Membuat Teleskop Refraktor
- By Danang Dwi Saputra - Thu Feb 17, 5:28 am
- 31 Comments
- 16443 views
- Tweet
Siapa bilang Astronomy itu mahal???,bener juga sih, teleskopnya harganya mahal, “itu buatan pabrik”. Tahukah kalian betapa sangat Luas jagad raya kita ini???, ya, kita hanya sebagian kecil dari bagian dari jagad raya ini. Saya Danang mahasiswa jurusan Olahraga, ingin berbagi ilmu dengan kalian semua para pembaca setia. Kecintaan saya dengan ilmu astronomi membuat saya ingin mempunyai teleskop sendiri, namun karena keterbatasan Dana untuk beli teleskop buatan pabrik, saya putuskan untuk mencoba membuatnya sendiri. “Ya”,kita tahu harga teleskop buatan pabrik tidaklah murah, untuk spesifikasi yang bagus harganya jutaan, bahkan ada yang melebihi harga mobil baru. Hal tersebut yang kemudian membuat saya untuk memutuskan mencoba untuk membuat teleskop sendiri, “Apa bisa???”. Belajar dari teman-teman astronomy di dalam maupun luar negeri melalui jejaring sosial dan blog, banyak ilmu yang saya dapatkan tentang rumus-rumus perbesaran teleskop,cara kerjanya dan banyak sekali hal yang saya pelajari tentang teleskop. Terinspirasi dari teleskop buatan pak Mutoha yang sekaligus ketua JAC ( Jogja Astro Club ) yang ditulisnya di Blog beliau, saya mencoba membuatnya dengan sedikit modifikasi dan kreatifitas. Tipe teleskop yang saya buat berjenis Refraktor. Postingan terdahulu sudah dijelaskan tentang jenis dan macam teleskop dan kita tahu bahwa ada banyak tipe teleskop, yaitu Refraktor,Reflektor (Newtonian), dan Cassegrain. Berikut teleskop pertama buatan saya:
Untuk bahan-bahan yang kita butuhkan adalah sebagai berikut
- lensa bekas fotokopi / lup / lensa cembung (biasanya memiliki fokus 25-60 cm)
- lensa obyektif mikroskop m=10x sd 20x ( saya memakai perbesaran 10x)
- lensa okuler mikroskop m=5x atau 12.5″ (saya gunakan untuk findernya)
- pipa pralon 4″ ( saya mengunakan 2,5” )
- sambungan 4″-4″ = 2x dan 4″-2″=1x ( saya menggunakan 2,5” x 4 buah )
- Tutup pralon untuk ukuran pralon 2,5” 2 buah (1 untuk dibuat focuser, 1 untuk tutup tabung telescope).
- teleskop finder ( bisa digunakan binokuler yang kecil/diambil satu saja)
- penyangga (tripod) alt-azimuth
- lem pralon
Tambahan
- Gear dan ban tamia bekas, yang saya dapatkan dari bekas maianan adik saya.
Data bahan diatas saya dapatkan dari blog pak Mutoha, silahkan klik link berikut; http://mutoha.blogspot.com/2007/05/membuat-teleskop-sendiri.html
Dari bahan yang sudah saya dapatkan, saya mencoba untuk ikut membuat dengan sedikit modifikasi di lensanya, saya menggunakan lensa sebanyak 3 buah seperti pada teropong bumi (binocular). Barang yang saya pakai adalah barang bekas, kecuali lensa objektif microskop 10x dan eyepiece microskop 12,5x dan juga pipa pralon. Teleskop saya terdiri dari 3 buah lensa, objektif berdiameter 7cm dari lensa fotocopy, objektif microscope 10x, serta okuler microskop 12,5x.
Langkah pertama adalah mencari titik focus lensa fotocopy (biasanya 25-60 cm), focus teleskop saya 25 cm. Setelah ketemu titik focus barulah kita membuat tempat untuk lensanya. Untuk tempat lensa saya pergunakan sambungan pralon ukuran 2,5 dim, disini saya menggunakan sambungan sebanyak 4 sambungan ( 2 sambungan untuk tempat lensa, dan 2 lagi untuk lens shade). Jangan lupa tentukan dahulu panjang pipa pralon agar sama dengan panjang focus lensa.
