Penjelajah Langit Goes to Assalaam

Sabtu 1 maret 2014 untuk yang kedua kalinya Kafe Astronomi mengadakan open public. Namun untuk open public kali ini Kafe Astronomi mengambil lokasi diluar kota Yogyakarta yaitu di kabupaten Sukoharjo provinsi Jawa Tengah tepatnya di Pondok Pesantren Assalaam. Mengambil tema open public Penjelajah Langit Goes to Assalaam, Open public diikuti oleh 18 orang tim Penjelajah Langit dengan berlatar belakang pendidikan yang bermacam-macam mulai dari SMA hingga perkuliahan.


Penjelajah Langit Goes to Assalaam terbilang open publik perdana Kafe Astronomi ke luar daerah dan hal ini sangat diharapkan dapat mampu terus konsisten membawa astronomi tidak hanya di kota Yogyakarta melainkan di seluruh kota di Indonesia. Mengambil tempat open publik di pondok pesantrean Assalaam Sukoharjo Jawa Tengah, Kafe Astronomi beserta CASA atau Club Astronomi Santri Assalaam bersama mengamati peristiwa transit matahari tepat diatas zenith kabupaten Sukoharjo atau yang disebut Istiwa’ Solo Raya. Pengamatan transit matahari dilakukan menggunakan berbagai macam intrumen yang dimiliki oleh CASA mulai dari Jam Matahari hasil kreasi Club Astronomi Santri Assalaam hingga Metode Pinhole dengan diameter lubang pinhole 1 cm ketinggian 19 meter. Sebuah kepuasan tersendiri saat mata menyaksikan matahari benar-benar transit di atas kepala(zenith) kabupaten Sukoharjo teramati melalui pengamatan pinhole serta jam matahari.

Hasil pengamatan transit matahari oleh Club Astronomi Santri Assalaam menggunakan metode pinhole dengan diameter pinhole 1 cm dan ketinggian 19 meter. Sumber : Eko Hadi G, 2014.
Hasil pengamatan transit matahari oleh Club Astronomi Santri Assalaam menggunakan metode pinhole dengan diameter pinhole 1 cm dan ketinggian 19 meter. Sumber : Eko Hadi G, 2014.

Selama prosesi pengamatan transit matahari, CASA juga menunjukkan salah satu inovasinya yang sangat kreatif yaitu sebuah lensa planokonveks sederhana dengan menggunakan air. Tak hanya itu saja, kemampuan lensa planokonveks karya CASA didemokan untuk membakar kertas dan Woww Amazing!!! Sebuah kertas terbakar pada titik fokusnya layaknya selembar kertas yang dibakar menggunakan lup atau kaca pembesar.

Lensa Planokonveks menggunakan air mampu membakar kertas. Sumber : Syaiful Umar, 2014.
Lensa Planokonveks menggunakan air mampu membakar kertas. Sumber : Syaiful Umar, 2014.

Selang setelah pengamatan transit matahari tepat di zenit kabupaten Sukoharjo, acara dilanjutkan menuju observatorium Assalaam yang terletak dilantai 5 gedung Assalam Center. Tampak besar kubah observatorium dengan jari-jari 2 meter itu, hampir seluruh tim Penjelajah Langit dapat memasuki bagian dalam observatorium menyaksikan interior observatorium. Beberapa teleskop juga ditunjukkan dalam sebuah ruangan instrumentasi milik Club Astronomi Santri Assalaam mulai dari teleskop refraktor hingga katadioptri. Prosesi tanya jawab berlangsung didalam observatorium hingga tak terasa waktu pulang kembali kekota Yogyakarta sudah saatnya. Penjelajah Langit Goes to Assalaam tak hanya menjalin silaturahmi antara Kafe Astronomi dengan Pondok Pesantren Assalaam serta Club Astronomi Santri Assalaam namun juga sesama anggota Klub Astronomi Penjelajah Langit.

Foto Bersama Penjelajah Langit Goes to Assalaam didepan Observatorium Assalaam. Sumber : Syaiful Umar, 2014.
Foto Bersama Penjelajah Langit Goes to Assalaam didepan Observatorium Assalaam. Sumber : Syaiful Umar, 2014.

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

2 thoughts on “Penjelajah Langit Goes to Assalaam

  • 04/03/2014 at 3:46 PM
    Permalink

    Sepertinya sudah 3 kali open pulic kak. Waktu di gabusan, nglanggeran, sama yang assalam..

    • 04/03/2014 at 3:52 PM
      Permalink

      Yang di Nglanggeran itu bukan open public bil tapi astrocamp. Ayuk bil ikut pas astrocamp KA. Asik lho bil ^_^

Leave a Reply