Kalender Astronomi Bulan Juni 2019

Berita

Bulan Baru
Pada tanggal 3 Juni 2019 Bulan memasuki fase Bulan Baru dengan konjungsi Bulan Matahari terjadi pada pukul 17 : 02 WIB. Pada fase ini Bulan tidak terlihat di langit. Pada fase ini adalah saat terbaik untuk mengamati langit malam karena dalam satu malam penuh langit terbebas dari cahaya Bulan. Jika anda ingin melakukan pengamatan hilal pada 3 Juni 2019 maka saat Matahari terbenam di sore hari posisi hilal akan setinggi ± 0°.

Puncak Hujan Meteor Daytime Arietids
Pada tanggal 8 Juni 2019 Hujan Meteor Daytime Arietids akan mencapai puncak aktivitasnya dengan intensitas hujan meteor sebanyak 30 meteor per jam. Hujan meteor Daytime Arietids memiliki aktivitas hujan meteor dari 14 Mei-24 Juni. Pada saat puncak hujan meteor terjadi, bulan berada pada fase sabit muda. Diperkirakan pada saat itu radiant hujan meteor tampak pada siang hari sehingga hujan Meteor Daytime Arietids besar kemungkinan tidak dapat diamati.

Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan Kuarter Awal akan terjadi pada 10 Juni 2019. Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Setelah Matahari terbenam Bulan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita). Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam. Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan mulai waktu tengah malam hingga sebelum Matahari terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Oposisi Jupiter
Oposisi Jupiter adalah peristiwa dimana posisi Matahari – Bumi – Jupiter berada pada satu garis lurus. Oposisi Jupiter akan terjadi pada tanggal 10 Juni 2019.

Planet Yupiter. Kredit : Damian Peach

Konjungsi Bulan – Jupiter
Pada tanggal 16 Juni 2019 Bulan Purnama akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan sebuah bintang terang tak berkelip berwarna coklat keputihan. Bintang terang tersebut sebenarnya adalah sebuah planet yang bila kita lihat menggunakan teleskop akan terlihat empat satelit alam yang berada di kanan-kirinya. Planet tersebut adalah planet Jupiter. Planet Jupiter tampak berada di sebelah tenggara Bulan yang pada saat itu terbit pukul 16.30 waktu lokal. Peristiwa Konjungsi Bulan – Jupiter dapat kita amati dengan mata telanjang dan akan berlangsung mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 04:30 waktu lokal.

Bulan Purnama
Pada tanggal 17 Juni 2019 Bulan akan mengalami fase purnama dengan puncak oposisi pada pukul 15 : 31 WIB. Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk bulat penuh (Full Moon). Dalam satu malam penuh Bulan akan menerangi langit malam mulai dari Matahari terbenam hingga terbit kembali. Jarak Bulan terhadap Bumi pada saat itu sejauh 392.410 km.

Konjungsi Mars – Merkurius
Pada sore tanggal 18 Juni 2019, Planet Mars akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan planet Merkurius. Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai setelah Matahari terbenam hingga pukul 19:14 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Saturnus
Pada tanggal 19 Juni 2019 Bulan berada pada fase purnama. Bulan purnama akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan sebuah bintang terang tak berkelip berwarna kuning keputihan yang tak lain adalah Planet Saturnus. Jika kita lihat menggunakan teleskop, planet Saturnus akan tampak sebagai bola kecil yang memiliki cincin. Pada saat peristiwa konjungsi Bulan – Saturnus terjadi, planet Saturnus berada di sebelah barat Bulan yang terbit pada pukul 19:30 waktu lokal. Peristiwa Konjungsi Bulan – Saturnus dapat kita amati dengan mata telanjang dan akan berlangsung mulai pukul 19:30 waktu lokal hingga Matahari terbit.

Summer Solstice
Summer Solstice atau titik balik utara Matahari akan terjadi pada 21 Juni 2018. Pada saat peristiwa Summer Solstice terjadi Matahari akan terbit dan tenggelam di sebelah timur laut dan barat laut

Bulan Kuarter Akhir
Pada 25 Juni 2019 Bulan memasuki fase Kuarter Akhir. Pada posisi ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Bulan akan terbit sekitar tengah malam dan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita) saat Matahari terbit. Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan setelah Matahari terbenam hingga waktu tengah malam sebelum Bulan terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Leave a Reply