Langkah kedua, membuat system focuser dengan menggunakan tutup pralon yang dilubangi, lalu dimasukan shok 2,5 in kecil dan lem dengan lem pralon. Selanjutnya dengan gear dan ban tamia bekas (bisa juga dengan barang bekas lain) untuk system penggerak agar bisa bergerak keluar dan masuk untuk mencari fokus . Dibuat sedemikian rupa menyerupai system focuser pada teleskop refraktor buatan pabrik (yang saya buat single focuser).
Langkah ketiga, membuat eyepiece dari okuler monokuler dan membuat finder dengan monocular . pertama kita lepas lensa ob, lalu lepas juga lensa ok untuk dibuat eyepiece, untuk lensa pembalik kita simpan saja. Untuk membuat eyepiece, saya menggunakan lensa ob microskop perbesaran 10 x dan ok monocular. Keduanya saya tempatkan pada tabung kecil dengan jarak 10 cm karena ob microskop saya buat focus di 10 cm. Selanjutnya membuat finder, Cara membuat finder ini tidaklah rumit. Untuk ob finder saya gunakan Lensa ob monocular yang saya letakkan sedemikian rupa pada sambungan 2,5” kecil, lalu untuk ok findernya saya menggunakan lensa ok microskop 12,5x.
Langkah selanjutnya tinggal membuat dudukan finder pada tabung optic dan dudukan tripod untuk tabung optic. Sebenarnya teleskop ini namanya bukan teleskop, karena bayangan yang dihasilkan tidak terbalik, kecuali jika lensa pembalik pada teleskop disertakan pada pemasangan pada eyepiece teleskopnya. Ini seperti sebuah binocular yang besar dengan lensa microskop didalamnya. Tidak tahu namanya apa, saya menyebutnya my first telescope, dan yang jelas saya bengga dengan hasil karya saya.
Saya lumayan puas karena kawah bulan terlihat cukup bagus, jupiter bergaris dengan 4 satelitnya dan saturnus dengan cincinnya. untuk deep sky object saya berhasil melihat nebula orion, tapi sayang cuman kayak debu putih seperti kapas. Sekarang saya sedang dalam tahap pembuatan telescope tipe Newtonian ( reflector).Berikut foto bulan dengan menggunakan kamera HP 2 mp;
- 31 Comments
- 16443 views
- Tweet
Print
















Mantab euy. Wah Kedepan bisa buat pabrik teleskop nich. Keep shairng n posting danang.
mari membikin
perbesaranya jadi berapa kali tuh?
boleh,kita buat observatorium di jogja…..^_^,he.he.semoga pemerintah mau membuatkan observatorium dijogja.amien
untuk pembesarannya;Pembesaran = focal length / eyepiece focal length. focal length saya 250mm/10mm = 25x pembesaran, namun sebelum bayangan jatuh ke eyepiece,karena ini telescope digabung dengan lensa ob microscope,sebelum bayangan jatuh ke eyepiece(ok monoculer) ada ob microskop perbesaran 10x, jadi rumus pastinya gak tahu deh,maklum astro amatir,mungkin di kisaran 25 keatas,karena saat view moon tidak bisa full view bulan,hanya bisa liat sebagian dari bulan saja yang gedhe bangettttt dengan kawah yg cantik, ini bukan untuk view pemandangan,karena kalo buat view pemandangan gak kelihatan,tapi kalo udah untuk ngintip langit keren abisssss.
nice bgt… tertarik juga nih untuk buat teleskop.. aku juga hobby sama yang berbau astro juga soalnya..
mau nanya ya,, lensa fotocopy bisa didapa dimana ya kalau di jogja???
terima kasih…
bisa kita dapatkan dari tukang service mesin fotocopy,banyak kok dijogja,atau kalo pas beruntung di klitikan biasanya ada,aku dapatakan di tukang service mesin fotocopy kamdanen,tapi kemarin tinggal satu,ada 2 tapi yang satunya udah retak,
Selamat buat mas Danang.
Sebagai pembanding aja ya Om,
1. Coba Obyektifnya diganti dengan lensa kacamata
+100 – +200 fokusnya bisa sampai 60-70cm,
(barangkali punya kacamata yg lensanya rusak
sebelah).
2. Kalau untuk rintisan telescop Newtonian
bagaimana kalau cerminnya menggunakan kaca bekas
monitor computer. Saya mencoba untuk memotong
tabung TV 20″ mendapatkan focal lenght 40cm,
tabung monitor 12″ BW, dapat focal lenght 70-80
cm (sayangnya tidak licin mengkilap/agak difus
dan harus digosok agar mengkilat).
