Permukaan Bulan

Bulan sebagai benda langit terang kedua dilangit setelah Matahari merupakan satu-satunya satelit alam yang dimiliki oleh Bumi kita. Diperkirakan tercipta 4,5 Miliar tahun yang lalu, Bulan tercipta akibat tabrakan hebat antara protoplanet seukuran planet Mars menabrak hebat planet Bumi kita. Hasil tabrakan tersebut menyebabkan protoplanet dan mantel Bumi yang terkelupas disekitar orbit Bumi perlahan menyatu dan membentuk benda langit baru yaitu Bulan yang saat ini dapat kita lihat dilangit malam. Bila kita melihat kembali permukaan Bulan maka akan tampak wilayah gelap dan terang disekitar permukaannya. Wilayah gelap ini membentuk sebuah pola dimana saat orang melihatnya akan memberikan imajinasi bentuk objek tersendiri seperti kelinci, lengan kepiting dan masih banyak lagi. Namun dibalik itu semua berbagai pertanyaan muncul berkaitan adanya wilayah gelap dan terang dipermukaan Bulan tersebut. Sejatinya apa itu wilayah gelap terang tersebut? Bagaimana proses terjadinya? Dan bagaimana dengan permukaan sisi lain Bulan yang tak tampak dari Bumi kita, apakah juga terdapat wilayah gelap terang? Dan jenis batuan apa yang menyusun keduanya?

Dengan menggunakan teleskop maupun binokuler, wilayah gelap dan terang dipermukaan Bulan yang menghadap ke Bumi dengan mudahnya detail permukaan Bulan dapat kita lihat. Sejatinya wilayah gelap dipermukaan Bulan tak lain adalah Mare atau lautan (Jamak : maria) sedang wilayah terang adalah Dataran Tinggi Bulan atau Terrae dan dikeduanya juga terdapat wilayah-wilayah cekungan kecil atau yang disebut sebagai kawah (Crater). Terciptanya Mare dan kawah Bulan tak lepas dari hasil bombardir asteroid yang menyebabkan permukaan Bulan sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu menjadi permukaan Bulan yang kita lihat saat ini. Permukaan Bulan 4,5 miliar tahun yang lalu cenderung tidak berkawah dan hampir rata. Namun akibat tabrakan besar sekitar 4,3 miliar tahun yang lalu oleh asteroid berukuran raksasa menyebabkan mantel Bulan terkelupas keluar menciptakan cekungan besar(Basin) dipermukaan Bulan. Cekungan besar yang tercipta pertama kalinya adalah Kutub selatan Aitken atau South Pole-Aitken dengan diameter 2.240 km. Tak lama kemudian dalam kurun waktu 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu, bombardir oleh asteroid raksasa kembali menghujani permukaan Bulan dan menciptakan cekungan-cekungan besar lainnya seperti basin Imbrium, basin Serenitatis dan basin Crisium. Pembentukan cekungan-cekungan besar oleh asteroid yang berlangsung ratusan juta tahun ini menyebabkan lava diatas cekungan tersebut perlahan mulai mendingin dalam kurun waktu 3,8 hingga 1 miliar tahun yang lalu dan menciptakan lautan(Mare) dengan permukaan landai dan jenis batuan penyusunnya adalah basalt. Evolusi permukaan Bulan tak sampai disitu saja, pembentukan kawah-kawah Bulan oleh asteroid berukuran kecil berlangsung selama 1 miliar tahun hingga saat ini. Dalam pembentukan kawah Bulan tak hanya Mare saja yang mendapat hujan asteroid, Terrae atau wilayah terang dengan jenis batuan anartosit juga mendapat hujan asteroid.
Video Evolusi Bulan

Permukaan Bulan yang terdiri atas wilayah gelap dan terang tak hanya memiliki perbedaan pada jenis batuan penyusunnya saja namun keduanya juga memiliki perbedaan yang sangat signifikan terutama pada ketinggian permukaan keduanya dari rata-rata permukaan Bulan. Ketinggian permukaan wilayah gelap (Mare) jauh lebih rendah daripada dengan wilayah terang (Terrae). Terrae memiliki ketinggian 4 hingga 5 km sedang Mare hanya mencapai ketinggian sekitar 2 hingga 3 km dari rata-rata ketinggian permukaan Bulan.



