Kalender Astronomi Bulan November 2016

2 – Bulan, Venus & Saturnus Sejajar
Tanggal : 2 November 2016
Sore 2 November 2016 selepas matahari terbenam, di belahan langit barat akan tampak Bulan sejajar dengan dua “bintang terang tak berkelip” yang tak lain adalah planet Venus dan planet Saturnus. Peristiwa sejajarnya Bulan, Venus dan Saturnus dapat anda amati mulai selepas matahari terbenam hingga pukul 06.58.

3 – Segitiga Bulan, Venus & Satunus
Tanggal : 3 November 2016
Pada sore 3 November 2016 selepas matahari terbenam, Bulan yang berada pada fase sabit awal akan membentuk formasi segitiga dengan planet Venus dan Saturnus yang tampak sebagai “bintang terang tak berkelip” di belahan langit barat. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 19.30.

6 – Bulan Mars Sejauh 6°
Tanggal : 6 November 2016
Disore 6 November 2016 selepas matahari terbenam, peristiwa Bulan dan planet Mars dengan jarak sekitar 6° kembali terjadi. Bulan yang sedang berada pada fase menjelang kuarter awal akan bersebelahan dengan planet Mars yang tampak sebagai “bintang terang tak berkelip” berwarna merah di sebelah selatannya. Peristiwa ini dapat anda amati mulai dari selepas matahari terbenam hingga pukul 22.50.
Catatan : Dapat diamati dengan mata telanjang, binokuler & teleskop.

8 – Bulan Kuartil Awal
Tanggal : 8 November 2016
Fase Bulan Kuartil Awal akan terjadi pada 8 November 2016. Selepas Matahari tenggelam Bulan akan tampak di langit dan tinggi diatas kepala pengamat. Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam.

12 – Hujan Meteor Northern Taurids
Tanggal : 12 November 2016
Hujan meteor Northern Taurids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 12 November 2016. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 5 meteor per jam dengan sumber semu berasal dari rasi bintang Taurus. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Taurus akan terbit semenjak Matahari terbenam. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Northern Taurids adalah mulai 12 November selepas Matahari terbenam hingga waktu terbit Matahari.
Fase Bulan : H-2 Bulan Purnama

14 – Bulan Purnama
Tanggal : 14 November 2016
Fase Bulan Purnama akan terjadi pada 14 November 2016. Dalam satu malam penuh dapat diperkirakan langit akan terang benderang dan hanya sedikit bintang yang tampak. Bulan akan bersinar menerangi langit malam mulai selepas matahari terbenam hingga Matahari terbit. Jarak antara Bumi dan Bulan saat itu sejauh 356.520 km.

14 – Supermoon
Tanggal : 14 November 2016
Supermon pada tahun 2016 terjadi pada 14 November 2016 dengan jarak antara Bumi dan Bulan sejauh 356.520 km. Supermoon tahun ini merupakan supermoon atau perigee yang memiliki jarak terdekat antara Bumi dan Bulan dalam rentang waktu dari tahun 1990 hingga tahun 2020.

Supermoon 2011. Credit : Paco Bellido
Supermoon 2011. Credit : Paco Bellido

15 – Konjungsi Bulan Aldebaran
Tanggal : 15 November 2016
Konjugsi Bulan dan bintang Aldebaran kembali terjadi pada 15 November 2016. Pada sore 15 November setelah pukul 19.00, Bulan akan bersebelahan dengan bintang terang berwarna merah. Bintang terang ini adalah bintang Aldebaran. Konjungsi Bulan Aldebaran dapat kita amati mulai pukul 19.00 hingga menjelang matahari terbit.

17 – Hujan Meteor Leonids
Tanggal : 17 November 2016
Hujan meteor Leonids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 17 November 2016. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 15 meteor per jam dengan sumber semu berasal dari rasi bintang Leo. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Leo akan terbit pada pukul 00.10. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Leonids adalah mulai 16 November pukul 00.00 hingga waktu terbit Matahari.

Meteor Leonid. Credit : Scott Tully
Meteor Leonid. Credit : Scott Tully

21 – Bulan Kuartil Akhir
Tanggal : 21 November 2016
Fase Bulan Kuartil Akhir akan terjadi pada 21 November 2016. Pada sore hari 21 November hingga waktu tengah malam, langit akan gelap dan terbebas dari cahaya Bulan. Bulan akan terbit sekitar waktu tengah malam dan akan berada di atas kepala pengamat saat Matahari terbit.

21 – Hujan Meteor Alpha Monocerotids
Tanggal : 21 November 2016
Hujan meteor Alpha Monocerotids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 21 November 2016. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sangat bervariasi di setiap jamnya. Sumber semu hujan meteor berasal dari rasi bintang Monoceros. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Monoceros akan terbit pada pukul 21.30 WIB. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor Alpha Monocerotids adalah mulai 21 November pukul 21.00 hingga waktu terbit Matahari.
Fase Bulan : Bulan Kuartil Akhir

23 – Konjungsi Merkurius Saturnus
Tanggal : 23 November 2016
Pada sore 23 November 2016 selepas matahari terbenam akan tampak planet Merkurius dan Saturnus sebagai dua “bintang terang tak berkelip” yang rendah dibelahan langit barat. Peristiwa konjungsi Merkurius Saturnus dapat anda saksikan mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 18.44.

25 – Konjungsi Bulan Jupiter
Tanggal : 25 November 2016
Di pagi dini hari tanggal 25 November 2016 sekitar pukul 02.30, Bulan yang berada pada fase sabit tua akan bersebelahan dengan planet jupiter yang tampak sebagai “bintang terang tak berkelip.” Untuk menyaksikan peristiwa konjungsi Bulan Jupiter anda harus bangun pada pagi dini hari dan peristiwa ini akan terjadi mulai pukul 02.30 hingga menjelang waktu matahari terbit.

28 – Hujan Meteor November Orionids
Tanggal : 28 November 2016
Hujan meteor November Orionids akan mencapai puncak aktifitasnya pada tanggal 28 November 2016. Banyaknya meteor yang akan tampak dilangit malam diperkirakan sekitar 3 meteor per jam dengan sumber semu berasal dari rasi bintang Orion. Pada saat puncak aktifitas hujan meteor terjadi, Rasi bintang Orion akan terbit pada pukul 19.30 WIB. Waktu terbaik untuk mengamati fenomena hujan meteor November Orionids adalah mulai 28 November pukul 19.00 hingga waktu terbit Matahari.
Fase Bulan : H-1 Bulan Baru

29 – Bulan Baru
Tanggal : 29 November 2016
Fase Bulan baru akan terjadi pada 29 November 2016 dengan konjungsi Bulan Matahari pada pukul 19.20 WIB . Diperkirakan pada sore 29 November selepas matahari terbenam, hilal belum terbentuk karena belum mengalami peristiwa konjungsi.

Dapatkan kalender astronomi bulan desember di aplikasi Penjelajah Langit

Sumber : Kalender Astronomi

Leave a Reply