Konjungsi Bulan – Mars
Pada 1 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase Cembung Akhir akan bersebelahan dengan planet Mars yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna oranye sejauh ± 9° dengan posisi planet Mars berada di sebelah barat Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai pukul 20.00 waktu lokal hingga Matahari terbit.

Bulan Kuarter Akhir
Pada 6 Juli 2018 Bulan memasuki fase Kuarter Akhir. Dimana Bulan akan terbit sekitar waktu tengah malam dan akan berada di titik zenith (di atas kepala pengamat) saat Matahari terbit.

Aphelion
Bumi akan mencapai jarak terjauhnya dengan Matahari yaitu sejauh 152,095,566 km. Istilah ini dikenal pula sebagai aphelion. Aphelion terjadi tepatnya pada pukul 23:46 WIB. Saat puncak Aphelion, cakram Matahari akan tampak lebih kecil di bila dibandingkan dengan cakram matahari di bulan bulan biasanya. Hal ini disebabkan oleh jarak Matahari dan Bumi yang berada pada titik terjauh.

Perbandingan cakram Matahari yang dipotret saat Aphelion dan Perihelion. Kredit : Penjelajah Langit

Konjungsi Venus – Regulus
Pada 9 Juli 2018 planet Venus yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna kuning akan bersebelahan dengan bintang Regulus yang tampak bewarna biru sejauh ± 1° dengan posisi bintang Regulus berada di sebelah selatan planet Venus. Peristiwa ini dapat anda saksikan sejak Matahari terbenam hingga 20.31 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Aldebaran
Pada 10 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase Sabit Tua akan bersebelahan dengan bintang Aldebaran yang tampak bewarna oranye sejauh ± 6,5° dengan posisi bintang Aldebaran berada di sebelah timur Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai pukul 03.11 waktu lokal hingga nya Matahari terbit.

Elongasi Tinggi Merkurius
Elongasi tinggi merkurius akan terjadi pada 12 Juli 2018 tepatnya pada sore hari selepas Matahari terbenam.

Bulan Baru
Pada tanggal 13 Juli 2018 Bulan memasuki fase Bulan Baru dengan konjungsi Bulan Matahari terjadi pada pukul 09:00 WIB. Saat Matahari terbenam di sore hari posisi hilal sekitar 3° diatas horizon.

Konjungsi Bulan – Merkurius
Pada 15 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase Sabit Muda akan bersebelahan dengan planet Merkurius yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna putih sejauh ± 5° dengan posisi planet Merkurius berada di sebelah barat Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan mulai sejak Matahari terbenam hingga pukul 20.00 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Venus
Pada 16 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase Sabit Muda akan bersebelahan dengan planet Venus yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna kuning sejauh ± 3,5° dengan posisi planet Venus berada di sebelah barat Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan sejak Matahari terbenam hingga 20.35 waktu lokal.

Ulang Tahun Penjelajah Langit
20 Juli 2018 merupakan ulang tahun Penjelajah Langit yang ke-5. Penjelajah Langit didirikan pada tahun 2013 tepatnya pada tanggal 20 Juli. Selama lima tahun berturut-turut Penjelajah Langit telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan astronomi amatir di daerah maupun di level nasional. Semoga di tahun yang kelima Komunitasi Astronomi Penjelajah Langit semakin produktif dan memberi banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Aamiin


Bulan Kuarter Awal
Fase Bulan Kuarter Awal akan terjadi pada 20 Juli 2018. Setelah Matahari terbenam Bulan akan berada di titik zenith (di atas kepala pengamat). Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam.

Konjungsi Bulan – Jupiter
Pada 20 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase separuh wala akan bersebelahan dengan planet Jupiter yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna putih kekuningan sejauh ± 9° dengan posisi planet Jupiter berada di sebelah timur Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan sejak Matahari terbenam hingga 00.20 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Saturnus
Pada 25 Juli 2018 Bulan yang berada pada fase Cembung Awal akan bersebelahan dengan planet Mars yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna oranye sejauh ± 4° dengan posisi planet Saturnus berada di sebelah barat Bulan. Peristiwa ini dapat anda saksikan sejak Matahari terbenam hingga 04.24 waktu lokal.

Micromoon
Micromoon merupakan peristiwa ketika Bulan mencapai orbit terjauh dengan Bumi dalam satu tahun. Istilah ini juga dapat disebut sebagai apogee. Jarak Bulan terhadap Bumi pada tanggal 27 juli 2018 sejauh 405.269 km.

Oposisi Mars
Oposisi Mars merupakan peristiwa dimana posisi Matahari, Bumi dan planet Mars berada segaris. Saat peristiwa oposisi terjadi planet Mars dapat diamati di sepanjang malam. Opsisi Mars akan terjadi pada 27 Juli 2018.

Bulan Purnama
Pada tanggal 28 Juli 2018 Bulan akan mengalami fase purnama dengan puncak oposisi pada pukul 03:20 WIB. Jarak Bulan terhadap Bumi pada saat oposisi sejauh 402.340 km. Bulan akan menerangi langit malam dari Matahari terbenam hingga terbit kembali.

Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 28 Juli 2018. Puncak gerhana akan terjadi pukul 03:21 WIB. Gerhana ini dapat terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Saat puncak gerhana, posisi Bulan berada di 12-18° di atas horizon untuk wilayah Indonesia bagian barat, dan 6-12° di atas horizon untuk wilayah Indonesia bagian timur. Pengamatan sebaiknya dilakukan di area dengan medan pandang horizon barat tanpa ada penghalang. Gerhana Bulan Total aman diamati dengan mata telanjang.

Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 dapat diamati dengan mata telanjang. Gerhana Bulan akan mencapai puncak pada pukul 03:22:54 WIB. Kredit : Fred Espenak MrEclipse.com

Puncak Hujan Meteor Piscis Austrinids.
Hujan Meteor Piscis Austrinids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 28 Juli 2018. Diperkirakan meteor yang akan tampak dilangit malam sebanyak 5 meteor/jam. Hujan Meteor ini memiliki sumber semu dan seolah-olah akan muncul dari rasi bintang Piscis Austrinus. Rasi bintang tersebut akan terbit sekitar pukul 20:00 WIB. Namun, Pengamatan hujan meteor ini diperkirakan akan terganggu akibat adanya sinar terang dari Bulan Purnama.

Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariids
Hujan Meteor Southern Delta Aquariids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 30 Juli 2018. Diperkirakan meteor yang akan tampak dilangit malam sebanyak 25 meteor/jam. Hujan Meteor ini memiliki sumber semu dan seolah-olah akan muncul dari rasi bintang Aquarius. Rasi bintang tersebut akan terbit sekitar pukul 19:30 bersamaan dengan terbitnya Bulan. Pengamatan hujan meteor ini diperkirakan akan terganggu akibat adanya sinar terang dari Bulan ( Umur Bulan 2 hari setelah purnama).

Puncak Hujan Meteor Alpha Capricornids
Hujan Meteor Alpha Capricornids akan mencapai puncak aktifitas hujan meteor pada tanggal 30 Juli 2018. Diperkirakan meteor yang akan tampak dilangit malam sebanyak 5 meteor/jam. Hujan Meteor ini memiliki sumber semu dan seolah-olah akan muncul dari rasi bintang Capricornus. Rasi bintang tersebut akan terbit sekitar pukul 19:00. Saat rasi bintang terbit posisi Bulan masih berada di bawah horizon. Pengamatan hujan meteor ini diperkirakan akan terganggu akibat adanya sinar terang dari Bulan ( Umur Bulan 2 hari setelah purnama).