Rasi Bintang Penunjuk Arah Selatan

Sebelum kompas ditemukan, bintang merupakan benda langit yang digunakan oleh para navigator kapal untuk menentukan arah mata angin saat melaut di kegelapan malam. Di belahan bumi utara seperti di eropa dan amerika, para pelaut menggunakan bintang polaris sebagai penunjuk arah utara mata angin. Di belahan bumi selatan seperti di Indonesia, pelaut menggunakan rasi bintang Gubug Penceng untuk menentukan arah selatan mata angin.

Rasi bintang Gubug Penceng memiliki nama internasional bernama Crux. Rasi bintang Crux merupakan rasi bintang yang memiliki wilayah langit paling sempit dari 88 rasi bintang yang ada. Formasi dari bintang-bintang di rasi bintang Crux mirip seperti belah ketupat atau layang-layang dengan empat bintang terang yang terdapat di kanan, kiri, atas dan bawah. Di bumi belahan utara rasi bintang ini juga dikenal sebagai Southern Cross atau Salib Selatan.

Rasi bintang Crux memiliki empat bintang terang menyerupai bentuk belah ketupat atau layang-layang. Kredit : Eko Hadi G, 2016.
Rasi bintang Crux memiliki empat bintang terang menyerupai bentuk belah ketupat atau layang-layang. Kredit : Eko Hadi G, 2016.

Lantas bagaimana cara menemukan arah selatan dengan menggunakan rasi bintang Crux? Untuk menemukannya tentunya kita harus menemukan rasi bintang Crux terlebih dahulu(Lihat Tabel Terbit terbenam rasi bintang crux di sini). Rasi bintang Crux berada di belahan langit selatan dan memiliki formasi bintang menyerupai layang-layang. Setelah rasi bintang Crux kita temukan maka selanjutnya kita tarik garis lurus kearah horizon dari bintang Gacrux melintasi bintang Acrux. Garis lurus menuju arah horizon ini akan menunjukkan kepada kita arah selatan mata angin.

Arah selatan mata angin dapat kita tentukan menggukan rasi bintang Crux yakni dengan menarik garis lurus dari bintang Gacrux ke arah horizon melintasi bintang Acrux. Kredit : Penjelajah Langit, 2016
Arah selatan mata angin dapat kita tentukan menggukan rasi bintang Crux yakni dengan menarik garis lurus dari bintang Gacrux ke arah horizon melintasi bintang Acrux. Kredit : Penjelajah Langit, 2016

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply