Komet itu adalah komet Hergenrother

Komet itu adalah komet Hergenrother, komet periodik ke-168 dalam katalog komet IAU (International Astronomical Union). Komet Hergenrother memiliki periode 6,9 tahun dan bergerak mengedari Matahari dalam sebentuk orbit lonjong dengan perihelion 1,4 SA (hampir sejauh orbit Mars) dan aphelion 5,8 SA (sedikit lebih jauh dibanding orbit Jupiter).



Pada 2012 ini, saat bergerak menuju perihelionnya, sesuatu yang unik terjadilah. Model-model matematis memperlihatkan komet Hergenrother seharusnya hanya bermagnitudo +15 saat tiba di perihelion, alias lebih redup ketimbang planet kerdil Pluto. Faktanya komet Hergenrother justru cukup terang, dengan magnitudo hingga +8 alias 600 kali lipat lebih terang dibanding seharusnya. Perubahan tingkat terang mulai terjadi sejak sebulan sebelum komet mencapai perihelion dan jelas menunjukkan adanya sesuatu yang tak biasa. Namun observasi teleskopik hingga akhir Oktober 2012 tidak bisa memastikan apa yang sedang dialami komet ini.Namun akhirnya semuanya terungkap di awal November 2012. Komet Hergenrother ternyata mengalami reaksi pemecah-belahan sehingga inti komet kini telah terbagi ke dalam empat keping. 1 keping utama berukuran besar sementara 3 keping lainnya kecil mungil yang sekilas sulit diidentifikasi.

Peristiwa terpecahnya komet sebenarnya bukan hal yang baru karena sudah diketahui sejak 1845 saat komet Biela secara mengejutkan teramati telah terpecah menjadi dua bagian yang hampir sama besarnya. Salah satu peristiwa pemecahan komet paling mengesankan dialami komet Elenin pada tahun silam. Tatkala sedang menuju perihelionnya, komet Elenin mendadak lebih terang untuk kemudian sontak meredup pasca 20 Agustus 2011 dan menghilang dari pantauan. Barulah setelah dua bulan kemudian komet Elenin berhasil dipantau kembali, namun kali ini dalam bentuk amat berbeda: puluhan kepingan kecil-kecil yang membentang di langit diselimuti gumpalan debu. Komet yang sempat dihebohkan sebagai “komet kiamat” itu ternyata mengalami reaksi berantai pemecah-belahan hingga hancur luluh menjadi bubuk.

Faktor utama penyebab terpecahnya komet adalah tekanan angin dan atau badai Matahari. Dalam kasus komet Hergenrother, pemecahan ini mengesankan karena komet lebih jauh ketimbang Bumi, yakni hampir sejarak orbit Mars. Namun peristiwa terpecahnya komet secara gamblang menunjukkan pada kita bahwa komet tersusun oleh materi-materi yang sangat halus (menyerupai bubuk) berdaya ikat rendah yang membentuk gumpalan penuh pori-pori sehingga ibarat batuapung raksasa. dengan sifat fisis demikian rapuh, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari sebuah komet tatkala melintas di langit, baik dalam hal gravitasi, medan magnet maupun sejenisnya. Kita baru benar-benar khawatir jika komet tidak sekedar melintas, namun juga mengarah ke Bumi.

(1. Sudibyo. 2012. Ensiklopedia Fenomena Alam dalam al-Qur’an, Menguak Rahasia Ayat-Ayat Kauniyah. Surakarta: Tinta Medina, dalam Bab 9: Bintang Berekor.

2. Sudibyo. 2012. Membatalkan Kiamat 2012, Investigasi Planet Nibiru, Komet Elenin dan Badai Matahari. Buku elektronik. Yogyakarta: KafeAstronomi.com Publisher, dalam Bab 4 : Membatalkan Komet Elenin).

Ma'rufin Sudibyo

Orang biasa saja yang suka menatap bintang dan sedang mencoba menjadi komunikator. Saat ini sebagai ketua tim ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen, Jawa Tengah. Aktif pula dalam Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak Rukyatul Hilal Indonesia (LP2IF RHI), Ikatan Cendekiawan Falak Indonesia (ICFI), Jogja Astro Club dan International Crescent Observations Project(ICOP). Juga sebagai pembimbing dan pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKF) Kebumen, keduanya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Leave a Reply