of stars, (VII) compressed clusters of small and large [faint and bright] stars, dan (VIII) coarsely scattered clusters of stars. Prestasinya terserbut kemudian diikuti oleh saudara-saudaranya yang juga berhasil membuat katalog.

Penemuan selanjutnya adalah radiasi inframerah matahari. Tepatnya pada tanggal 11 Februari 1800, Herschel menemukan adanya radiasi inframerah dari matahari. Penelitiannya dilakukan dengan melewatkan cahaya matahari pada sebuah prisma dan menaruh thermometer tepat di luar spektrum merah. Dia terkejut ketika melihat suhu pada spektrum itu lebih tinggi dari ruangan sekitar. Herschel menyimpulkan bahwa ada cahaya yang tak terlihat pada cahaya matahari.

Selain mengamati langit, aktivitas sehari-hari Herschel adalah membuat teleskop. Lebih dari 400 teleskop dengan berbagai model sudah dibuatnya. Teleskop yang terbesar merupakan teleskop reflektor dengan diameter 49,5 inci dan panjangnya mencapai 12 meter. Kerena buruknya pemantulan cermin saat itu, Herschel menghilangkan cermin diagonal kecil yang menrupakan standar reflektor Newtonian dan diganti dengan desainnya dengan memiringkan cermin utama sehingga menghasilkan bayangan yang bisa dilihat secara langsung. Desainnya ini kemudian dia beri nama teleskop Herschelian.

Berkat kontribusinya yang begitu besar dalam perkembangan ilmu Astronomi, nama Herschel kemudian dijadikan sebuah nama observatorium yang dibangun oleh European Space Agency yaitu Herscel Space Observatory yang mulai beroperasi pada tahun 2009. Di dalamnya terdapat teleskop infra merah terbesar yang pernah ada. Melalui observatorium ini, kita dapat melihat objek luar angkasa yang paling dingin dan paling berdebu.

Semasa hidupnya, Herschel menikah dengan Mary dan memiliki seorang anak bernama John. Berbeda dengan Herschel, adik perempuannya, Caroline yang menjadi partnernya dalam bekerja justru tidak menikah. John, anak satu-satunya Herschel juga menjadi astronom yang terkenal mengikuti jejak ayahnya. Herschel meninggal pada tanggal 25 Agustus 1882 di usianya yang ke 84. Herschel sangat berjasa dalam perkembangan ilmu pengetahuan khususnya Astronomi yang dipelajari hingga kini.

Referensi :

– Space.com
– Britannica.com
– wikipedia.org

Leave a Reply