NASA Nonaktifkan Teleskop GALEX

Setelah dasawarsa lamanya, akhirnya NASA menonaktifkan teleskop luar angkasa GALEX. Tepatnya teleskop GALEX dipensiunkan setelah setahun dioperasikan oleh sebuah universitas ternama di amerika dengan pendanaan operasi tentunya berasal dari pihak swasta bukan dari NASA.

Badan antariksa NASA menonaktifkan GALEX atau Galaxy Evolution Explorer pada jum’at siang 28 Juni 2013, jelas press resmi NASA. Selama karirnya 10 tahun, GALEX telah mengamati ratusan juta galaksi dan membantu peneliti untuk memahami bagaimana kumpulan bintang-bintag tumbuh dan berkembang.

GALEX atau Galaxy Evolution Explorer diluncurkan pada 28 April 2003. Misinya adalah untuk mempelajari bentuk, tingkat kecerahan, ukuran dan jarak galaksi sejauh 10 miliar tahun yang lalu. Sumber : Space.com
GALEX atau Galaxy Evolution Explorer diluncurkan pada 28 April 2003. Misinya adalah untuk mempelajari bentuk, tingkat kecerahan, ukuran dan jarak galaksi sejauh 10 miliar tahun yang lalu. Sumber : Space.com

“GALEX adalah prestasi yang luar biasa” kata Jeff Hayes, Eksekutif Program dari GALEX NASA di Washington DC. Ia juga menambahkan “Misi penjelajahan kecil ini telah mempetakan dan mempelajari galaksi dalam gelombang ultraviolet. Dimana saking jauhnya cahaya tampak tidak dapat terlihat dengan mata kita, dipenghujung langit”



NASA memperpanjang kinerja GALEX namun secara tiba-tiba menghentikan pendanaannya pada februari 2011. Di bulan mei 2012, badan antariksa NASA membuat pergerakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu menyerahkan kendali wahana antariksa ke Institut Tekhnologi California atau Caltech di pasadena yang mana akhirnya berujung pada pendanaan GALEX dari pihak swasta.

Beberapa misi yang disoroti adalah GALEX membantu para astronom mengidentifikasi galaksi spiral terbesar di alam semesta yang diberi nama NGC 6872, membantu mengetahui bagaimana langkah-langkah lubang hitam saat menelan sebuah bintang dan menemukan rantai yang terputus pada evolusi galaksi semacam “tahap remaja” antara muda dan tua.

“Pengamatan GALEX juga mengkonfirmasikan secara independen sifat energi gelap, kekuatan misterius yang menyebabkan perluasan percepatan alam semesta” tambah badan press resmi NASA.

Selama GALEX ditangan Caltech, GALEX menelusuri sisi langit untuk mencari blackhole dan gelombang kejut dari ledakan bintang dimasa lalu atau yang lebih dikenal dengan supernova. Tugas lain dari GALEX adalah memantau seberapa terang pusat galaksi aktif dan berubah seiring waktu berjalan.

“Data dari GALEX yang telah dikumpulkan selama akhir tahun lalu akan membuat para peneliti sibuk selama beberapa waktu kedepan” tambah anggota misi tim tersebut

Misi GALEX mungkin sudah selesai namun penemuan ilmu pengetahuan akan terus berjalan kata Kerry Erickson manajer proyek Galex di JPL Pasadena.

Selama diluar angkasa GALEX akan tinggal dalam orbitnya selama kurun waktu 65 tahun hingga akhirnya jatuh ke Bumi dan terbakar oleh atmosfer planet kita, Jelas NASA.

Sumber : Space.com

Leave a Reply