Malam Ini Puncak Hujan Meteor Orionids

Ingatkah anda dengan rasi lintang waluku atau yang lebih populer dengan rasi bintang orion? Hmm… Tentu saja pastinya ingat ya. Rasi bintang orion tergolong rasi bintang yang cukup mudah untuk diamati dilangit malam pada malam-malam bulan tertentu yaitu bulan Juni hingga Januari. Dengan mencari dan menemukan 3 bintang sejajarnya yaitu alnitak alnilam dan mitaka serta si bintang tua betelgeuse yang berwarna kemerah-merahan, anda akan dengan mudah mencari bintang-bintang lain yang membentuk formasi dari rasi bintang orion. Lantas apa spesialnya kita membahas rasi bintang ini? Ya sangat spesial dimalam ini yaitu malam 21 oktober hingga 22 oktober, kembali sebuah fenomena alam akan terjadi disekitar rasi bintang orion. Fenomena apakah itu? Tentu saja fenomena itu tak lain adalah hujan meteor.



Mengulang kisah di masa lalu, terdapatlah sebuah komet periodik ditahun 1986 melayang melintas memotong orbit bumi kita di luar angkasa. Nama komet ini adalah komet Halley. Ditahun 1986 komet halley melintas dan memotong orbit bumi kita diluar angkasa. Seperti yang kita ketahui bersama, komet bukanlah benda langit yang kuat melainkan benda langit yang amat rapuh. Berbeda dengan asteroid dan planet kerdil yang tercipta atas material-material kuat, komet terdiri atas material rapuh seperti tanah, es, lumpur dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Sehingga saat angin matahari menerjang tubuh komet, spontan seluruh material yang ada ditubuh komet akan bereaksi dan terlepas keluar tubuh komet hingga mulai membentuk kepala komet (koma) serta ekor komet yang memanjang ribuan kilometer. Ekor komet yang tercipta oleh reruntuhan material yang terlepas keluar angkasa tidak serta merta mengikuti tubuh sang komet melainkan tercecer dan tertinggal di jalur yang dilalui sang komet (Baca : orbit komet) saat mengelilingi matahari. Sehingga ceceran dari material-material lemah ini akhirnya mengotori bagian orbit bumi yang dilewati oleh komet halley ditahun 1986. Kini 27 tahun telah berlalu semenjak komet halley melintasi orbit bumi kita, ceceran-ceceran material masih tersisa dan pada tanggal 21 oktober 2013 ini kembali bumi kita melintasi orbit yang dulu pernah dilewati oleh komet halley. Saat bumi melintas, gravitasi bumi akan menarik material reruntuhan komet kearah permukaan bumi. Material yang tertarik akan memasuki atmosfer dan terbakar sehingga menimbulkan cahaya yang sangat terang dan dapat dilihat oleh kita. Kilauan cahaya yang dapat kita lihat inilah yang disebut sebagai meteor. Lantas bagaimana dengan istilah hujan meteor? Istilah hujan meteor merupakan istilah yang digunakan saat meteor dalam jumlah yang banyak terlihat dilangit dalam satu malam. Hujan meteor yang terjadi malam ini disebut dengan hujan meteor orionids karena hujan meteor tersebut seolah-olah seluruh meteornya berasal dari rasi bintang orion.

Video Simulasi orbit komet halley yang memotong orbit bumi. Sumber : StarryNight

Menurut data yang diambil dari IMO atau International Meteor Organization, puncak hujan meteor orionids di Indonesia akan jatuh pada malam tanggal 21 Oktober hingga 22 oktober 2013. Hujan meteor hanya dapat dilihat menggunakan mata telanjang sehingga tidak dibutuhkan teleskop maupun peralatan astronomi lainnya. Intensitas hujan meteor akan mencapai hingga 20 meteor perjam. Hujan meteor diperkirakan dapat anda amati semenjak rasi orion muncul di ufuk timur pada pukul 22.00 hingga terbitnya sang mentari. Namun sayangnya bulan yang baru saja mengalami fase purnama dan pada 21 oktober bulan terbit pada pukul 18.44 WIB hingga terbenam 06.49 WIB, dapat dipastikan cahayanya akan mengganggu jalannya pengamatan hujan meteor sehingga hanya meteor-meteor terang saja yang akan tampak pada hujan meteor orionids ini. Bagaimana anda ingin mengamatinya? lakukan pengamatan malam ini hingga besok malam tanggal 22 oktober. Semoga langit cerah dan Salam astronomi…

Meteor cemerlang saat fenomena hujan meteor orionids di Colorado Amerika Serikat 21 Oktober 2012. Sumber : Daniel McVey.
Rasi bintang Orion dapat anda temukan dengan mencari tiga bintang sejajar di langit ufuk timur pada pukul 22.00 WIB. Sumber : Stellarium

Referensi : IMO Calender 2013

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

One thought on “Malam Ini Puncak Hujan Meteor Orionids

Leave a Reply