NASA Mengkonfirmasi Bukti Adanya Aliran Air di Mars

Temuan baru dari MRO(Mars Reconnaissance Orbiter) memberikan bukti terkuat bahwa air berbentuk cair sesekali mengalir di planet Mars saat ini. Dengan menggunakan spektrometer pada MRO, peneliti mendeteksi adanya tanda-tanda dari mineral terhidrasi pada lereng dimana garis-garis misterius terlihat pada planet Mars. Garis-garis berwarna gelap ini tampak surut dan mengalir dari waktu ke waktu. Garis-garis tersebut tampak gelap dan muncul mengalir melalui lereng curam selama musim hangat dan kemudian akan memudar di musim dingin. Garis-garis tersebut muncul di beberapa lokasi di planet Mars ketika temperatur mencapai suhu minus 10 derajat Fahrenheit atau minus 23 derajat Celsius dan kemudian menghilang pada saat suhu kembali dingin.

John Grunsfeld seorang astronot NASA menyampaikan bahwa “Penyelidikan kita di planet Mars telah mengajak kita untuk menemukan air di luar Bumi dalam pencarian kehidupan di alam semesta dan sekarang kita telah meyakinkan kepada ilmu pengetahuan tentang apa yang selama ini telah kita duga ternyata telah terbukti.”

Aliran arus yang mengalir ke bawah ini dikenal sebagai Recurring Slope Lineae (RSL) dimana sering digambarkan sebagai kemungkinan arus air berbentuk cair. Penemuan baru dari garam terhidrasi di lereng tersebut erat kaitannya dengan fitur gelap yang ada pada lereng. Garam terhidrasi akan menurunkan titik beku dari air garam berbentuk cair seperti garam di Bumi menyebabkan es dan salju mencair lebih cepat. Para ilmuwan mengatakan ini seperti aliran arus permukaan dangkal dengan air yang memancar ke permukaan untuk menjelaskan kondisi gelap tersebut.

Aliran arus yang mengalir kebawah atau Recurring Slope Lineae pada lereng kawah Horowitz. Kredit : NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona
Aliran arus yang mengalir kebawah atau Recurring Slope Lineae pada lereng kawah Horowitz. Kredit : NASA/JPL-Caltech/Univ. of Arizona

Lujendra Ojha dari Institut Tekhnologi Georgia menambahkan, “Kami menemukan garam terhidrasi hanya ada ketika fitur musiman meluas, yang mana mengindikasikan bahwa garis-garis gelap tercipta dengan sendirinya atau proses yang membentuk mereka adalah sumber hidrasi. Dalam kasus kedua, deteksi garam terhidrasi pada lereng ini memberi arti bahwa air memegang peranan penting dalam pembentukan garis-garis ini.”

Ojha pertama kali melihat fitur yang membingungkan ini saat dia menjadi mahasiswa sarjana pada tahun 2010, dengan menggunakan gambar resolusi tinggi dari HiRISE yang ada pada MRO. Pengamatan HiRISE kini telah mendokumentasikan RSL pada puluhan lokasi yang ada di planet merah tersebut. Studi terkini yaitu menggabungkan hasil pengamatan HiRISE dengan pemetaan mineral oleh piranti CRISM yang tertanam pada MRO.

Pengamatan spektrometer menunjukkan tanda-tanda dari garam terhidrasi di beberapa lokasi RSL, namun tanda-tanda tersebut akan muncul jika fitur gelap relatif luas. Ketika peneliti melihat lokasi yang sama dan RSL yang tidak begitu luas, mereka mendeteksi tidak adanya garam terhidrasi.

Ojha dan rekan penulis menafsirkan tanda-tanda spektral disebabkan oleh mineral terhidrasi yang disebut dengan perklorat. Garam terhidrasi paling konsisten dengan tanda-tanda kimia seperti campuran magnesium perklorat, magnesium klorat dan sodium perklorat. Beberapa perkolarat yang telah disebutkan berfungsi untuk menjaga agar kondisi tetap cair dan terbebas dari pembekuan sekalipun kondisi dingin minus 94 derajat Fahrenheit atau minus 70 derajat Celsius. Di Bumi, perklorat secara alami terkonsentrasi di produksi di gurun dan beberapa jenis perklorat dapat digunakan sebagai propelan roket.

Perklorat sebelumnya telah terlihat di planet Mars. Wahana Antariksa NASA Phoenix Lander dan Curiosity keduanya menemukan perklorat di tanah planet Mars dan beberapa ilmuwan mempercayai bahwa misi Viking pada tahun 1970 mengukur tanda-tanda dari adanya garam-garam ini. Namun, penelitian tentang RSL mendeteksi perklorat dengan wujud sebagai garam terhidrasi di daerah yang berbeda dari yang telah dieksplorasi oleh wahana antariksa yang telah mendarat di planet merah. Hal ini merupakan pertama kalinya perklorat diidentifikasi dari wahana antariksa yang mengorbit planet merah yaitu MRO. Dalam mengorbit sejak tahun 2006, MRO menggunakan enam intrumentasi dalam meneliti si planet merah tersebut.

Ilustrasi wahana antariksa MRO atau Mars Reconnaissance Orbiter. Kredit : NASA/JPL
Ilustrasi wahana antariksa MRO atau Mars Reconnaissance Orbiter. Kredit : NASA/JPL

Rich Zurek Ilmuwan Proyek MRO di JPL NASA mengungkapkan “Kemampuan MRO mengamati planet mars dalam beberapa tahun dengan seluruh instrumentasinya memungkinkan MRO mampu melihat detail yang baik dari fitur-fitur yang memungkinkan adanya penemuan ini. Pertama mengidentifikasi garis-garis musiman yang membingungkan dan sekarang membuat langkah besar untuk menjelaskan misteri apa sejatinya garis-garis musiman tersebut”

Untuk Ojha, temuan baru yang lebih banyak membuktikan bahwa garis-garis gelap misterius yang pertama kali ia lihat pada lereng planet Mars lima tahun yang lalu, memang benar adalah air.

Zurek menambahkan juga “Saat kebanyakan orang berbicara tentang air di Mars, mereka biasanya berbicara tentang air kuno atau air beku. Kini kita tahu ada lebih banyak cerita. Ini adalah deteksi spektral pertama yang jelas mendukung hipotesis pembentukan air cair pada RSL.”

Penemuan ini merupakan penemuan terbaru dari banyak terobosan oleh misi wahana antariksa NASA di planet Mars

Michael Meyer pimpinan ilmuwan MRO NASA mengatakan, “Butuh beberapa wahana antariksa selama beberapa tahun untuk memecahkan misteri ini dan sekarang kita tahu ada air cair di permukaan yang dingin di planet padang pasir ini. Tampaknya semakin kita mempelajari Mars semakin kita belajar bagaimana kehidupan bisa didukung dan dimana ada sumber daya alam untuk mendukung kehidupan dimasa depan.”

Informasi lebih jauh tentang perjalanan NASA ke Mars silahkan kunjungi alamat berikut ini https://www.nasa.gov/topics/journeytomars

dan untuk informasi lebih jauh tentang MRO (Mars Reconnaissance Orbiter) kunjungi alamat berikut ini : http://mars.nasa.gov/mro

Sumber : NASA Confirms Evidence That Liquid Water Flows on Today’s Mars

Leave a Reply