Video Meteor Meledak di Langit Argentina

Pagi 21 April 2013 pukul 03.30 dini hari waktu argentina, pertunjukkan musik di Santiago del Estero dihebohkan dengan tampaknya cahaya terang yang muncul secara tiba-tiba dari atas langit. Salah satu saksi mata yang saat itu sedang menikmati dan merekam pertunjukan musik berhasil mengabadikan sosok cahaya terang misterius itu. Media lokal juga mengatakan bahwa cahaya misterius itu dapat dilihat hingga ratusan mil jauhnya dan ribuan orang di media sosial turut berspekulasi tentang datangnya cahaya misterius itu. Mungkinkah itu meteor? Jika iya itu adalah meteor, akankah peristiwa chelyabinsk terulang kembali?

Dilansir dari huffingtonpost, Direktur Observatorium Santa Fe, Jorge Coghlan mengatakan bahwa cahaya terang yang datang dari langit itu taklain adalah fireball. Dalam astronomi, fireball merupakan meteor dengan tingkatan cahaya yang sangat terang bahkan terangnya dapat melebihi kecemerlangan planet venus. Jorge Coghlan juga menambahkan bahwa fireball tersebut disebabkan oleh batu luar angkasa(Baca : meteoroid) yang berukuran sekitar 40 hingga 45 cm atau sekitar 1,5 kaki. Saat meteoroid memasuki atmosfer bumi, meteoroid mulai terbakar dan menimbulkan cahaya amat sangat terang yang kemudian disebut sebagai Fireball. Cepat nya laju fireball saat ia memasuki atmosfer bumi diperkiraan mencapai kecepatan hingga 130.000 kilometer per jam. Belum sampai menyentuh permukaan bumi pada ketinggian 65 kilometer fireball mulai terpecah hingga kemudian hancur berkeping-keping di atas langit Santiago del Estero. Dengan diketahui ukuran dari meteoroid yang menyebabkan fireball terjadi, maka fireball yang meledak di atas langit Santiago del Estero, Argentina jauh lebih kecil dibandingkan meteor yang jatuh di chelyabinsk Russia 14 februari 2013 lalu.



Kilatan cahaya dari fireball yang meledak habis di atas langit Santiago. Sumber : Kamera Amatir Santiago, 2013
Kilatan cahaya dari fireball yang meledak habis di atas langit Santiago. Sumber : Kamera Amatir Santiago, 2013

Paska setelah meteor meledak dan sebelum matahari terbit di pagi itu, masyarakat Santiago del Estero kembali dihebohkan dengan adanya lingkaran mirip cincin di sekitar bulan atau yang disebut sebagai Halo Bulan. Masyarakat mengira bahwa tampaknya halo berkaitan erat dengan meledaknya meteor dilangit namun kembali Jorge Coghlan mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungannya antara meteor yang meledak di langit Santiago del Estero dengan Halo. Halo bulan maupun halo matahari tercipta tak lain karena adanya kristal-kristal es di lapisan atmosfer bukan karena sisa-sisa ledakan meteor.

Sumber : huffingtonpost.com

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply