Peristiwa Astronomi Bulan Juli 2016

Planet

Merkurius
Merkurius
Planet pertama yang terkenal hampir tidak memiliki atmosfer ini pada bulan Juli 2016 akan dapat kita saksikan bersama selepas Matahari tenggelam. Merkurius akan memiliki penampakan seperti bintang terang namun tidak berkelip. Merkurius akan nampak di belahan langit barat mulai tanggal 10 Juli 2016.

Venus
Venus
Planet Venus merupakan planet paling terang dari lima planet yang dapat kita saksikan di langit malam. Kemunculan venus di bulan Juli akan mulai setelah Matahari terbenam dan akan terus berlangsung hingga akhir bulan. Planet Venus tampak seperti bintang terang namun tidak berkelip dan terang cahayanya melebihi terang cahaya bintang-bintang disekitarnya.

Mars
Mars
Planet yang memiliki penampakan seperti bintang merah di langit malam ini, pada bulan Juli akan terbit setelah Matahari terbenam. Di awal bulan planet Mars akan terbenam pada pukul 02.00 WIB sedang di akhir bulan pada pukul 01.00 WIB . Planet Mars merupakan planet keempat terdekat di tata surya dan planet terdekat dengan Bumi kita. Di langit malam planet mars akan tampak seperti bintang tidak berkelip dan berwarna merah

Jupiter
Yupiter
Planet Jupiter pada bulan Juli akan terbit setelah Matahari terbenam. Penampakannya di langit malam akan menyerupai bintang namun tidak berkelip dan berwarna jingga. Selama bulan Juli Planet jupiter dapat kita saksikan hingga pukul 21.50 untuk awal bulan dan pukul 20.51 di akhir bulan.

Saturnus
Saturnus
Di langit malam posisi planet Saturnus berada di sebelah utara rasi bintang scorpius. Planet Saturnus tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna jingga. Pada awal bulan planet Saturnus akan terbenam pada pukul 03.33 WIB dan pada akhir bulan pada pukul 02.11 WIB

Formasi Planet

Konjungsi Bulan Jupiter
Konjungsi Bulan Jupiter akan terjadi pada tanggal 9 Juli 2016 mulai setelah Matahari terbenam hingga pukul 21.50 WIB. Pada saat konjungsi Bulan Jupiter terjadi posisi keduanya berada di belahan langit barat dengan jarak antara Bulan dan Jupiter hanya sejauh kurang dari setengah derajat. Peristiwa konjungsi Bulan Jupiter dapat kita amati dengan menggunakan mata telanjang, binokuler maupun teleskop.

Fase Bulan

Bulan Baru
Fase Bulan baru pada bulan Juli akan terjadi pada tanggal 4 Juli 2016. Saat Bulan baru terjadi seluruh langit malam akan gelap total dan inilah waktu yang paling baik untuk mengamati benda-benda langit karena tidak adanya polusi cahaya oleh cahaya Bulan.

Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan kuarter Awal di bulan April akan terjadi pada tanggal 12 Juli 2016. Pada tanggal tersebut Bulan akan terbit semenjak Matahari terbenam dan Bulan terbenam pada pukul 00.06 WIB

Bulan Purnama
Fase Bulan Purnama pada bulan April akan terjadi pada tanggal 20 Juli 2016.

Bulan Kuarter Akhir
Fase Bulan kuarter akhir pada bulan April akan terjadi pada tanggal 27 Juli 2016. Pada saat Bulan mencapai fase kuarter akhir, Bulan akan terbit di belahan langit timur pada pukul 00.19 WIB.

Galaksi

Galaksi Bimasakti
Pada bulan Juli 2016, Galaksi Bimasakti akan terbit semenjak Matahari terbenam WIB di belahan langit timur. Di awal bulan Juli, galaksi Bimasakti akan terbenam pada pukul 04.30 WIB sedang di akhir bulan pukul 04.00. Galaksi Bimasakti akan tampak seperti kabut tipis berwarna putih menjulang dari selatan ke utara.

