Majalah Bima Sakti 9 / I / 2013

Assalamualaikum wr wb…

Pembaca yang terhormat,
Saat majalah elektronik ini hadir di hadapan anda, seluruh Umat Islam hampir usai menjalani bulan suci Ramadhan 1434 H dan bakal segera dipungkasi oleh Idul Fitri. Inilah hari raya yang tak hanya memiliki arti religius mendalam, namun juga sarat makna sosial, budaya dan juga ekonomis. Namun pertanyaan klasik itu kembali mengemuka, yakni kapan Idul Fitri 1434 H berlangsung? Akankah ada perbedaan (lagi) seperti yang juga telah dialami pada awal Ramadhan 1434 H ini khususnya di Indonesia? Ataukah ada berkah tersendiri yang menyebabkan hari raya ini bisa dirayakan pada hari dan waktu yang sama bagi segenap Umat Islam di Indonesia.

BIMA SAKTI edisi kali ini mencoba mengulas lebih dalam bagaimana khasanah hisab dan rukyat di era modern, dua hal yang kerap dianggap saling bertolak belakang dan menjadi biang keladi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan maupun hari raya. Ulasan lebih ditekankan pada aspek astronominya, yakni bagaimana kemajuan hisab dalam era serba komputer ini dimana bermunculan program-program khusus yang sangat membantu memudahkan kita. Pun dengan rukyat dalam era yang serba otomatik, dimana teleskop robotik menjadin tulang punggung utama lengkap dengan instrumen pencitranya sehingga hasilnya bisa tersaji dalam layar komputer kita. Bagaimana sebuah kegiatan rukyat digelar di Pos Observasi Bulan Bela-Belu pun menjadi salah satu bahan kupasan, selain upaya manusia di segenap penjuru untuk mengabadikan hilaal dalam citra yang merentang negara. Pembahasan-pembahasan tersebut kami sajikan dalam lebih dari separuh rubrik BIMA SAKTI edisi ini.



Selain itu BIMA SAKTI juga masih mengulas lebih lanjut kejadian meledaknya sebuah bintang, kali ini lebih ditekankan pada sisa-sisa puing ledakannya yang mengembang demikian cepat. BIMA SAKTI pun menelaah proses kreatif yang luar biasa yang berujung pada penemuan satelit alami Neptunus yang ke-14. Penemuan ini cukup mengagumkan, mengingat Neptunus adalah planet terluar dan penemuan dilakukan dengan mengandalkan teleskop Hubble semata tanpa mengirim wahana antariksa ke planet itu. Terkait wahana antariksa BIMA SAKTI juga menampilkan bagaimana Bumi disorot dari planet Saturnus oleh wahana antariksa Cassini-Huygens.

BIMA SAKTI sebagai majalah elektronik media informasi astronomi indonesia kembali mengajak para pembaca untuk turut berpartisipasi dalam menambah khazanah pengetahuan langit  dan bumi dalam wujud tulisan, karya fotografi maupun donasi. Partisipasi tulisan dan foto dapat dikirimkan ke alamat [email protected] Akhir kata, selamat membaca BIMA SAKTI edisi ini dan salam astronomi Indonesia. Dan khusus untuk Umat Islam di Indonesia, redaksi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Wassalamualaikum wr wb…

Redaksi

Untuk mengunduh majalah klik tombol “Download” dibawah gambar sampul majalah Bima Sakti

Bima Sakti 9 I 2013 (1.7 MiB, 812 downloads)

Leave a Reply