Teknik penggosokan dan pelapisan Aluminium atau
Silver yang hingga saat ini belum saya ketahui.
Bagi-bagi ilmunya ya kalau sudah dapat.
Salam dari sesama penggemar ASTRONOMI HOBBYS
oke pak akan saya coba, tapi untuk kaca mata itu coatingnya modelnya gmana ya???,menurut saya coatingnya beda dengan lensa yang saya pakai, besok saya akan coba mencarinya,untuk newtonian kemarin saya buka di ATM (Amaetur Telescope Making) pembuatan yang rumahan mereka dengan menggunakan glass bekas yang di lembutkan lalu ditaruh di cetakan kemudian dipanaskan(dilelehkan) lagi pak,baru masuk ke proses grinding dan pelapisan,untuk tabung di TV saya belum pernah liat pak,he.he.he,
Ya itu proses grinding dan pelapisannya, digrinding menggunakan apa? Pelapisan kaca dg aluminium atau perak secara teori dan praktik juga belum ada informasi yang memadahi.
Kalau ada bisa dibagi-bagi Om.
oke.oke,
lensa kacamata
+100 – +200 emang ada ya???
Mas, bisa engga minta tolong dibuatkan juga skema teleskop refraktor yg mas buat?
Maaf saya tertarik tapi belum paham. Apalagi saya engga suka fisika. Terima kasih
skemanya hampir sama dengan ini http://mutoha.blogspot.com/2007/05/membuat-teleskop-sendiri.html, oke insyaallah akan saya gambarkan nanti
toko alat2 lab. yg jual lensa ob dan ok di jogja sebelah mana mas?tlg di jawab,dah keliling and tanya ma org2,gak ketemu,makasih sebelumnya.
banyak kok,di UGM ada,per4tan mirota kampus kebarat lurus mentok,disitu ada apotik n toko yang jual alat” lab.,,di kotabaru juga ada,atau di alfakimia dekat pegadaian selatan mirota kampus..
untuk lensa OK kemarin aku beli online dari surabaya… ^.^
alamat website yang jual lensa OK itu apa?trus harganya?hahahahha maaf banyak tanya…..
untuk web aku lupa,kemarin OKnya 150rbu kalo gak salah,tapi kayake aku masih nyimpen nomor hpnya,untuk OB aku dapet diharga 250 rbu karena NEW,coba kamu browsing di google,”tempat service michroscope”,banyak yang juga jual online,kemarin aku tanya OB yang perbesaran 100x harganya mahal bangettt,so gak jadi hunting,
buat.in d0nk. Tk beli, harga.x brp. Aq bingung buat.x kk. Gag mudeng.
bagus sekali tutorialnya…sayangnya hanya disertakan foto yang sudah jadi..foto pengerjaanya mana?
orang indonesia kalau hanya teori saja belum tentu ngerti.karena harus butuh fotonya baru bisa tahu
thx sebelumnya
Regards,
Iqbal Malik
wah bagus….sekali….gambar hasil telenya jg bagus..walaupun masi aberasi…..coba lensanya jangan singlet…..minimal double achromatic…dengan menambah kan lensa bikonkaf/plankonkaf..pjg fokusnya pun jadi lebih panjang,,,,,aberasinya pun berkurang
mas danang,
harga lensa ob dan ok tu berapaan?
mas danang,, sya mnta rincian hrga bahn2 yg dbthkan utk m’buat tlskop refraktor ini dan jga tmpat belinya..!
oya,, alt azimuth tuh yg kya gmna?
abiz berapa tuh om?
setuju se 7 … kayaknya paham banget ni ma orng indonesia gt ^_^ iya prosesi nya donk yg detil + gambarnya.oce
Saat ini saya memiliki sebuah Loop berdiameter 70mm dan sebuah lensa microskop untuk okuler dengan pembesaran 10x.
1. bagaimana saya menghitung panjang tabung pipa paralon yang harus saya gunakan? saya sudah mencoba menghitung titik fokus loop dengan rumus f=1/((1/a) + (1/b)) dimana a adalah jarak mata (senter) ke loop dan b adalah jaak loop ke bayangan. dari 3 x percobaan menggunakan senter, hasilnya adalah 17.6cm, 17.7cm dan 17.56cm, apakah itu artinya loop saya (nantinya sebagai lensa objektif) memiliki fokus 17cm (170mm)?
