Konjungsi Bulan – Saturnus
Pada 4 Mei 2018 Bulan yang berada pada fase Cembung Tua akan bersebelahan dengan planet Saturnus yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna kuning sejauh ± 2° dengan posisi planet Saturnus berada di sebelah selatan Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai pukul 21.05 waktu lokal hingga Matahari terbit

Puncak Hujan Meteor Eta Aquariids
Hujan Meteor Eta Aquariids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 6 Mei 2018. Diperkirakan meteor yang akan tampak dilangit malam sebanyak ± 50 meteor/jam. Hujan Meteor ini memiliki sumber semu dan seolah-olah akan muncul dari rasi bintang Aquarius. Rasi bintang tersebut akan terbit sekitar pukul 01.00 waktu lokal. Pengamatan hujan meteor ini diperkirakan akan sedikit terganggu akibat adanya sinar terang dari Bulan yang akan mendekati fase Kuarter Akhir( Umur Bulan 6 hari setelah purnama)

Bulan Kuarter Akhir
Pada 8 Mei 2018 Bulan memasuki fase Kuarter Akhir. Dimana Bulan akan terbit sekitar waktu tengah malam dan akan berada di titik zenith (di atas kepala pengamat) saat Matahari terbit

Puncak Hujan Meteor Eta Lyrids
Hujan Meteor Eta Lyrids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 9 Mei 2018. Diperkirakan meteor yang akan tampak dilangit malam sebanyak3 meteor/jam. Hujan Meteor ini memiliki sumber semu dan seolah-olah akan muncul dari rasi bintang Lyra. Rasi bintang tersebut akan terbit sekitar pukul 21.30 waktu lokal. Pengamatan hujan meteor ini diperkirakan akan sedikit terganggu akibat adanya sinar terang dari Bulan( Umur Bulan 9 hari setelah purnama

Oposisi Jupiter
Pada 9 Mei 2018 Planet Jupiter akan berada pada posisi segaris dengan Bumi dan Matahari dimana posisi Bumi berada antara keduanya. Planet Jupiter akan tampak sebagai bintang terang tak berkelip berada di rasi Libra dan akan terlihat sepanjang malam dari Matahari terbit hingga terbenam

Bulan Baru
Pada tanggal 15 Mei 2018 Bulan memasuki fase Bulan Baru dengan konjungsi Bulan Matahari terjadi pada pukul 18.25 WIB. Saat Matahari terbenam di sore hari hilal belum terbentuk. Hilal 1 Ramadhan 1439 H akan terlihat pada sore hari tanggal 16 Mei 2018.

Portret fase Bulan mulai dari hilal 1 Ramadhan 2016 hingga hari ke lima. Sumber : Eko Hadi G, Penjelajah Langit

Perihelion Venus
Pada tanggal 16 Mei 2018 planet Venus akan memeliki jarak terdekatnya dengan Matahari yaitu sejauh ±0,718 AU atau setara ± 107,4 juta kilometer

Konjungsi Bulan – Venus
Pada 17 Mei 2018 Bulan yang berada pada fase Bulan Baru akan bersebelahan dengan planet Jupiter yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna putih kekuningan sejauh ± 6° dengan posisi planet Venus berada di sebelah utara Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai sejak Matahari terbenam hingga pukul 19.15 waktu lokal

Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan Kuarter Awal akan terjadi pada 22 Mei 2018. Setelah Matahari terbenam Bulan akan berada di titik zenith (di atas kepala pengamat). Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam.

Konjungsi Bulan – Regulus
Pada 22 Mei Bulan yang berada pada fase Kuarter Akhir akan bersebelahan dengan bintang Regulus yang tampak bewarna biru sejauh ± 5° dengan posisi bintang Regulus berada di sebelah barat Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai sejak Matahari terbenam hingga pukul 00.14 waktu lokal

Konjungsi Bulan – Jupiter
Pada 27 Mei 2018 Bulan yang berada pada fase Purnama akan bersebelahan dengan planet Jupiter yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna putih kekuningan sejauh ± 5° dengan posisi planet Jupiter berada di sebelah selatan Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai sejak Matahari terbenam hingga pukul 04.25 waktu lokal

Bulan Purnama
Pada tanggal 29 Mei 2018 Bulan akan mengalami fase purnama dengan puncak oposisi pada pukul 21.20 WIB. Jarak Bulan terhadap Bumi pada saat oposisi sejauh 393.620 km. Bulan akan menerangi langit malam dari Matahari terbenam hingga terbit kembali