Review Film From Earth to the Universe


Langit malam sungguh indah. Berkelap kelip cahaya bintang menyapa mata bagi yang memandang. Di masa lalu saat matahari kembali tenggelam di ufuk barat, langit malam selalu menjadi subyek utama mata manusia. Keindahannya yang memukau serta menyimpan banyak misteri membuat manusia berfikir tentang asal muasal dan seluk beluk tentang apa yang di lihatnya. Berbagai pemikiran tentang langit muncul. Mitos-mitos yunani mulai tergambar saat langit mulai dipetakan dan imajinasi pikiran manusia mulai menuntun untuk membuat formasi rasi bintang berdasar mitos pada peta langit. Berbekal teleskop ciptaannya, Galileo mulai mengungkap sisi lain alam semesta yang selama ini dipertanyakan oleh banyak orang. Galileo melihat bahwa Bulan ternyata berkawah, jupiter memiliki satelit alam dan Venus memiliki fase seperti Bulan. Rasa penasaran akan misteri langit memicu perkembangan teleskop hingga diciptakan observatorium-observatorium besar untuk mengamati benda-benda langit. Beragam jenis teleskop digunakan di berbagai observatorium hingga keinginan manusia membuat teleskop luar angkasa yang mampu melihat sisi lain alam semesta kini telah mengorbit sejauh 553 km diatas permukaan laut.

Inilah sebuah kisah perjalanan manusia memahami alam semesta. Sebuah film berjudul “From Earth to the Universe” merupakan film full version yang dirilis oleh European Southern Observatory untuk digunakan pada proyektor-proyektor planetarium digital. Film ini di disutradarai oleh Theofanis N. Matsopoulos dengan soundtrack ciptaan komposer Norwegia Johan B. Monell. Kualitas video resolusi tinggi hingga mencapai 4K serta foto dan video yang realistis membuat video durasi 31 menit 46 detik ini menjadi tampak nyata saat diputar pada planetarium digital.

elec_poster_0050

Berkenaan dengan film tersebut, pada jumat siang 10 Juli 2015, Klub astronomi Penjelajah Langit beserta Taman Pintar Yogyakarta berkesempatan memutar film “From Earth to the Universe” dengan menggunakan proyektor digital Planetarium Yogyakarta. Nuansa langit malam serta luasnya alam semesta benar-benar sangat terasa saat bentangan galaksi Bimasakti secara detail menjulang dari selatan hingga utara. Tak hanya itu saja, sejarah tentang eksplorasi luar angkasa yang berdampak pada pengamatan langit melalui teleskop luar angkasa Hubble turut di kisahkan pada film ini. Foto hubble deep field, nebula elang dalam versi 3 Dimensi serta beragam animasi gugus bintang dan tabrakan galaksi benar-benar membuat film ini mampu memukau bagi mata yang memandang. Anda tertarik untuk menyaksikan film ini? Bagi anda yang ingin menyaksikan film ini anda dapat mendownload film ini secara free pada alamat http://www.eso.org/public/videos/eso-fettu/

Leave a Reply