“UFO” melintas di langit

UFO! UFO! UFO! Begitu lah heboh nya orang saat melihat cahaya yang sangat terang bergerak pelan-pelan diantara bintang-bintang. Itu bukan lah UFO melainkan satelit. Satelit sebagai benda luar angkasa buatan manusia merupakan salah satu benda di luar angkasa yang bagi sebagian orang awam disalah identifikasikan sebagai ufo baik saat melintas di langit malam maupun siang hari. Saat saya kecil dulu, melihat bintang yang berjalan pelan-pelan justru tidak tahu kalo itu satelit ataupun UFO. Yang saya tahu memang ada bintang yang bisa berjalan. Lantas seorang kawan berkata kepada saya bahwa itu adalah satelit. Kini setelah sedikit tahu tentang astronomi saya pun mencoba mencari kebenaran dari kata teman saya tentang benar tidak nya benda itu adalah satelit. Alhasil memang benar itu adalah satelit maupun Stasiun Luar Angkasa Zarya yang sedang melintas.

Sebutlah namanya Bill Reyna dari Sussex New Jersey, 30 September 2012 mungkin telah menjadi hari yang sangat spesial baginya. Dengan sengaja ia mencoba mentracking atau melacak posisi stasiun luar angkasa internasional yang akan melintas di depan bulan. Menggunakan kamera yang sudah tersambung dengan teleskop fokus 1250mm yang dimiliki nya, perlahan-lahan permukaan bulan yang tampak bulat penuh itu tiba-tiba muncul sebuah benda langit mirip kupu-kupu kecil dan memiliki sayap dikanan kiri nya yang tak lain itu adalah ISS Zarya atau International Space Station Zarya yang Reyna cari. ISS Zarya merupakan salah satu stasiun luar angkasa yang mengorbit di atas bumi pada ketinggian 403 kilo meter dari permukaan air laut. Jika beruntung, Saat langit cerah dan bertepatan dengan melintas nya ISS Zarya diatas langit indonesia tak jarang dengan mata tanpa alat bantu optik(Mata telanjang), kita dapat menyaksikan flare atau pancaran cahaya matahari yang terpantul oleh panel surya yang dipasang pada tubuh stasiun luar angkasa Zarya yang mana saat kita melihat nya hanya tampak sebagai sebuah bintang yang berjalan.

ISS Zarya melintas didepan bulan. Credit : Bill Reyna
Tampilan Zoom ISS Zarya saat melintas didepan bulan. Credit : Bill Reyna



ISS Zarya saat difoto menggunakan kamera dengan long exposure 43 detik akan tampak seperti garis di langit malam. Credit : Lyle Anderson

Tak jarang pula ISS melintas di siang hari. Sebuah kejadian sempat terekam dimana saat itu Pesawat luar angkasa atlantis sedang mendekat ke ISS dan tampak dari bumi kedua objek itu sedang transit didepan bulatan cakram matahari.

ISS & pesawat luar angkasa Atlantis transit di depan matahari. Credit : Thierry Legault
Zoom ISS & Atlantis. Credit : Thierry Legault

Melacak posisi orbit ISS zarya maupun satelit lainnya dapat anda lakukan dengan menggunakan aplikasi baik berbasis website, dekstop maupun android. Sehari yang lalu Kafe Astronomi.com menambahkan sebuah fasilitas ISS Realtime Tracking yang diadopsi dari sebuah website pelacak/tracking satelit yaitu satflare.com . ISS Realtime Tracking memiliki tampilan yang sangat sederhana, dimana pengguna secara realtime akan diperlihatkan posisi dan orbit dari stasiun luar angkasa saat itu juga. Jika saat itu bertepatan dengan orbit ISS yang sedang melintas di atas langit kepulauan Indonesia maka dapat dimungkinkan jika cuaca cerah Flare ISS akan dapat anda lihat dengan mata tanpa alat bantu optik(mata telanjang). ISS Realtime Tracking dapat anda akses pada link http://kafeastronomi.com/isstracking Jika anda ingin memantau semua orbit satelit-satelit yang ada di luar angkasa, saya menyarankan untuk membuka situs resmi dari satflare.com

ISS Realtime Tracking. http://kafeastronomi.com/isstracking

Proses bagaimana ISS dan Satelit dapat terlihat

Skema proses terlihat nya ISS maupun Satelit oleh mata orang di bumi

Sulit diterima memang saat sebuah benda yang hanya berukuran panjang 72,8 meter x 108,5 meter atau lebih kecil lagi seperti satelit dapat dilihat dari bumi pada ketinggian 403 Km. Namun kenyataan berkata lain dan ini dapat dijelaskan secara sederhana mengingat ISS dan satelit memiliki panel surya yang di pasang dikanan kiri badan benda langit yang mengorbit bumi itu. Cahaya matahari yang memancar dari matahari secara langsung diterima oleh panel surya yang berada di sisi kanan kiri ISS. Panel surya ini berfungsi sebagai tenaga pengisi kelistrikan dari ISS. Karena material penyusun panel surya juga dapat memantulkan cahaya matahari, maka terang nya sinar matahari tak jarang terpantul kembali ke bumi sehingga menimbulkan sebuah flare/pantulan cahaya yang tampak terang dan dapat dilihat oleh mata manusia. Analogi paling sederhana adalah anda berdiri bersama teman anda berjarak 100 meter kemudian kawan anda menyalakan lampu senter kearah tubuh anda. Saat itu juga, dengan menggunakan cermin berukuran 5 cm anda mengarahkan cermin itu ke arah sumber cahaya. Saat cermin itu tepat mengarah ke mata kawan anda maka kawan anda akan melihat sebuah cahaya yang cukup terang meskipun hanyalah pantulan dari cahaya lampu senter yang dipantulkan oleh cermin berukuruan 5 cm pada jarak 100 meter.

Smg tidak salah identifikasi dan salam Astronomi Indonesia 😀

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply