JAC memburu Lintang Alihan

Malam 28 Juli 2012 merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh para pengamat langit khusus nya para pemburu hujan meteor. Sebanyak 7 personil Tim Jogja Astro Club Meteor Hunters dilepas dari Markas dan Observatorium JAC untuk bergegas menuju landasan udara FASI pantai depok. Acara dimulai dengan seremonial oleh ketua sekaligus direktur Jogja Astro Club Pak Mutoha Arkanuddin. Seremonial diisi dengan beberapa penjelasan tentang hujan meteor southern delta aquarids dan motivasi untuk selalu istiqomah untuk mengamati langit. 15 menit pun berlalu, para pemburu lintang alihan ini pun mulai bergegas berangkat menuju tempat observasi hujan meteor

1 Jam telah menemani perjalanan mereka dan bulan masih menerangi pemandangan pantai yang tak jauh dari landasan udara FASI pantai depok. Tak lama kemudian sebanyak 26 pengamat hujan meteor berkumpul meramaikan pengamatan hujan meteor. 2 teleskop dipasang dan mulailah kuliah singkat dimulai. Kuliah singkat kali ini bertopik mengenal dan mengklasifikasikan bintang. Bintang yang tampak terang dilangit dan berkelip-kelip memancarkan cahaya nya ternyata memiliki ukuran dan warna yang berbeda-beda. Dua bintang di bandingkan yaitu antares dan vega. Antares tampak merah dan Vega tampak putih. Para pengamat langit pun menyaksikan perbedaan warna dari kedua nya. Setelah mengamati kedua bintang itu, mereka melihat handout klasifikasi bintang dan didapati bahwa kedua nya memiliki kelas yang berbeda. Begitulah kuliah singkat dilakukan hingga bulan tenggelam merah merona di ufuk barat.



Ituuuu!!! Satu persatu meteor pun terlihat dan perburuan hujan meteor dimulai. Para pemburu hujan meteor ini ternyata tidak lah hanya dari jogja saja melainkan juga dari solo dan australia. Salah seorang kawan kami yang berada di australia pun datang meramaikan suasana karena saat itu dia ternyata sedang “pulang kampung” dan mas ichsan dkk juga ikut meramaikan suasana hujan meteor. Asyik nya perburuan hujan meteor ini dilanjutkan dengan foto-foto bersama tak hanya itu saja para pecinta langit ini juga mengamati salah satu tetangga galaksi bimasakti menggunakan binokular. “Ini lihat! Aku sudah mendapatkan andromeda. Tampak seperti kabut tipis putih dan berada disamping bintang” Jelas Mas Eko saat akan memandu para penjelajah langit mengintip tetangga terdekat bimasakti. Akhirnya untuk yang pertama kali nya para pengamat langit baru dapat menikmati keindahan tetangga galaksi kita. Dalam pengamatan menggunakan binokular, andromeda tampak putih tipis dan mirip seperti kabut putih.

Tim Pemburu Hujan Meteor Southern Delta Aquarids 2012. Credit : Agung

Tiga jam telah berlalu dan waktu menunjukkan pukul 02.30 WIB. Para pengamat langit ini pun bergegas mengakhiri perburuan nya. Sebanyak 20 meteor dapat teramati dan 33 pengamat hadir dalam penjelajahan langit Southern Delta Aquarids. Keceriaan dan kepuasan menikmati ciptaan Sang Pencipta tampak pada wajah mereka. Apalagi bagi para pemula yang untuk pertama dan pertama kali nya dapat melihat Galaksi andromeda yang jauh disana. Sebuah harapan besar muncul untuk mengadakan skygazing bersama kembali.

Foto Galaksi Andromeda yang diambil dari Observatorium Jogja Astro Club. Credit : Eko Hadi G

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply