Kafe Astronomi Rilis Plugin Starlore Jawa untuk Stellarium

Budaya jawa dimasa lampau ternyata menyimpan banyak kekayaan budaya salah satunya adalah penamaan rasi bintang dalam istilah-istilah bahasa Jawa.Gubuk penceng, lintang kartika, lintang waluku merupakan contoh dari sekian banyak nama-nama rasi bintang yg dibuat oleh masyarakat jawa pada zaman dahulu.

Adanya nama-nama rasi bintang yang ada di pulau jawa merupakan hasil dari imajinasi dan kreatifitas masyarakat jawa saat melihat formasi bintang di langit malam. Di pesisir pantai, rasi crux oleh masyarakat jawa disebut sebagai rasi ikan pari karena bentuknya mirip sekali dengan ikan pari. Sedangkan bagi mereka yang tinggal jauh dari tepi pantai, mereka menyebutnya sebagai gubuk penceng karena mirip sekali dengan bangunan gubuk yang sedikit melenceng. Tak hanya itu saja, kreatifitas mereka menggunakan bintang sebagai penanda musim terabadikan pada nama rasi bintang dilangit malam. Sebutlah lintang waluku. Bagi masyarakat jawa lintang waluku merupakan rasi bintang yang digunakan sebagai pertanda musim bercocok tanam. Lintang waluku memiliki nama internasional rasi orion, disebut sebagai lintang waluku karena formasi bintang yang mereka lihat mirip seperti mata bajak yang berguna untuk membajak sawah.



Rasi orion bagi masyarakat jawa disebut dengan lintang Waluku karena formasi bintangnya menyerupai mata bajak. Sumber : Kafe Astronomi 2014
Rasi orion bagi masyarakat jawa disebut dengan lintang Waluku karena formasi bintangnya menyerupai mata bajak. Sumber : Kafe Astronomi 2014

Melalui sebuah plugin yang dapat diinstall pada stellarium, Kafe Astronomi menghadirkan rasi bintang jawa yang dapat anda pasang pada stellarium secara free. Untuk mendapatkannya, anda dapat mengunjungi alamat resmi plugin stellarium Kafe Astronomi.com yaitu pada link http://kafeastronomi.com/stellarium-plugin

Leave a Reply