Teleskop Refraktor

Pada postingan sebelum nya kita telah membahas jenis-jenis teleskop secara umum. Nah secara berseri kita akan bahas satu persatu jenis-jenis teleskop secara mendetail. Oleh karena itu untuk yang pertama, bahasan kali ini kita akan mengupas tuntas seputar Teleskop Refraktor saja. Mulai dari bentuk, desain teleskop hingga lensa nya. Penasaran? Kita langsung bahas bersama aja yuk. 🙂

Teleskop Refraktor merupakan jenis teleskop yang pertama kalinya diciptakan kemudian barulah muncul jenis-jenis teleskop lainnya seperti Reflektor dan Katadioptri. Teleskop Refraktor muncul sekitar tahun 1608 di Belanda oleh tiga orang yaitu Hans Lippershey, Zacharias Janssen dan Jacob Metius. Barulah disusul jenis dan desain teleskop lainnya.



Teleskop refraktor adalah teleskop yang menggabungkan dua buah lensa yaitu lensa objektif(plano-konveks) dan lensa mata (plano-konkav atau plano-konveks). Prinsip dari semua teleskop refraktor pada umum nya sama yaitu dengan menggunakan kombinasi dua buah lensa objektif. Lensa utama berfungsi sebagai pengumpul bayangan dan cahaya kemudian diteruskan ke lensa mata (eyepiece) untuk ditampilkan ke mata sebagai bayangan dari sebuah benda. Tujuan dari teleskop refraktor adalah membiaskan atau membelokkan cahaya. Refraksi ini menyebabkan sinar cahaya paralel berkumpul pada titik fokus. Teleskop akan mengkonversi seikat sinar sejajar dengan membuat sudut alpha. Dengan sumbu optik untuk sebuah kumpulan sinar paralel kedua dengan sudut beta. Rasio beta berbanding alpha disebut sudut pembesaran. Ini sama dengan perbandingan antara ukuran gambar retina diperoleh dengan dan tanpa teleskop.

Salah satu contoh Teleskop Refraktor. Credit: Skywatcher
Teleskop Refraktor terdiri atas 2 Lensa yaitu Lensa Ojektif dan Lensa Mata

hasil dari pencitraan teleskop refraktor tergantung dengan desain dari teleskop refraktor itu sendiri. Ada yang menghasilkan bayangan tegak seperti posisi benda pada aslinya dan adapula yang menghasilkan bayangan terbalik dari posisi benda yang dilihat. Hal ini merupakan salah satu akibat dari konfigurasi lensa obyektif dan lensa mata/eyepiece atau desain teleskop yang ada. Namun jangan salah, Desain-desain ini diciptakan dengan tujuan nya masing-masing. Keplerian dan Galilean merupakan kedua desain teleskop yang sering digunakan hingga saat ini.

Galilean menggunakan lensa objektif konvergen (plano-konveks atau bi-konveks) dan lensa mata/Eyepieye divergen (plano-konkaf atau bi-konkaf). Sebagai hasil nya, desain gallilean akan menghasilkan pencitraan bayangan benda tegak seperti aslinya namun sedikit kabur dan tampilan bayangan yang lebar. Hal ini dikarenakan pada lensa mata desain gallilean menggunakan lensa mata plano-konkav dengan hasil bayangan akan menyebar dan sudut bayangan yang tampak pada mata akan lebar.

Desain refraktor Galilean yang menggunakan Eyepiece plano-konkaf atau bi-konkaf

Berbeda dengan keplerian, keplerian merupakan penyempurnaan dari desain galilean. Penyempurnaan desain ini terjadi pada penggunaan lensa mata yang sama seperti lensa objektif yaitu lensa konvergen(konveks/cekung) sehingga sinar yang dihasilkan dari eyepiece adalah konvergen atau memusat. Desain keplerian akan menghasilkan pencitraan gambar yang terbalik dengan gambar aslinya dan sudut bayangan yang terbentuk pada mata akan tampak sempit. Hasil sudut bayangan yang sempit ini diakibatkan oleh lensa mata yang menggunakan lensa plano-konveks yang mempunyai sifat sama seperti lensa utama/lensa objektif yaitu mengumpulkan cahaya.

Desain refraktor Keplerian yang menggunakan Eyepiece seperti Lensa objektif

Sejauh perkembangan nya Teleskop refraktor mengalami pengembangan-pengembangan pada bagiannya. Salah satu nya yaitu pada lensa. Jauhnya benda yang teramati akan sangat berpengaruh dengan gelombang warna yang diterima oleh teleskop. Dari situlah diciptakan lensa-lensa yang dapat menghasilkan gelombang warna yang dapat menangkap gelombang warna yang sama dengan gelombang warna yang diamati.

Lensa Akromatik merupakan lensa yang dapat membawa dua panjang gelombang warna yaitu warna merah dan warna biru. Lensa akromatik membutuhkan panjang fokus yang sangat panjang sehingga lensa objektif jenis akromatik dibuat dengan menggunakan 2 buah bagian kaca dengan dispersi “Crown” dan “Flint glass” untuk membatasi efek dari cromatik dan abrasi spherical. Lensa Akromatik Refraktor (Achromatic refracting lens).

Lensa Apokromatik Refraktor (Apochromatic refractors) adalah lensa yang diciptakan dengan menggunakan material yang mempunyai dispersi ekstra lemah atau extra-low dispersion (ED). Lensa Apokromatik Refraktor dirancang untuk membawa tiga panjang gelombang (Merah, hijau dan biru). Hasil pencitraan yang dihasilkan adalah gambar yang sangat tajam dan detail seolah-olah bebas dari cacat kromatik. Beberapa Perusahaan Teleskop menggunakan Kata “ED” sebagai penanda versi yang dikeluarkan adalah Versi Teleskop Refraktor dengan Lensa Apocromatic.

Video Penemuan Teleskop

Referensi
en.wikipedia.org

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

11 thoughts on “Teleskop Refraktor

Leave a Reply