Merkurius

Merkurius adalah salah satu planet yang tergabung dalam sistem tata surya dengan posisi yang paling dekat dengan matahari yaitu dengan jarak 36.000.000 Mil atau 57.936.384 Km. Dengan diameter 3.032 Mil atau 4.879 Km, merkurius menjadi planet yang terkecil diantara kedelapan planet yang lainnya. Selain itu massa dari planet Merkurius hanya 5% dari massa bumi. Merkurius merupakan salah satu planet yang tidak memiliki satelit alam.

Bersama dengan Venus dan Bumi, Merkurius mendapat sebutan sebagai planet dalam karena posisi orbitnya yang berada di dalam sabuk asteroid. Dalam satu kali orbitnya terhadap matahari, merkurius membutuhkan waktu selama 88 hari atau satu tahun di merkurius sama dengan 88 hari di bumi. Berbeda dengan Bumi, sumbu orbit Merkurius hampir tegak lurus dengan bidang orbitnya sehingga di merkurius tidak terjadi perubahan musim sebagaimana yang terjadi di Bumi.



Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai kepadatan sebesar 5,43 g/cm3  hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Dengan adanya inti besi tersebut menyebabkan adanya medan magnet dengan kekuatan 0.1 % dari kekuatan medan magnet di bumi. Namun apabila efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3.

Merkurius purba diperkirakan masih memiliki lapisan atmosfer, namun pada akhirnya terlepas karena pengaruh panas Matahari yang mampu membuat partikel-partikel bergerak cepat sehingga tidak bisa ditahan oleh gravitasi Merkurius. Oleh karena itu, pada saat ini merkurius tidak memiliki atmosfer. Hal ini lah yang menyebabkan suhu permukaan merkurius dapat mencapai 90-700 Kelvin. Dapat pula dikatakan bahwa ketika malam hari suhu permukaan turun mencapai -180 derajat Celcius dan pada siang hari suhunya mencampai 430 derajat Celcius. Secara morfologis, permukaan merkurius memiliki kawah-kawah hasil tumbukan yang mirip dengan bulan.

Planet dengan julukan utusan dari dewa romawi ini dapat kita nikmati kenampakannya hanya pada saat subuh atau maghrib. Informasi tentang merkurius hingga kini masih sedikit, karena hanya ada satu pesawat yang telah berhasil mendekati merkurius. Pesawat itu adalah pesawat antariksa Mariner 10 yang beroprasi pada tahun 1974-1975, dan berhasil memetakan permukaan pmerkurius, walau hanya seluas 40-45% dari luas seluruhnya.

Pada awal sejarah tata surya, merkurius tertabrak oleh sebuah planetesimal  berukuran sekitar seperenam dari massanya. Benturan tersebut telah melepaskan sebagian besar dari kerak dan mantel asli Merkurius dan meninggalkan intinya. Proses yang sama juga telah diajukan untuk menjelaskan penciptaan dari Bulan.

Teori yang lain menyatakan bahwa Merkurius mungkin telah terbentuk dari nebula Matahari sebelum energi keluaran Matahari telah stabil. Merkurius pada awalnya mempunyai massa dua kali lipat dari massanya yang sekarang, namun dengan mengambangnya protomatahari, suhu di sekitar merkurius dapat mencapai sekitar 2500 sampai 3500 Kelvin dan mungkin mencapai 10000 Kelvin. Sebagian besar permukaan Merkurius akan menguap pada temperatur seperti itu, membuat sebuah atmosfir “uap batu” yang mungkin tertiup oleh angin matahari

Referensi : en.wikipedia.org

Leave a Reply