Hujan meteor Lyrids merupakan hujan meteor mayor yang terjadi di setiap bulan april dan tergolong kedalam hujan meteor periodik. Aktifitas hujan meteor Lyrids dimulai dengan masuknya meteoroid-meteoroid ke dalam lapisan atmosfer Bumi pada tanggal 16 April. Jumlah meteoroid yang masuk ke lapisan atmosfer Bumi akan meningkat seiring mendekati waktu puncak hujan meteor yang akan terjadi sekitar tanggal 21 dan 22 April. Pada hari dan tanggal puncak hujan meteor lyrids diperkirakan intensitas meteor yang akan tampak dapat mencapai hingga 18 meteor perjam. Selepas tanggal puncak hujan meteor, perlahan intensitas hujan meteor akan berkurang seiring berkurangnya meteoroid yang masuk di lapisan atmosfer Bumi. Aktifitas hujan meteor lyrids akan berakhir sekitar tanggal 25 April.

Mengulas sejarah terbentuk nya hujan meteor lyrids. Hujan Meteor Lyrids merupakan hujan meteor dimana meteoroid yang masuk ke dalam lapisan atmosfer Bumi tercipta dari reruntuhan partikel debu, es dan bebatuan dari sisa-sisa ekor komet. Komet yang diyakini sebagai komet induk meteoroid ini adalah komet C/181 G1 Thatcher. Komet C/181 G1 Thatcher ditemukan oleh seorang astronom amatir A. E. Thatcher pada 5 april 1861. Komet C/181 G1 Thatcher tergolong sebagai komet yang memiliki periode panjang dimana dalam sekali mengelilingi Matahari komet ini menghabiskan waktu setidaknya sekitar 415 tahun dalam 1x revolusi. Pada tahun 1861 komet C/181 G1 Thatcher melintas dan berpotongan dengan orbit Bumi sejauh 0.002AU. Ekor komet yang tercipta dari material seperti es serta bebatuan bertebaran mengotori orbit Bumi. Saat Bumi melewati orbit yang telah terkotori oleh reruntuhan ekor komet C/181 G1 Thatcher, perlahan-lahan material ekor komet(meteoroid) mulai ditarik oleh gaya gravitasi Bumi. Rata-rata kecepatan yang dihasilkan saat meteoroid memasuki lapisan atmosfer Bumi dapat mencapai kecepatan dari 20 Km/detik hingga 80 Km/Detik. Tinggi nya kecepatan yang dihasilkan dan semakin besar nya tekanan pada bagian depan meteoroid yang hanya berukuran sebesar ibu jari menyebabkan meteoroid terbakar hingga menciptakan cahaya yang sangat terang dilapisan ionosfer dan mesosfer. Meteoroid yang terbakar inilah yang kemudian disebut sebagai Meteor. Jika meteor-meteor yang tampak di langit pada suatu waktu ternyata jauh lebih banyak dari pada di hari-hari biasanya maka pada saat itulah disebut sebagai waktu puncak hujan meteor.

Nama hujan meteor lyrids diambil dari nama radiant atau wilayah langit yang seolah-olah menjadi sumber dari tampaknya meteor-meteor yang muncul. Nama radiant dari hujan meteor Lyrids adalah rasi bintang lyra. Sehingga nama hujan meteor yang seolah-olah bersumber dari rasi bintang lyra disebut sebagai hujan meteor lyrids. Pada bulan April, rasi bintang Lyra akan terbit pada pukul 23.00 WIB. Terbitnya rasi bintang lyra ditandai dengan terbitnya bintang terang Vega yang berada di langit sebelah timur. Jika anda akan melakukan pengamatan hujan meteor lyrids ada baiknya pengamatan dilakukan H-1 sebelum puncak hujan meteor lyrids. Misal tanggal puncak hujan meteor adalah tanggal 21 maka lakukan pengamatan mulai tanggal 20 malam hingga tanggal 21 menjelang matahari terbit.

Radiant hujan meteor lyrids yang terbit pada pukul 23.00 di arah timur laut. Kredit : Stellarium
Radiant hujan meteor lyrids yang terbit pada pukul 23.00 di arah timur laut. Kredit : Stellarium

Untuk melakukan pengamatan hujan meteor ada baiknya anda menyimak artikel “Tips Melihat Hujan Meteor.”

Referensi :
 Alastair McBeath, Meteor Shower Calendar, International Meteor Organization, imo.net
 Jenniskens Peter, Meteor Shower and their Parents Comet, Cambridge