Galaksi Andromeda
Disepanjang bulan Juli, galaksi Andromeda akan tampak cukup tinggi di belahan langit timur laut. Pada awal bulan, galaksi Andromeda akan terbit pada pukul 23.38 WIB dan pada akhir bulan pada pukul 22.51 WIB. Galaksi Andromeda terletak di rasi bintang Andromeda dan dapat anda saksikan menggunakan binokuler dan teleskop

Galaksi Awan Magellan Kecil
Galaksi Awan Magellan Kecil atau Small Magellanic Clound(SMC) disepanjang bulan Juli akan tampak di belahan langit selatan hingga Matahari terbit. Awan Magellan Kecil di awal bulan Juli akan terbit mulai pukul 23.00 WIB dan pada akhir bulan Juli akan terbit pukul 22.30 WIB. Awan Magellan Kecil tampak seperti kabut tipis yang berjalan bersama bintang-bintang.

Galaksi Awan Magellan Besar
Galaksi Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud(SMC) disepanjang bulan Juli akan tampak dibelahan langit selatan hingga Matahari terbit. Awan Magellan Besar di awal bulan Juli akan terbit di belahan langit selatan mulai pukul 03.30 WIB sedang diakhir bulan Juli akan terbit pukul 03.00 WIB.

Rasi Bintang

Rasi Bintang Gubug Penceng atau Crux
Rasi Bintang Gubug Penceng atau rasi bintang crux selama bulan Juli akan terbit sejak Matahari terbenam di langit barat. Di awal bulan Juli rasi crux akan terbenam pada pukul 23.45 WIB dan di akhir bulan Juli rasi bintang crux akan terbenam pada pukul 23.00 WIB.

Rasi Bintang Scorpius
Rasi Bintang Scorpius pada bulan Juli akan terbit semenjak Matahari terbenam. Bersamaan dengan terbitnya rasi bintang Scorpius, pada saat itu planet Saturnus tampak berada di depan rasi bintang Scorpius. Di awal bulan Juli rasi bintang Scorpius akan terbenam pada pukul 04.20 WIB dan di akhir bulan akan terbenam pada pukul 03.40 WIB.

Rasi Bintang Ursa Mayor
Rasi Bintang Ursa Mayor atau masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai rasi bintang Biduk pada awal bulan Juli 2016 akan terbit sejak Matahari terbenam. Rasi bintang Ursa Mayor berbentuk seperti sendok terbalik dan berada di belahan langit utara. Di awal bulan Juli Rasi bintang Ursa Mayor akan terbenam pada pukul 23.00 WIB dan pada akhir bulan Juli rasi bintang Ursa Mayor akan terbenam pada pukul 22.00 WIB.

Segitiga Musim Panas (Asterism)
Selama bulan Juli, segitiga musim panas atau Summer triangle yang dibentuk dari formasi bintang Altair – Deneb – Vega akan tampak di awal bulan pada pukul 20.00 WIB dan di akhir bulan Juli pada pukul 19.20 WIB. Segitiga Musim Panas merupakan asterism(rasi bintang yang tidak terdaftar dalam 88 rasi bintang) yang dibuat oleh orang-orang di belahan Bumi utara seperti benua Eropa dan Amerika untuk menandai datangnya musim Panas. Orang-orang di belahan Bumi utara meyakini jika Segitiga musim panas atau Summer triangle telah tampak di langit malam maka musim panas sebentar lagi akan dimulai.

Hujan Meteor

Hujan Meteor Sourthern Delta Aquariids
Peristiwa hujan meteor Sourthern Delta Aquariids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 29 Juli 2016. Hujan meteor Sourthern Delta Aquariids memiliki radiant rasi bintang Aquarius yang terbit di langit timur laut pada pukul 20.30 WIB. Melihat kondisi Bulan yang sedang berada pada fase menjelang sabit tua maka dalam separuh malam dapat diprediksikan langit akan cukup gelap dan meteor-meteor redup dari hujan meteor Sourthern Delta Aquariids dapat teramati dengan baik.

Aphelion Bumi
Dalam perjalanannya mengelilingi Matahari, tepat pada tanggal 4 Juli 2016 pukul 23:24 WIB Bumi akan mencapai jarak terjauh dengan Matahari yakni sejauh 147.100.176 km. Peristiwa Bumi mencapai jarak terjauh dengan Matahari disebut dengan Aphelion. Dampak dari adanya peristiwa Aphelion adalah cakram Matahari di langit akan tampak lebih kecil bila dibandingkan dengan cakram Matahari di bulan-bulan lainnya. Selain dampak tersebut, tidak ada dampak lain selain dari peristiwa aphelion.

Leave a Reply