Purnama Jupiter di Yogyakarta

29 Oktober 2011 merupakan hari purnama nya jupiter. Peristiwa ini oleh kalangan astronom disebut sebagai oposisi jupiter dimana posisi matahari, bumi dan jupiter sejajar pada garis lurus. Oposisi jupiter disebabkan oleh perputaran bumi yang mengelilingi matahari lebih cepat dibandingkan dengan revolusi planet jupiter sehingga posisi bumi yang lebih cepat mengelilingi matahari sering berada dalam satu garis lurus dengan jupiter.

Di Yogyakarta Jogja Astro Club sebagai klub astronomi pusat jogja mengadakan acara pengamatan jupiter di markas nya yang bertempat di daerah Condong Catur Depok Sleman. Acara yang diadakan cukup meriah. Acara ini mengambil tema Observasi Oposisi jupiter. Meski tema nya observasi namun kegiatan yang ada tidak hanya observasi saja melainkan juga ada nonton film dan tanya jawab. Acara dimulai dengan nonton film bersama. Film astronomi yang diputar bertemakan tentang sejarah penemuan teleskop hingga penjelajahan galaksi cukup mengobati para anggota dan masyarakat ketika awan dan mendung yang menyelimuti langit kota yogyakarta. Dalam acara ini penonton boleh bebas bertanya sesuai apa yang dia tanyakan. Mulai pertanyaan awam hingga bab kosmologi. Beberapa anggota yang kesusahan dalam menjawab pertanyaan yang ada akan dibantu oleh senior mereka sehingga ke akraban antar anggota pun semakin erat.



Usai acara nonton film bersama ternyata jupiter mulai menampakkan dirinya diatas kepala kami. Antusias Penonton untuk melihat planet jupiter beserta 4 satelit terbesarnya semakin menggebu-gebu. 3 teleskop yang berbeda tipe pun di keluarkan. Mulai dari refraktor, reflektor hingga katadioptri. Hal ini diperuntukkan bagi teman-teman yang ingin membandingkan seperti apakah hasil citra/bayangan yang dihasilkan oleh masing-masing teleskop. Jupiter yang ditemani oleh ke empat satelit galilean nya tampak pada teleskop katadioptri 8″. Satu persatu para penikmat observasi ini menyaksikan jupiter dengan 2 sabuk diekuator nya sambil terheran-heran. Tidak ketinggalan dokumentasi alias jeprat-jepret aktifitas pun dimulai. satu persatu penonton yang sedang melihat dengan teleskop difoto. Salah satu dari anggota bilang, “Lumayan bisa buat profil facebook He3x…” Tak terasa Malam ternyata semakin larut dan observasi oposisi jupiter pun diakhiri. Dengan masuk nya 3 teleskop dan instrumen nya ke kandang JAC observasi oposisi jupiter pun alhamdulillah berjalan lancar dan memberikan kenangan indah bagi para penikmat langit malam.

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply