SAC – Cangkruk sambil Ngamat

Marhaban Ya Ramadhan kawan-kawan !!! Alhamdulillah kita semua telah menginjak bulan puasa, yaitu bulan yang penuh berkah. Dengan keberkahan bulan tersebut kita di suguhi oleh Allah SWT berbagai keindahan salah satunya Hujan Meteor Southern Delta Aquarids yang Insya Allah akan beraktifitas mulai 18 Juli hingga 18 Agustus 2012 dan mencapai puncak 29 Juli 2012 yang lalu.

Southern Delta Aquarids (SDA) adalah meteor shower yang dapat diamati mulai pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus dan mencapai puncaknya pada 29 Juli. Asal muasal shower ini masih misterius namun diduga berasal dari reruntuhan komet 96P/Machholz- 2. Radiant atau pusat shower berada di Rasi Aquarius yang baru terbit di langit timur pukul 21.00 WIB. Saat puncaknya shower ini dapat menghasilkan sampai 20 meteor tiap jam dengan kecepatan mencapai 41 km/detk. Pemandangan langit belum lengkap rasanya jika melihat hujan meteor tapi tidak melihat galaksi”rumah kita” yaitu Bimasakti. Bila langit cukup cerah dan tidak berawan dan bulan telah terbenam kita akan dapat melihat fenomena alam yaitu galaksi bimasakti. Hmm nampak nya seru yach? apalagi kebetulan kita sedang dalam posisi sahur.



Cak Mat (Cangkruk sambil Ngamat) adalah tema yang diusung SAC untuk mengadakan pengamatan hujan meteor SDA tahun 2012 ini. Dan kenpark lagi-lagi dipilih sebagai tempat pengamatan mengingat di sanalah spot yang dirasa paling memungkinkan diadakannya pengamatan hujan meteor, sebab polusi cahayanya yang masih relatif rendah dibandingkan daerah surabaya kota.

Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, waktu yang disepakati sebelumnya oleh para punggawa Laskar Teropong untuk berkumpul di Kenpark. Dengan membawa Galileoskop, tripod, kamera dan beberapa alat pendukung pengamatan yang lain, para anggota SAC pun telah standby di tempat pengamatan. Satu per satu anggota pun berdatangan. Berbeda dengan pengamatan-pengamatan SAC sebelumnya, kali ini antusiasme member SAC sangat besar, hingga yang join saat pengamatan mencapai 26 orang, itu angka yang sangat signifikan bagi kami mengingat kami adalah klub astronomi yang masih dalam tahap berkembang.

Pengamatan ini kami rasa penting karena mengingat geliat dunia astronomi amatir di Indonesia sudah mulai menunjukkan eksistensi yang luar biasa, jadi kami pun dari pihak SAC tidak mau kalah dalam berkarya dan berupaya mengembangkan astronomi di Indonesia. Selain itu, momen hujan meteor SDA kali ini adalah momen yang sangat berharga bagi perkembangan SAC untuk unjuk gigi dan merekrut para punggawa-punggawa baru yang berminat dalam bidang astronomi, dan beruntungnya, itu pun berbanding lurus dengan member yang bersedia bergabung dengan kami, mereka juga menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap event kali ini, dan menunggu untuk ikut dalam event astronomi selanjutnya. Kami pun tak melewatkan momen ini untuk saling mengenal satu sama lain, saling berfoto ria dan sharing tentang astronomi tentunya.

Cak Mat kali ini kami beruntung melihat 15 meteor yang melintas di langit Kenpark. Nilai 15 itu kami rasa adalah nilai yang cukup besar mengingat Kota Surabaya adalah Kota Metropolitan terbesar kedua di Indonesia yang tentu berdampak pada peningkatan polusi cahaya di Kota Pahlawan ini. Tak cukup hanya mengamati meteor, kami pun menutup serangkaian acara Cak Mat dengan Sabar (Sahur Bareng). Minggu pagi 29 Juli 2012 menjelang pukul 03.00 WIB, para member SAC pun satu per satu berpamitan untuk meninggalkan spot pengamatan. Seiring bertambah tingginya posisi venus, jupiter, dan aldebaran dari Horizon. SAC pun mengakhiri pengamatannya malam itu dengan motivasi yang tinggi bahwa dunia astronomi di surabaya akan bisa berkembang lebih jauh dari ini dan pelan namun pasti akan menunjukkan eksistensinya di kancah astronomi Indonesia.
Salam Laskar Teropong !!!

 

Muchammad Thoyib As

Koordinator Anggota Surabaya Astronomi Club

2 thoughts on “SAC – Cangkruk sambil Ngamat

Leave a Reply