Sistem Koordinat Equatorial

Seorang nahkoda kapal pastilah tahu kemana arah kapal nya akan berlayar. Ketika ia akan berlayar melewati samudra yang sangat luas, kemungkinan kapal tersesat atau salah arah sangat mungkin terjadi oleh karenanya kapal yang dikemudikan oleh si nahkoda harus mempunyai rute berlayar. Salah satu metode yang digunakan untuk memandu arah kapal adalah dengan memanfaatkan sistem koordinat geografis yaitu posisi bujur dan lintang. Dengan memanfaatkan Sistem Koordinat geografis kapal akan dipandu menuju arah tujuan kapal akan berlabuh.

Di langit malam kita akan menemukan ribuan bintang-bintang dilangit. Betapa bingung nya manakala kita akan menunjuk sebuah bintang tapi tidak tahu letak koordinat nya. Masalah ini dapat kita analogikan dengan cerita nahkoda diatas. Bila di planet bumi kita mempunyai “koordinat lokasi” yaitu sistem koordinat geografis maka di langit juga mempunyai koordinat yaitu Sistem koordinat langit atau yang lebih populer disebut dengan sistem koordinat equatorial. Sistem koordinat ini memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda dengan koordinat geografis pada bumi.



Pada koordinat ekuatorial terdapat pula ekuator langit, kutub langit, dan belahan utara serta selatan. Ekuator langit merupakan perpanjangan dari ekuator bumi, hingga menyentuh bola langit. Sedangkan kutub-kutub langit juga sejajar dengan kutub-kutub yang dimiliki oleh bumi.

Jika dalam koordinat geografis, nilai garis lintang diperoleh dari sumbu ekuator, sedangkan garis bujur mulai dihitung dari titik Greenwich, London, begitu pula dengan koordinat ekuatorial. Garis lintang dan garis bujur pada koordinat ekuatorial adalah deklinasi dan aksensiorekta.
Deklinasi memiliki prinsip yang identik dengan garis lintang. Nilai dari deklinasi diperoleh dengan menghitung besarnya sudut yang berpangkal pada ekuator langit. Bermula dari ekuator, nilai deklinasi berkisar antara 0 derajat hingga 90 derajat pada kutub-kutub langit. Jika benda langit berada di belahan utara, maka ia akan bernilai positif, dan sebaliknya jika berada pada belahan selatan maka akan bernilai negatif. Untuk penulisannya, walaupun bernilai positif, tanda (+) tetap disertakan. Misalnya benda langit yang berada pada kutub utara langit, maka deklinasinya adalah +90 derajat begitu pula dengan benda yang berada pada kutub selatan langit akan bernilai -90 derajat.

Courtsey: visual ilmu dan pengetahuan populer: memahami alam semesta

Aksensiorekta yang identik dengan garis bujur juga memiliki prinsip penghitungan yang tidak jauh berbeda. Jika nilai pada garis bujur berpangkal pada titik di Greenwich London, maka nilai aksensiorekta berpangkal dari titik aries atau Vernal Equinox. Titik vernal equinox merupakan perpotongan antara ekuator langit dengan ekliptika, sehingga pada saat itu di khatulistiwa, matahari benar-benar tebit dari timur dan tenggelam tepat di barat. Berpangkal pada titik vernal equinox tersebut, nilai aksensiorekta dihitung berlawanan dengan arah jam (ke arah timur), dengan satuan jam atau derajat. Aksensiorekta bernilai 0 derajat hingga 360 derajat atau 0-24jam dengan tiap jam mewakili 15 derajat.

Referensi :

– visual ilmu dan pengetahuan populer: memahami alam semesta
– id.wikipedia.org
– en.wikipedia.org

Leave a Reply