Peristiwa Astronomi Bulan Januari 2016

Planet

Planet Mekurius
MerkuriusKemunculan planet Merkurius di bulan Januari 2016 dapat anda saksikan di sore hari dan pagi hari. Di awal bulan Januari planet Merkurius akan tampak di belahan langit barat setelah Matahari terbenam hingga tanggal 13 Januari 2016 dan mulai tanggal 16 Januari 2016 hingga akhir bulan planet Merkurius akan tampak di belahan langit timur sebelum Matahari terbit. Planet Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari sehingga kemunculan Merkurius di langit sore/pagi tidak akan cukup lama untuk diamati dan tidak akan memiliki ketinggian yang cukup tinggi di atas horizon. Penampakan planet Merkurius di langit pagi/senja akan tampak seperti bintang redup di ufuk barat/timur.

Planet Venus
VenusPlanet terpanas di tata surya sekaligus planet paling terang di langit malam ini kemunculannya di langit pagi dapat anda saksikan mulai awal bulan hingga akhir bulan Januari. Planet Venus memiliki penampakan di belahan langit timur saat pagi hari seperti bintang terang berwarna kuning namun tidak berkelip. Planet venus akan tampak di langit pagi sampai Matahari terbit.

Planet Mars
MarsWarnanya yang merah seperti bintang Antares, planet Mars merupakan planet paling terang ke empat di langit malam. Kemunculan planet Mars di langit pagi dini hari dapat anda amati selama bulan Januari. Di awal bulan Januari mars akan terbit pukul 00.30 WIB dan diakhir bulan pada pukul 23.50 WIB. Planet Mars akan tampak seperti bintang merah tidak berkelip di rasi bintang Libra.

Planet Jupiter
YupiterPlanet Raksasa terbesar di tata surya ini merupakan planet yang memiliki satelit alam yang paling mudah untuk diamati. Di awal bulan Januari 2016 planet Jupiter akan terbit pada pukul 22.20 WIB hingga Matahari terbit dan di akhir bulan Januari 2016 planet jupiter akan terbit pada pukul 21.00 WIB. Jika anda memiliki teleskop, anda dapat mengarahkan teleskop anda untuk mengamati planet jupiter beserta ke empat satelit alamnya. Jika di lihat dengan menggunakan mata telanjang anda akan melihat planet jupiter tampak seperti bintang terang berwarna kuning ke coklatan dan tidak berkelip di langit pagi.

Planet Saturnus
SaturnusBanyak orang terpesona pada pandangan pertama saat melihat si raksasa bercincin ini. Planet Saturnus merupakan planet gas kedua di tata surya yang dapat kita amati di langit malam. Di awal bulan Januari 2016 anda dapat menyaksikan saturnus terbit pada pukul 03.00 WIB hingga Matahari terbit dan di akhir bulan Januari 2016 saturnus akan terbit pada pukul 02.01 WIB. Di langit malam planet saturnus tampak seperti bintang terang berwarna kekuning-kuningan tidak berkelip dan berada di belahan langit timur.

Formasi Planet

Konjungsi Bulan Mars
Konjungsi Bulan dengan planet Mars akan terjadi pada tanggal 4 Januari 2016 mulai pukul 00.40 WIB. Ketika peristiwa konjungsi Bulan dan planet Mars terjadi, Bulan yang telah mencapai fase sabit tua akan berada di belahan langit timur berdekatan dengan sebuah bintang berwarna merah kecoklatan yang tak lain adalah planet Mars.

Konjungsi Rangkap Tiga Bulan Venus Saturnus
Konjungsi rangkap tiga atau peristiwa ketika tiga benda langit terlihat secara bersama-sama dalam satu waktu akan terjadi pada awal bulan Januari 2016. Tiga benda langit yang membentuk konjungsi rangkap tiga tersebut adalah Bulan – Venus dan Saturnus. Peristiwa konjungsi rangkap tiga ini dapat anda amati pada tanggal 7 Januari 2016 pukul 03.00 WIB. Saat peristiwa konjungsi rangkap tiga terjadi, di belahan langit timur akan terlihat Bulan berada pada fase sabit tua berdampingan dengan dua bintang terang yang tak lain adalah Venus dan Saturnus. Momen indah ini dapat anda amati dengan menggunakan mata telanjang dan dapat anda abadikan dengan menggunakan kamera anda 🙂

Konjungsi Rangkap Tiga Bulan Venus Saturnus. Kredit : Stellarium
Konjungsi Rangkap Tiga Bulan Venus Saturnus. Kredit : Stellarium

Konjungsi Venus Saturnus
Catat tanggal dan waktunya yaitu 9 Januari 2016 pukul 03.00 WIB di belahan langit timur akan tampak “bintang terang” tak berkelip berwarna kuning dan kuning kecoklatan akan berhimpit sejauh tak lebih dari 1 derajat. Ya “Bintang terang” yang dimaksud adalah planet Venus dan Saturnus. Planet Venus dan Saturnus pada 9 Januari 2016 akan mengalami peristiwa konjungsi dimana posisi keduanya akan tampak berdekatan dan peristiwa ini dapat anda amati dengan menggunakan mata telanjang.

Konjungsi Venus Saturnus. Kredit : Stellarium
Konjungsi Venus Saturnus. Kredit : Stellarium

Konjungsi Bulan Jupiter
Konjungsi Bulan dan planet Jupiter akan kembali terjadi di awal tahun ini. Konjungsi Bulan – Jupiter akan terjadi pada tanggal 28 Januari 2016 pukul 21.00 WIB. Peristiwa konjungsi Bulan dan Jupiter dapat anda saksikan menggunakan mata telanjang maupun menggunakan teleskop.

Konjungsi Bulan Jupiter. Kredit : Stellarium
Konjungsi Bulan Jupiter. Kredit : Stellarium

Fase Bulan

Bulan Kuarter Akhir
Fase Bulan kuarter akhir di bulan Januari akan terjadi pada tanggal 2 Januari 2016. Pada saat Bulan mencapai fase kuarter akhir, Bulan akan terbit di belahan langit timur pada pukul 23.14 WIB.

Bulan Baru
Fase Bulan baru di bulan Januari akan terjadi pada tanggal 10 Januari 2016. Saat Bulan baru seluruh langit akan gelap total dan inilah waktu yang paling baik untuk mengamati benda-benda langit karena tidak adanya polusi cahaya oleh cahaya Bulan.

Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan kuarter Awal di bulan Januari akan terjadi pada tanggal 17 Januari 2016. Pada tanggal tersebut Bulan akan terbit semenjak Matahari terbenam dan Bulan terbenam pada pukul 00.06 WIB

Bulan Purnama
Fase Bulan Purnama di bulan Januari akan terjadi pada tanggal 24 Januari 2016.

Galaksi

Galaksi Awan Magellan Besar
Galaksi Awan Magellan Besar atau dunia internasional menyebutnya dengan Large Magellanic Cloud pada bulan Januari 2016 akan terbit semenjak Matahari terbenam. Galaksi Awan Magellan Besar tampak seperti kabut tipis di belahan langit selatan dan bergerak bersama bintang-bintang. Pada awal bulan Januari galaksi Awan Magellan Besar akan terbenam pada pukul 04.00 WIB dan di akhir Januari akan terbenam pada pukul 02.30 WIB.

Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda di bulan Januari 2016 akan terbit setelah Matahari terbenam dan berada di belahan langit utara. Galaksi Andromeda tampak seperti kabut tipis dan sangat redup sehingga untuk mengamati galaksi ini kita membutuhkan peralatan astronomi seperti binokuler maupun teleskop. Di awal bulan Januari galaksi Andromeda akan terbenam pada pukul 22.50 WIB dan di akhir bulan akan terbenam pada pukul 21.36 WIB.

Rasi Bintang

Rasi Crux
Rasi bintang Crux atau southern cross merupakan rasi bintang yang digunakan oleh para nelayan jaman dahulu sebagai rasi bintang penunjuk arah selatan. Rasi bintang crux di awal bulan Januari akan terbit pada pukul 22.38 WIB dan di akhir bulan Januari akan terbit pada pukul 21.20 WIB. Rasi bintang crux memiliki formasi bintang seperti layang-layang.

