Komet Terang Awal Maret, PanSTARRS (C/2011 L4)

Maret 2013 menjadi waktu yang dinanti bagi para astronom. Pasalnya, pada awal Maret ini langit akan menyuguhkan panorama komet terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Sesaat setelah senja, ia akan menggantung rendah dikaki langit barat. Ia adalah Komet PanSTARRS (C/2011 L4).

Komet PanSTARRS. Kredit: Michael White, 2013.

Awal pengamatan  komet ini adalah ketika 6 Juni 2011, teleskop PanSTARRS 1 dengan garis tengah 180 cm, yang berlokasi di Puncak Halaeka Maui, Hawaii mendeteksi benda asing yang menunjukkan aktivitas koma (kepala komet) diantara orbit Jupiter dan Saturnus. Pada mulanya benda ini terdeteksi dengan magnitudo +19,4. Baru satu hari kemudian, konfirmasi datang dari tim Remazacco Observatory dengan menggunakan teleskop robotic Tzec Maun, Mayhill (AS) bergaris tengah 35 cm. Karena dalam basis data IAU tidak ada komet dengan elemen orbital yang serupa maka komet ini dinyatakan baru dan dinamai sesuai dengan tata nama yang berlaku yakni PanSTARRS dengan kode C/2011 L4.



Observasi demi observasi kemudian dilakukan guna mengungkap karakteristik Komet PanSTARRS, hingga diketahui bahwa ia memiliki bentuk orbit hiperbola dengan eksentrisitasnya melebihi 1, dengan demikian Komet PanSTARRS merupakan komet hiperbolik. Akan tetapi setelah melewati perihelionnya nanti, Komet PanSTARRS akan berubah menjadi komet periodik yang sangat lama, sekitar 110.000 tahun. Dengan demikian perihelion komet ini akan sangat dekat dengan matahari, bahkan lebih dekat daripada planet Merkurius dan sebaliknya ketika aphelion, ia akan mencapai jarak terjauh dari matahari hingga 4.600 SA atau 118 kali lipat lebih jauh dari jarak Matahari-Pluto.

Pada mulanya, Komet PanSTARRS diduga akan memiliki kecerlangan hingga setara dengan planet venus atau bermagnitudo -4. Hanya saja observasi lebih lanjut hingga Januari 2013 menghasilkan data bahwa Komet PanSTARRS akan bermagnitudo +3 hingga +2 atau hanya akan tampak seperti bintang pada sabuk rasi Orion.

Pada tanggal 10 Maret 2013 nanti, Komet PanSTARRS akan mencapai puncak perihelionnya dengan jarak 45 juta km. Dengan jarak yang sedemikian dekat, Komet PanSTARRS akan mendapat pengaruh panas dan tekanan dari angin matahari yang cukup besar. Hal ini akan meningkatkan produksi gas dan debu pada Komet PanSTARRS, sehingga akan menciptakan ekor yang lebih panjang dan terang.

Pengamatan terhadap Komet PanSTARRS sebenarnya sudah dapat dimulai sejak 20 Februari 2013 pada pagi hari. Sementara itu, di kaki langit barat, Komet PanSTARRS dapat diamati mulai 26 Feruari 2013 setelah matahari terbenam. Hanya saja pada tanggal tersebut kedudukan Komet PanSTARRS dilihat dari Indonesia masih sangat rendah sehingga sangat sulit dilakukan observasi.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk mengamati Komet PanSTARRS? tandai agenda teman-teman pada 9-10 Maret 2013. Tanggal tersebut, sesaat setelah matahari terbenam (15-30 menit) Komet PanSTARRS akan berada pada posisi yang cukup tinggi, hingga 10 derajat. Tanpa alat bantu optik apapun, Komet PanSTARRS dapat terlihat, asalkan cuaca sedang cerah, serta berada pada lahan terbuka sehingga tidak ada halangan pandangan. Lokasi paling ideal dalam pengamatan ini adalah di pantai, dimana kaki langit langsung beradu pada laut tanpa penghalang yang berarti.

Komet PanSTARRS saat matahari terbenam. Di potret dari gunung Wellington Tasmania pada tanggal 4 maret 2013. Kredit: Luke OBrien, 2013.

Sumber:  Majalah Bima Sakti Edisi Februari 2013

Leave a Reply