Lintang Kemukus di Pagi Hari

Lintang kemukus adalah istilah lain bagi bintang berekor alias komet, benda langit anggota tata surya yang unik karena nampak memiliki ekor bercahaya gemerlap. Menjelang tutup tahun 2011, dunia digemparkan dengan kemunculan komet Lovejoy, satu-satunya komet berukuran kecil yang sejauh ini diketahui selamat dari terjangan panas dan angin Matahari meski melintas sangat dekat terhadap bintang tersebut.

Selepas melintasi perihelionnya pada Jumat pagi 16 Desember 2011 waktu Indonesia, komet Lovejoy menjadi komet paling terang di tahun 2011 karena bisa disaksikan di siang hari bolong dalam keadaan Matahari benderang. Pada puncaknya komet ini memiliki tingkat terang setara dengan planet Venus. Namun terlalu dekatnya posisinya terhadap Matahari membuat pengamatan terhadapnya musykil dilakukan tanpa menggunakan alat bantu optik serta teknik khusus. Pada saat itu komet masih bisa disaksikan dari belahan Bumi utara sehingga sejumlah astronom dari California (AS) dan Breit-sur-Roya (Perancis) sempat mengabadikannya.



Komet Lovejoy, diabadikan oleh Vincent Jacques (Perancis) di siang bolong 17 Desember 2011 dengan teknik khusus.

Seiring kian menjauhnya komet dari Matahari, komet Lovejoy berubah menjadi lintang kemukus di pagi hari yang hanya bisa diamati setiap menjelang Matahari terbit dan hanya bisa disaksikan dari belahan Bumi selatan saja, termasuk sebagian kawasan Indonesia. Sayangnya, seiring terbentuknya sel bertekanan rendah di sebelah utara Papua yang kemudian berkembang menjadi topan Washi, udara Indonesia turut terpengaruh sehingga gumpalan awan merata dimana-mana, yang amat menyulitkan untuk mengamati komet ini. Hanya dari Australia-lah, disusul Amerika selatan dan Afrika bagian selatan, laporan demi laporan pengamatan komet ini berdatangan.

Komet Lovejoy, diabadikan oleh satelit STEREO pada 19 Desember 2011. Nampak terjadi perubahan radikal pada ekor komet

Empat hari setelah melintas sangat dekat dengan Matahari, komet mengalami perubahan dramatis. Satelit STEREO mendeteksi adanya pelepasan massa dalam jumlah besar dari komet. Massa tersebut kemudian membentuk ekor yang lebih tebal dan lebih terang dibanding sebelumnya. Fenomena serupa juga teramati teleskop robotik FRAM (Argentina). Bahkan FRAM memperlihatkan inti komet tidak lagi bulat, melainkan memanjang menyerupai batang. Muncul dugaan kalau komet sedang mengalami proses penghancuran-diri. Ini mengejutkan sebab peristiwa tersebut seharusnya terjadi tatkala komet melintas sangat dekat terhadap Matahari pada 16 Desember 2011. Namun bagaimana kelanjutan proses penghancuran-diri ini belum jelas, pun demikian mekanisme penyebabnya. Yang jelas terlalu dekatnya perihelion komet memberikan pengaruh besar, yang membuat aktivitas pelepasan gas dan debu lebih besar ketimbang sebelum melintasi perihelion.

Komet Lovejoy diabadikan dari fasilitas teleskop robotik FRAM (Argentina) 20 Agustus 2011. Nampak bentuk inti telah berubah memanjang, indikasi terjadinya penghancuran-diri.

Apapun yang terjadi, peristiwa ini menjadikan ekor komet cukup terang. Laporan dari selatan menyatakan ekor komet Lovejoy demikian terangnya sehingga mudah disaksikan mata tanpa menggunakan alat bantu apapun. Ekor nampak melebar dan dapat dibedakan sengan jelas antara ekor gas dan ekor debu. terang dan lebarnya ekor sebanding dengan yang diperlihatkan komet McNaught lima tahun silam, komet paling terang dalam empat dasawarsa terakhir. Komet bahkan dapat dilihat dengan amat jelas dari stasiun antariksa internasional (ISS) yang saat itu sedang melayang di atas Tasmania (Australia).

Kome Lovejoy diabadikan Colin Legg di muara sungai Mandurah, Australia Barat pada 23 Desember 2011 jelang fajar

.

Komet Lovejoy, diabadikan dari observatorium ESO di Paranal, Gurun Atacama (Chile)

Komet Lovejoy bakal mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi pada 7 Januari 2012 mendatang. Meski disebut terdekat, namun senyatanya jarak antara Bumi dan komet Lovejoy saat itu mencapai 75 juta km alias dua kali lipat lebih jauh dibanding jarak orbit Bumi ke orbit Venus. Pada saat itu komet sudah berjarak cukup jauh terhadap Matahari, yakni lebih jauh ketimbang jarak Matahari-Venus. Pada umumnya kian menjauh sebuah komet dari Matahari, kian mengecil pula tingkat pelepasan gas dan debu, sehingga kian redup pula komet yang bersangkutan. Pada saat itu posisi komet sebenarnya sudah cukup tinggi di langit timur jelang Matahari terbit. Namun dengan meredupnya komet, kesempatan untuk menyaksikannya dengan mata tanpa bantuan alat optik apapun menjadi memudar.

Komet Lovejoy, diabadikan dari stasiun antariksa internasional
Komet Lovejoy diabadikan dari stasiun ruang angkasa internasional (ISS).

Ma'rufin Sudibyo

Orang biasa saja yang suka menatap bintang dan sedang mencoba menjadi komunikator. Saat ini sebagai ketua tim ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen, Jawa Tengah. Aktif pula dalam Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak Rukyatul Hilal Indonesia (LP2IF RHI), Ikatan Cendekiawan Falak Indonesia (ICFI), Jogja Astro Club dan International Crescent Observations Project(ICOP). Juga sebagai pembimbing dan pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKF) Kebumen, keduanya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Leave a Reply