Rasi Orion
Rasi orion pada bulan Januari 2016 akan terbit setelah Matahari terbenam dan berada tinggi di belahan langit timur. Oleh masyarakat jawa di zaman dahulu, rasi orion digunakan sebagai penanda bercocok tanam. Rasi orion dapat anda temukan dengan cara menemukan formasi tiga bintang sejajar yang membentuk garis lurus. Rasi orion oleh masyarakat jawa disebut sebagai Lintang Waluku atau Lintang Luku karena bentuknya yang menyerupai bajak. Di awal bulan Januari rasi orion akan terbenam pada pukul 04.30 WIB dan di akhir bulan rasi orion akan terbenam pada pukul 03.15 WIB.

Asterisme
Segitiga Musim Dingin
Oleh bangsa eropa dan amerika formasi bintang Sirius – Betelgeuse – Procyon yang membentuk segitiga merupakan salah satu asterisme yang digunakan untuk menandai datangnya musim dingin. Selama bulan Januari segitiga Musim Dingin dapat anda amati setelah Matahari terbenam. Untuk melihat formasi bintang segitiga musim panas anda harus menemukan terlebih dahulu rasi bintang orion kemudian menemukan bintang Betelgeuse – Sirius dan Procyon

Nebula

Nebula Orion
Jika anda telah menemukan rasi bintang orion maka amatilah gugusan bintang dan nebula yang berada di sebelah selatan ketiga bintang sejajar alnitak, alnilam dan mintaka. Anda akan menemukan sebuah benda langit yang tampak seperti kabut tipis di wilayah rasi orion. Kabut tipis ini adalah nebula orion. Nebula orion dapat anda amati dengan mata telanjang maupun dengan peralatan astronomi seperti binokuler dan teleskop.

Nebula Orion. Kredit : Joshua Anderson
Nebula Orion. Kredit : Joshua Anderson

Gugus Bintang

Gugus Bintang Pleiades
Gugus bintang pleiades atau masyarakat jawa menyebutnya sebagai Lintang Wuluh merupakan gugus bintang terbuka yang dapat kita amati dengan menggunakan mata telanjang, binokuler maupun teleskop. Gugus bintang Pleiades tampak seperti sarang lebah di belahan langit utara dan berada di rasi bintang taurus. Setelah Matahari terbenam gugus bintang pleiades akan cukup tinggi di belahan langit utara. Di awal bulan gugus bintang pleiades akan terbenam pada pukul 02.10 WIB dan diakhir bulan pada pukul 00.56 WIB.

Gugus Bintang Omega Centauri
Gugus bintang Omega Centauri merupakan gugus bintang terbesar di langit malam. Omega centauri terletak di rasi bintang Centaurus. untuk menemukan gugus bintang ini anda terlebih dahulu harus menemukan rasi bintang crux kemudian menarik garis lurus dari bintang acrux dengan bintang mimosa. Gugus bintang omega centauri akan tampak seperti kerumunan bintang jika kita amati menggunakan binokuler maupun teleskop. Diawal bulan Januari gugus bintang ini akan terbit pada pukul 23.30 WIB dan di akhir bulan akan terbit pada pukul 22.10 WIB. Gugus bintang Omega Centauri terbit dan berada di belahan langit selatan.

Gugus bintang Omega Centauri. Kredit : Penjelajah Langit & Taman Pintar Astro Club
Gugus bintang Omega Centauri. Kredit : Penjelajah Langit & Taman Pintar Astro Club

Perihelion Bumi
Setelah melakukan perputaran selama 365 hari lamanya kini pada tanggal 3 Januari 2015 Bumi kita mencapai titik terdekatnya dengan sang bintang induknya atau Matahari. Peristiwa Bumi mencapai jarak terdekat dengan Matahari disebut dengan perihelion Bumi. Jarak yang akan dicapai ketika Perihelion yakni sejauh km. Hal yang paling menonjol dari akibat peristiwa perihelion ini adalah cakram Matahari akan tampak lebih besar dari pada di hari-hari biasanya.

Leave a Reply