3. bagaimana saya menghitung fokus lensa okuler? ini berkaitan dengan L=Fob + Fok
4. Untuk telescope diagonal di eyepiece, apakah bisa menggunakan cermin biasa?
Terimakasih.
untuk menghitung panjang tabung saya menggunakan metode yang sederhana, saya gunakan sinar matahari untuk mencari titik fokusnya, ditempat yang terik menggunakan plastik dengan ujicoba dengan plastik,cari titik fokusnya sperti percobaan bakar plastik, kalo plastik udahleleh itulah titik fokusnya, lalu diukur dengan penggaris,lalu untuk optical tubenya dari panjang fokus yang diketahui tadi saya kurangi 2 cm untuk membuat focusernya. untuk Loop (Lup) saya rasa kalo untuk pengamatan astronomi kurang bisa, karena tidak ada coatingnya, untuk diagonal tidak bisa menggunakan cermin biasa, karena untuk diagonal kita butuh cermin yang sudah coating, saya pake cermin kamera DSLR yang sudah rusak
Wah…terimakasih mas danang, keknya perlu hunting ke tempat service mesin fotokopi nie, hehe…
boleh minta alamat emailnya mas?
Tadinya ini mau saya tanyakan via email mas danang, cuma karena rasa penasaran saya, saya post disini aja. Saya sudah punya sebuah Eyepiece Mikroskop, WF10x-16mm ( apakah ini berarti fokusnya 16mm? ), terdiri dari 2 buah lensa plan-konveks dengan jarak 25mm dengan sususan heugen kalo ga salah. Anggap saja saya sudah memiliki sebuah lensa bekas mesin fotokopi dengan fokus 250mm, apakah rangkaian berikut ini sudah benar mas : http://i1220.photobucket.com/albums/dd445/userone912/DIY-telescope.jpg
Ataukah saya hanya perlu menggunakan 1 saja lensa plan-konveks dari eyepiece mikroskop tersebut? Kemudian titik jatuhnya bayangan sebaiknya memang sesuai gambar (lensa 4 + 16mm, panjang tube = 256mm + 25mm) atau tepat jatuh pada lensa plan-konveks nomor 4 (panjang tube = 250mm + 25mm)? Mohon masukan.
danank.astro@gmail.com
Itu gunanya Gear dan ban tamia bekas trus sama cara pasangnya gimana?
itu untuk mengatur fokus,
Beli lensanya objektif dan okuler sama lensa fotokopi beli dimana?
email saya danank.astro@gmail.com, untuk lensa fotocopy kita juga jual, dan semoga stok masih ada.
Mas, kalau lensa objektif mikroskopnya perbesaran 40X bisa gk ya??
bisa saja, tapi untuk menintinya apa kagak terlalu kekecilan?
Mas, kalau lensa objektifnya pakai yang 40 X bisa gak ya?
Mas apa yang dengan shok?
shok itu sambungan pralon
Mas apa yang dimaksud dengan shok?
Teleskop saya terdiri dari 3 buah lensa, objektif berdiameter 7cm dari lensa fotocopy, objektif microscope 10x, serta okuler microskop 12,5x. maksud dari tulisan ini, OB microscope 10x dan okuler 12,5x adalah sebagai eyepiece, jadi kadang saya pasang yang 12,5x dan kadang 10x.
mas kalo saya terima jadi , biaya+ongkos kirim berapa untuk pengiriman ke jakarta utara….dari pada pusing pusing mas , mendingan terima jadi aja ,,,biar mas yang bikinin , bisa nggak ?thank’s tolong balasannya
Beli yang sudah jadi saja mas, lebih bagus, hehehehe, murah kok, 3 juta udah dapet, hehehehehe, soalnya kalo buat agak lama juga sih,, cuman buat ngisi waktu luang juga
mas dapet lensa mikroskop dimana yaaa?kalo di jogja
pelit we mana skema gambarnya ..biar jelas,,ngasih tau jangan setengah2..peliiit
Waah bagus to,,,,tertarik juga ni,,kebetulan hoby juga ngamati obyek di ruang angkasa..siapa tahu ada beberapa teleskop buatan mas danak yg bisa di beli,,,,kos klo buat kayanya gak bisa ,ribet,,he he,,,,
tutorial lengkapnya dong..