Sebagai akibat dari rotasi sinkron dengan Bumi, wajah Bulan hanya tampak satu sisi disetiap waktu sedang sisi yang lainnya tak pernah terlihat oleh para pengamat dimuka Bumi. Para astronom menamakan sisi lain yang tak pernah terlihat dari Bumi itu dengan sebutan “Far Side” atau Sisi Jauh dan sisi yang tampak dari Bumi disebut dengan “Near Side” atau sisi dekat. Permukaan “Far Side” atau sisi jauh hampir sebagian besar di hiasi oleh dataran tinggi/terrae dengan kawah-kawah berukuran kecil hingga besar dan hanya sedikit jumlah Mare yang dapat kita temukan di permukaan ini. Sehingga jika kita melihat peta permukaan Bulan secara keseluruhan maka hampir sebagian sisi yang menghadap ke Bumi saja yang dipenuhi dengan mare sedang sisi jauh yang tak pernah tampak oleh pengamat dari permukaan Bumi dipenuhi oleh kawah.

Foto permukaan bulan "Far Side" yang tak pernah telihat dari Bumi diambil pada misi Apollo 16 pada April 1972. Sumber :NASA
Foto permukaan bulan “Far Side” yang tak pernah telihat dari Bumi diambil pada misi Apollo 16 pada April 1972. Sumber :NASA

Pada sisi permukaan Bulan yang selalu menghadap ke Bumi “Near Side” terdapat 6 mare dimana mare tersebut adalah Mare Tranquilitatis, Mare Imbrium, Mare Serenitatis, Mare Nubium dan Mare Nectaris. Bagi sejarah penjelajahan antariksa dunia, Mare Tranquilitatis merupakan mare pertama yang pernah manusia kunjungi yaitu pada program antariksa Apollo 11 dengan astronot Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins ditahun 1969. Selain itu terdapat juga Mare terbesar di permukaan Bulan yaitu Mare imbrium dimana mare ini memiliki diameter sekitar 700 mil atau 1100 km.

Peta global permukaan Bulan oleh Gregory H. Revera
Peta global permukaan Bulan oleh Gregory H. Revera

Jika kita melihat kembali permukaan Bulan khususnya dibagian mare pada foto Bulan dibawah, akan tampak adanya gari-garis yang bersumber dari pusat kawah. Garis-garis ini berasal dari hamburan material yang terlempar keatas saat asteroid maupun meteorit menumbuk permukaan Bulan dengan cepatnya. Dengan adanya garis-garis ini para astronom mampu memprediksikan seberapa tua umur kawah Bulan. Jika garis-garis yang terlihat banyak dan jelas maka kawah tersebut masih berumuran relatif muda. Salah satu contoh kawah Bulan yang berumur masih muda adalah kawah Tycho dimana kawah ini diperkirakan telah berumur 108 juta tahun.

Foto kawah tycho oleh Thierry Legault
Foto kawah tycho oleh Thierry Legault

Disamping tujuan program apollo yang berlangsung dari tahun 1961 hingga tahun 1975 guna mendaratkan manusia diBulan hingga kembali ke Bumi dengan selamat, program Apollo juga memberikan manfaat lain bagi para ilmuwan untuk semakin mengungkap umur Bulan melalui beberapa sampel batuan Bulan yang dibawa ke Bumi. Dari hasil pengambilan sampel batuan yang ada dibeberapa wilayah di Bulan diketahui bahwa pada penelitian pertama, sampel batuan dari Mare Imbrium dan Oceanus Procellarum yang dibawa oleh Program antariksa Apollo 11 dan Apollo 12 mengungkapkan umur batuan penyusun Bulan berumur sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu. Dua tahun kemudian program antariksa Apollo 14 berhasil kembali membawa contoh batuan dari Imbrium Basin. Dari contoh batuan Imbrium Basin terungkap bahwa batuan Bulan berumur 3,9 miliar tahun. Berlanjut dengan kembalinya Apollo 16 ke dataran tinggi Bulan dengan hasil yang kembali berbeda yaitu umur batuan Bulan sekitar 4 miliar tahun. Penelitian terakhir akhirnya dilakukan oleh program antariksa Apollo 17 dengan hasil bahwa batuan Bulan telah tercipta sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Dari hasil penelitian akan sampel batuan Bulan yang dibawa Apollo 17 kini dunia telah menetapkan bahwa Bulan tercipta pada 4,5 miliar tahun yang lalu berdasarkan sampel batuan tertua.

Video Buzz Aldrin membawa mengambil sampel

Referensi :
http://csep10.phys.utk.edu/astr161/lect/moon/moon_surface.html
Menjelajahi Tata Surya Oleh A. Gunawan Admiranto
How stuf works – moon

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply