Peristiwa Astronomi Bulan Oktober 2015

Planet

Merkurius
MerkuriusSelama bulan oktober, planet Merkurius akan tampak rendah di belahan langit timur sebelum Matahari terbit. Pada tanggal 16 oktober 2015 planet Merkurius akan mencapai elongasi tinggi selama bulan oktober.

Venus
VenusSelama bulan Oktober 2015, Planet Venus akan terbit di pagi hari sebelum Matahari terbit. Planet Venus akan tampak seperti bintang terang dengan warna kuning menyala tidak berkelip dan berada di belahan langit timur. Diawal bulan Venus akan terbit pada pukul 02.38WIB dan di akhir bulan akan terbit pada pukul 02.33 WIB. Planet venus akan mencapai sudut elongasi tinggi pada tanggal 25 oktober 2015

Mars
MarsDi sepanjang bulan Oktober planet Mars akan terbit sebelum Matahari terbit. Di awal bulan planet Mars akan terbit sekitar pukul 03.14 WIB dan di akhir bulan pada pukul 02.48 WIB. Planet Mars akan tampak seperti bintang berwarna orange dan tinggi di ufuk timur.

Jupiter
YupiterPada awal bulan, planet Jupiter akan terbit pada pukul 03.26 WIB dan pada akhir bulan Oktober pada pukul 02.37 WIB. Selama bulan Oktober planet Jupiter akan berada rendah di belahan langit timur.

Saturnus
SaturnusPlanet Saturnus akan terbit di belahan langit barat sejak Matahari terbenam. Di awal bulan planet Saturnus akan terbenam pada pukul 20.37 WIB dan diakhir bulan Oktober akan terbenam pada pukul 19.45 WIB. Di sepanjang bulan Oktober, planet Saturnus akan selalu tampak didepan rasi bintang Scorpius dan berada tinggi di belahan langit barat.

Formasi Planet

Konjungsi Bulan-Venus
9 oktober 2015 pukul 03.00 WIB hingga menjelang Matahari terbit, planet Venus akan mencapai jarak terdekatnya dengan Bulan di langit. Peristiwa ini disebut juga konjungsi Bulan-Venus. Untuk mengamati peristiwa tersebut, bangunlah di pagi hari 9 oktober 2015 dan amati di sekeliling Bulan akan tampak bintang terang yang tak berkelip yang tak lain adalah planet Venus.

Simulasi Venus dan Bulan dari kota Yogyakarta. Kredit : Stellarium
Simulasi Venus dan Bulan dari kota Yogyakarta. Kredit : Stellarium

Konjungsi Jupiter dan Mars
Pada 18 oktober 2015, planet Mars dan Jupiter akan mencapai jarak terdekat di langit sejauh 0 derajat 22 menit. Peristiwa konjungsi Mars Jupiter dapat anda saksikan mulai pukul 03.00 WIB di belahan langit timur.

Simulasi konjungsi Jupiter dan Mars. Kredit : Stellarium
Simulasi konjungsi Jupiter dan Mars. Kredit : Stellarium

Konjungsi Venus dan Jupiter
Setelah pada 18 oktober planet Jupiter berkonjungsi dengan planet Mars, maka 8 hari kemudian pada tanggal 26 oktober 2015 planet Jupiter akan berkonjungsi kembali dengan planet Venus. Peristiwa konjungsi Venus dan Jupiter dapat anda amati mulai pukul 02.33 WIB. Pada bulan juli yang lalu planet Jupiter telah berkonjungsi dengan planet Venus sehingga peristiwa konjungsi Venus Jupiter di bulan Oktober merupakan konjungsi yang kedua bagi kedua planet tersebut.

Konjungsi Venus dan Jupiter pada 1 Juli 2015. Kredit : Penjelajah Langit, Taman Pintar Yogyakarta
Konjungsi Venus dan Jupiter pada 1 Juli 2015. Kredit : Penjelajah Langit, Taman Pintar Yogyakarta

Fase Bulan

Bulan Kuarter Akhir
Fase Bulan Kuarter Akhir di bulan Oktober akan terjadi pada tanggal 05 Oktober 2015.

Bulan Baru
Fase Bulan baru di bulan Oktober akan terjadi pada tanggal 13 Oktober 2015.

Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan Kuarter Awal di bulan Oktober akan terjadi pada tanggal 21 Oktober 2015.

Bulan Purnama
Fase Bulan Purnama atau Full Moon di bulan Oktober akan terjadi pada tanggal 27 Oktober 2015.

Galaksi

Galaksi Bimasakti
Pada bulan Oktober 2015, Galaksi Bimasakti akan terbit semenjak Matahari terbenam WIB di belahan langit barat. Di awal bulan Oktober, galaksi Bimasakti akan terbenam pada pukul 23.00 WIB sedang di akhir bulan pukul 22.30. Galaksi Bimasakti akan tampak seperti kabut tipis berwarna putih menjulang dari selatan ke utara.

Galaksi Andromeda
Disepanjang bulan Oktober, galaksi Andromeda akan tampak tinggi di belahan langit utara dan terbit semenjak Matahari terbenam. Pada awal bulan, galaksi Andromeda akan terbenam pada pukul 04.41 WIB dan pada akhir bulan pada pukul 04.00 WIB. Galaksi Andromeda terletak di rasi bintang Andromeda dan dapat anda saksikan menggunakan binokuler dan teleskop.

Galaksi Awan Magellan Kecil
Galaksi Awan Magellan Kecil atau Small Magellanic Clound(SMC) disepanjang bulan Oktober akan tampak di belahan langit selatan semenjak matahari terbenam. Awan Magellan Kecil di awal bulan Oktober akan terbenam pada pukul 05.30 WIB dan pada akhir bulan Oktober akan terbenam pukul 04.30 WIB. Awan Magellan Kecil tampak seperti kabut tipis yang berjalan bersama bintang-bintang.

Galaksi Awan Magellan Besar
Galaksi Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud(LMC) disepanjang bulan Oktober akan tampak dibelahan langit selatan hingga Matahari terbit. Awan Magellan Besar di awal bulan Oktober akan terbit di belahan langit selatan mulai pukul 20.00 WIB sedang diakhir bulan Oktober akan terbit pukul 19.00 WIB.

Rasi Bintang

Rasi Bintang Scorpius
Rasi Bintang Scorpius pada bulan Oktober akan terbit semenjak Matahari terbenam. Bersamaan dengan terbitnya rasi bintang Scorpius, pada saat itu planet Saturnus tampak berada di depan rasi bintang Scorpius. Di awal bulan Oktober rasi bintang Scorpius akan terbenam pada pukul 21.39 WIB dan di akhir bulan akan terbenam pada pukul 20.40 WIB.

Rasi Bintang Orion
Rasi Bintang Orion atau masyarakat Jawa mengenalnya sebagai Lintang Luku atau Lintang Waluku pada awal bulan Oktober 2015 akan terbit pada 10.00 WIB dan di akhir bulan pada pukul 21.00 WIB. Rasi bintang orion terletak di belahan langit timur. Lintang Waluku bagi masyarakat jawa digunakan sebagai penanda awal dan akhir musim bercocok tanam. Selama bulan Oktober Rasi bintang orion akan terbenam ketika Matahari terbit.

Segitiga Musim Panas (Asterisme)
Selama bulan Oktober, segitiga musim panas atau Summer triangle yang dibentuk dari formasi bintang Altair – Deneb – Vega akan tampak di awal bulan semenjak Matahari terbenam. Segitiga Musim Panas akan terbenam di awal bulan pada pukul 22.42 WIB dan di akhir bulan Oktober pada pukul 21.59 WIB. Segitiga Musim Panas merupakan asterism(rasi bintang yang tidak terdaftar dalam 88 rasi bintang) yang dibuat oleh orang-orang di belahan Bumi utara seperti benua Eropa dan Amerika untuk menandai datangnya musim Panas. Orang-orang di belahan Bumi utara meyakini jika Segitiga musim panas atau Summer triangle telah tampak di langit malam maka musim panas sebentar lagi akan dimulai.

Segitiga Musim Dingin
Di pagi bulan Oktober akan tampak formasi segitiga bintang Betelgeuse – Sirius – Procyon. Ketiga bintang tersebut oleh orang-orang di belahan Bumi utara digunakan sebagai penanda datangnya musim dingin sehingga formasi ketiga bintang tersebut disebut sebagai Segitiga Musim Dingin. Segitiga Musim dingin diawal bulan Oktober akan terbit di belahan langit timur pada pukul 00.00 WIB dan di akhir Oktober akan terbit pukul 23.24 WIB

Gugus Bintang

Gugus bintang Pleiades
Gugus bintang Pleiades atau yang ramah dengan sebutan “The Seven Sister” merupakan gugus bintang terang yang terletak di rasi bintang Taurus. Selama bulan Oktober, gugus bintang Pleiades akan tampak di belahan langit timur. Di awal bulan Pleiades akan terbit pada pukul 20.45 WIB dan pada akhir bulan akan terbit pada pukul 20.00 WIB

Hujan Meteor

Hujan Meteor Orionids
Peristiwa hujan meteor Orionids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 21 Oktober 2015. Hujan meteor Orionids tergolong kedalam hujan meteor mayor dimana intensitas meteor yang tampak dilangit cukup banyak. Intensitas hujan meteor Orionids mencapai sebanyak 15 meteor/jam. Hujan meteor Orionids memiliki radiant rasi bintang Orion yang terbit di langit timur pada pukul 21.30 WIB. Melihat kondisi Bulan yang sedang berada pada fase Bulan cembung(Waxing Gibbous) maka dalam separuh malam dapat diprediksikan langit akan cukup terang dan meteor-meteor redup dari hujan meteor Orionids dapat teramati dengan baik. Jika anda akan melakukan pengamatan hujan meteor Orionids, lakukan pengamatan pada pukul 21.00 WIB tanggal 20 oktober hingga pagi tanggal 21 oktober 2015.

Radian hujan meteor Orionids yakni Rasi orion yang terbit di belahan langit timur. Kredit : Eko Hadi G, Penjelajah Langit
Rasi orion terbit di belahan langit timur. Kredit : Eko Hadi G, Penjelajah Langit

Leave a Reply