Peta Perlintasan Phobos-Grunt di Atas Indonesia

Seperti diketahui, wahana antariksa Phobos-Grunt milik Rusia dan Cina seberat 13,2 ton yang bermasalah bakal jatuh kembali ke permukaan Bumi dalam waktu kapan saja di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012 dengan perkiraan waktu kejatuhan terbaik tanggal 14 atau 15 Januari 2012. Dan Indonesia menjadi salah satu negara yang beresiko terkena hantaman puing-puing Phobos-Grunt.

Guna mempermudah mengidentifikasi potensi resiko tersebut, berikut disajikan peta perlintasan Phobos-Grunt di atas Indonesia pada 9 hingga 20 Januari 2012. Peta disusun berdasarkan prediksi Heaven’sAbove dengan profil orbit 6 Januari 2012 dimana Phobos-Grunt beredar pada orbit 170 x 220 km. Mengingat orbit Phobos-Grunt terus menurun, maka perlintasan faktual Phobos-Grunt di atas Indonesia akan sedikit berbeda dengan prediksi. Namun perbedaan itu sejatinya kecil, baik dalam skala waktu maupun lokasi perlintasan.

Peta perlintasan untuk Indonesia bagian barat. Merah = perlintasan saat fajar. Biru = perlintasan saat sore.

Phobos-Grunt mengobit Bumi sekali tiap 88,6 menit sehingga dalam 24 jam telah mengelilingi Bumi sebanyak 16,21 kali. Rotasi Bumi menyebabkan setiap perlintasan Phobos-Grunt tidak berlangsung di titik yang sama dengan perlintasan sebelumnya, melainkan bergeser ke barat sejauh 2.460 km di sekitar khatulistiwa. Dengan panjang kepulauan Indonesia dari barat ke timur mencapai lebih dari 5.000 km, maka Phobos-Grunt bakal melintas secara berurutan sebanyak 2 kali. Dan secara akumulatif dalam satu hari Phobos-Grunt dapat melintas hingga 4 kali, masing-masing  kali di waktu fajar dan 2 kali di waktu sore.

Peta perlintasan untuk Indonesia bagian timur. Merah = perlintasan saat fajar. Biru = perlintasan saat sore.

Pada 9 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara, melewati Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan NTT, termasuk kota Kupang. Sementara sorenya giliran pulau Flores, Buru dan Halmahera yang dilewati Phobos-Grunt, yang melintas dari barat daya menuju timur laut. Berselang 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut. Namun dengan pergeseran lintasan sejauh 2.460 km, kali ini Phobos-Grunt lewat di atas Sumatra Selatan, termasuk di atas kota Palembang, hingga kepulauan Natuna.

Pada 10 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan masih melewati Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan NTT namun bergeser sedikit ke timur dibanding lintasan sehari sebelumnya. Sorenya pun demikian, dengan pulau Alor dan Buru dilewati Phobos-Grunt, yang melintas dari barat daya menuju timur laut dan sedikit bergeser ke timur dibanding lintasan sehari sebelumnya. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut. Kali ini Phobos-Grunt tetap lewat di atas Sumatra Selatan hingga kepulauan Natuna, dengan tambahan pulau Bangka menjadi bagian lintasannya.



Pada 11 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga melewati Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah (termasuk kota Palu), Sulawesi Tenggara dan NTT. Sorenya Phobos-Grunt melintasi pulau Timor, Seram  dan kepulauan Raja Ampat. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut. Kali ini Phobos-Grunt lewat di atas Lampung hingga Kalimantan Barat.

Pada 12 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga melewati Kalimantan Timur (termasuk kota Tarakan), Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara (termasuk kota Kendari). Sorenya Phobos-Grunt tetap melintasi pulau Timor, Seram dan kepulauan Raja Ampat. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut dan tetap lewat di atas Lampung (termasuk kota Bandar Lampung) hingga Kalimantan Barat.

Pada 13 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur dan masih melewati Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. 88 menit kemudian Phobos-Grunt melintas di atas kepulauan Mentawai. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga melintasi kepala burung pulau Irian. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas selat Sunda, pulau Belitong hingga Kalimantan Barat.

Pada 14 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga lewat di atas Gorontalo (termasuk kota Gorontalo). 88 menit kemudian Phobos-Grunt melintasi pesisir barat pulau Sumatra (termasuk kota Banda Aceh). Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya namun masih melintasi kepala burung pulau Irian (termasuk kota Manokwari). Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas Jawa Barat dan DKI Jakarta hingga Kalimantan Barat.

Pada 15 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga lewat di atas Sulawesi Utara dan pulau Buru. 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas, kali ini menyusuri kota Medan, danau Toba dan pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatra. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga melintasi bagian tengah pulau Irian dan pulau Biak. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas Jawa Barat (termasuk kota Cirebon) dan Kalimantan Tengah.

Pada 16 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga lewat di atas Sulawesi Utara dan pulau Seram (termasuk kota Ambon). 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas, kali ini menyusuri kota Pekanbaru, kota Jambi dan DKI Jakarta. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya namun tetap melintasi bagian tengah pulau Irian. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas Jawa tengah (termasuk kota Cilacap), Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Pada 17 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga lewat di atas pulau halmahera dan pulau Seram bagian timur. 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas, kali ini menyusuri pulau Bangka, Jawa Tengah dan DIY. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga mulai melintasi pegunungan Jayawijaya di pulau Irian. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas Jawa Timur (termasuk kota Surabaya), Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (termasuk kota Samarinda dan Balikpapan).

Pada 18 Januari fajar, Phobos-Grunt melintas dari barat laut menuju tenggara dan telah bergeser lagi kian ke timur sehingga lewat di atas kepala burung pulau Irian dan kepulauan Aru. 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas, kali ini hanya melewati Jawa Timur (termasuk kota Surabaya). Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga mulai kawasan berawa di pulau Irian bagian selatan. Dalam 88 menit kemudian Phobos-Grunt kembali melintas dari barat daya menuju timur laut di atas Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Pada 19 Januari bagian timur Indonesia praktis sudah tidak dilewati Phobos-Grunt, baik di saat fajar maupun sore. Sementara di bagian barat Indonesia, Phobos-Grunt melintas di kala fajar menyusuri Kalimantan Tengah dan Jawa Timur. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga melintasi Bali, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Seperti halnya sehari sebelumnya, pada 20 Januari bagian timur Indonesia praktis sudah tidak dilewati Phobos-Grunt, baik di saat fajar maupun sore. Sementara di bagian barat Indonesia, Phobos-Grunt melintas di kala fajar menyusuri Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan NTT. Sorenya Phobos-Grunt kian bergeser ke timur dari lintasan sehari sebelumnya sehingga melintasi NTB dan Sulawesi Utara.

Titik-titik di sepanjang perlintasan inilah, khususnya untuk 14 dan 15 Januari 2012, yang harus mewaspadai kemungkinan jatuhnya Phobos-Grunt.

Ma'rufin Sudibyo

Orang biasa saja yang suka menatap bintang dan sedang mencoba menjadi komunikator. Saat ini sebagai ketua tim ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen, Jawa Tengah. Aktif pula dalam Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak Rukyatul Hilal Indonesia (LP2IF RHI), Ikatan Cendekiawan Falak Indonesia (ICFI), Jogja Astro Club dan International Crescent Observations Project(ICOP). Juga sebagai pembimbing dan pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKF) Kebumen, keduanya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Leave a Reply