Menentukan Arah Kiblat Melalui Peristiwa Astronomi Hari Ini (Rashdul Kiblat)

 

Bagaimana menentukan arah kiblat melalui peristiwa astronomi?

Rashdul-Qiblah. Kredit : Rukyatulhillal.org
Rashdul-Qiblah. Kredit : Rukyatulhillal.org

Selain dengan cara perhitungan, untuk mengetahui arah Kiblat juga dapat dilakukan dengan cara mencari bayang-bayang matahari ketika matahari di atas Ka’bah. Posisi matahari di atas Ka’bah ini terjadi ketika deklinasi (kemiringan) matahari sebesar lintang tempat Ka’bah (21°25′  LU) serta ketika matahari berada pada “titik kulminasi atas”  dilihat dari Ka’bah (39°50′  BT).   Peristiwa ini dinamai dengan rashdul kiblat.

Bagaimana dengan Indonesia, kapan peristiwa ini akan terjadi?

Dengan adanya peristiwa Matahari tepat di atas Ka’bah tersebut maka umat Islam yang berada jauh dan berbeda waktu tidak lebih dari 5 atau 6 jam dapat menentukan arah kiblat secara presisi menggunakan teknik bayangan Matahari. Berdasarkan data dari KEMENAG dan data astronomi bahwa pada hari ini Jum’at tanggal 27 Mei 2016 pukul 16:18WIB I 17:18 WITA (pada saat itu posisi matahari tepat berada di titik zenit kota Mekah), matahari melintas tepat di atas Ka’bah, sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus dimana saja akan mengarah lurus ke Ka’bah.

Apa yang dimaksud dengan rashdul kiblat?

Rashdul kiblat adalah ketentuan waktu di mana benda yang terkena sinar matahari mengarah ke arah kiblat.  Teknik penentuan arah kiblat menggunakan Rashdul Kiblat sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Alasannya karena teknik ini cukup sedehana. Untuk melakukannyapun hanya memerlukan sebilah tongkat dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari atau bisa juga menggunakan sebuah bandul yang digantungkan.

Pada tanggal dan jam saat terjadinya Rashdul Kiblat tersebut maka arah bayangan tongkat menunjukkan kiblat. Karena di negara kita perrashdul kiblatnya terjadi pada sore hari maka arah bayangan tongkat adalah ke Timur, sedangkan arah bayangan sebaliknya yaitu yang ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang benar. Cukup sederhana dan tidak memerlukan keterampilan khusus. Jika gagal melakukan pengamatan karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi toleransi penentuan dilakukan pada H+1 atau H+2.   Penentuan arah kiblat menggunakan teknik seperti ini memang hanya berlaku untuk daerah-daerah yang pada saat peristiwa Rashdul Kiblat dapat melihat secara langsung matahari dan untuk penentuan waktunya menggunakan konversi waktu terhadap Waktu Mekah. Sementara untuk daerah lain di mana saat itu matahari sudah terbenam misalnya wilayah Indonesia bagian Timur praktis tidak dapat menggunakan teknik ini. Sedangkan untuk sebagian wilayah Indonesia bagian Tengah barangkali masih dapat menggunakan teknik ini karena posisi matahari masih mungkin dapat terlihat.

Sehubungan dengan itu bagi kaum muslimin yang ingin memperbaiki arah kiblatnya perlu untuk melakukan beberapa hal ini agar arah kiblatnya disesuaikan dengan arah bayang-bayang benda. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Persiapkan kelengkapan untuk mengamati arah bayang-bayang sebelum waktu rashdul kiblat terjadi, agar pengamatan bisa dilakukan dengan seksama.
  2. Cari lokasi di samping Selatan atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut
  3. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul.
  4. Pastikan permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata
  5. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG atau pastikan jam yang digunakan suddah dikalibrasi waktunya dengan radio atau internet.

 

Terakhir tidak hanya tongkat dan bandul saja yang bisa digunakan untuk melakukan pengamatan rashdul kiblat. Menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera atau benda-benda lain yang tegak. Sebaiknya bukan hanya masjid atau mushalla saja yang perlu diluruskan arah kiblatnya. Mungkin kiblat di rumah kita sendiri juga belum tepat menghadap ke arah yang benar. Sehingga saat peristiwa tersebut ada baiknya kita juga bisa melakukan pelurusan arah kiblat di rumah masing-masing. Dan juga melakukan penentuan arah kiblat tidak mutlak harus dilakukan pada tanggal tersebut bisa saja mundur atau maju 1-2 hari karena pergeserannya relative sedikit yaitu sekitar 1/6 derajat.

Leave a Reply