Belakangan ini mungkin kita sering mendengar istilah Tiangong-1. Sebenarnya apa sih Tiangong-1 itu? Tiangong-1 merupakan Laboratorium luar angkasa China pertama yang mengorbit Bumi dengan ketinggian 221.8 km hingga 243.5 km kilometer dari permukaan laut. Jika kita mengenal NASA adalah badan antariksa milik Amerika Serikat maka sebelum membahas lebih lanjut mengenai Tiangong-1 ada baiknya kita mengenal terlerbih dahulu CNSA yang menjadi tulang punggung dari perkembangan program luar angkasa negara tirai bambu ini.

Tiangong-1

CNSA atau China National Space Administration merupakan badan antariksa milik China yang bertanggung jawab atas program luar angkasa republik rakyat China. Kontribusi CNSA dalam mengembangkan dan merencanakan program luar angkasa China dapat dibilang sukses. Pada tahun 1958 China mendeklarasikan kepada dunia bahwa China akan turut berpartisipasi dalam program luar angkasa. 12 tahun kemudian sebuah satelit pertama China bernama Dongfanghong 1 diluncurkan menggunakan roket Chang Zheng 1. Kemudian pada tahun 2003 dengan menggunakan kapsul luar angkasa Shenzhou 5, China berhasil mengorbitkan taikonauts(istilah untuk astronot China) Yang Liwei untuk mengelilingi Bumi selama 14 kali hingga kemudian kembali ke Bumi. Dan pada tahun 2011 Tiangong-1 menjadi laboratorium luar angkasa China pertama dari program stasiun luar angkasa yang mengorbit pada ketinggian dibawah ISS atau International Space Station. Setelah Tiangong-1, China terus mengembangkan laboratorium luar angkasa mereka menuju Tiangong-2 dan diperkirakan pada tahun 2020 China akan memiliki stasiun luar angkasa secara utuh.

keseluruhan Tiangong-1 terdiri atas 2 modul utama yakni modul sumber daya dan modul eksperimen layak huni. Kredit : sketchfab.com

Meski Tiangong-1 dapat dikatakan sebagai bagian kecil dari program stasiun luar angkasa China namun ruangan laboratorium Tiangong-1 setidaknya dapat menampung 3 taikonauts pada saat misi Shenzhou-9 berlangsung. Tiangong-1 diluncurkan pada 29 September 2011 dari pusat peluncuran satelit Jiuquan LA-4/SLS-1 China dengan menggunakan roket Long March 2F/G atau dalam bahasa China disebut dengan Changzheng 2F. Peluncuran tersebut berlangsung dengan sempurna dan berhasil menempatkan Tiangong-1 pada Low Earth Orbit. Secara keseluruhan Tiangong-1 terdiri atas 2 modul utama yakni modul sumber daya dan modul eksperimen layak huni. Modul sumber daya terdiri atas beberapa komponen penting seperti panel surya dan sistem penggerak. Sedang modul eksperimen layak huni merupakan laboratorium sekaligus tempat tinggal bagi para taikonaut yang berada di Tiangong-1. Berat keseluruhan dari laboratorium luar angkasa ini mencapai 8,5 ton dengan dimensi panjang 10,4 meter dan diameter 3,35 meter.

Tiga taikonaut China saat berada di Tiangong-1 pada misi Shenzhou-9. Sumber : spaceflight101.com

Referensi
aerospace.org
spectrum.ieee.org
n2yo.com
spaceflight101.com