Hujan Meteor Lyrids 2013

Cukup lama kita tidak menyaksikan bebatuan dilangit terbakar dan menghiasi langit saat malam hari. Ya hujan meteor kini akan kembali menghiasi langit indonesia pada akhir bulan april ini. Sebutlah namanya Hujan Meteor lyrids. Mengapa dinamakan demikian? Kita simak bahasan singkat seputar seluk beluk hujan meteor lyrids.

Mengulas kembali sejarah terbentuk nya hujan meteor lyrids. Hujan Meteor Lyrids tercipta karena reruntuhan partikel debu, es dan batu dari sisa-sisa ekor komet C/181 G1 Thatcher saat melewati orbit bumi. Komet C/181 G1 Thatcher ditemukan oleh A. E. Thatcher pada 5 april 1861 dan digolongkan sebagai komet yang memiliki periode panjang. Saat partikel-partikel debu, es dan batu tertarik oleh gaya gravitasi bumi, kecepatan yang dihasilkan oleh es dan bebatuan kian meningkat. Rata-rata kecepatan yang dihasilkan dapat mencapai minimal kecepatan 20 Km/detik hingga 80 Km/Detik. Tinggi nya kecepatan yang di imbangi dengan semakin besar nya tekanan pada bagian depan batuan-batuan yang hanya sebesar ibu jari manusia membuat sisa sisa reruntuhan komet terbakar hingga menciptakan cahaya yang sangat terang dilapisan ionosfer dan mesosfer. Beberapa meteor yang memiliki pijar sangat terang oleh astronom dinamakan sebagai fireball. Umum nya meteor-meteor sebesar ibujari hingga sebesar kepala manusia, saat memasuki atmosfer bumi ia akan terbakar habis dan menguap namun ada juga beberapa meteor yang tidak habis terbakar di lapisan atmosfer dan jatuh ke bumi seperti meteorit di Pasuruan tahun 1975. Nama hujan meteor lyrids diambil dari nama radiant atau wilayah langit yang seolah-olah seluruh hujan meteor bersumber pada satu rasi bintang. Nama radiant itu adalah rasi lyra sehingga hujan meteor itu diberi nama hujan meteor lyrids.



Pengamatan

Melihat dari kondisi langit yang masih sering berawan dan hujan tentu cuaca menjadi salah satu penentu dari keberhasilan kita saat mengamati hujan meteor. Tidak hanya itu saja, fase bulan yang akan mencapai purnama turut menjadi faktor yang akan mempengaruhi gelap terang nya kondisi langit malam. Pada puncak hujan meteor lyrids yaitu 22 April 2013, bulan akan terbenam pada pukul 03.04 WIB. Hujan meteor lyrids memulai aktifitas nya mulai dari tanggal 16 April hingga 25 April 2013. Selama rentang aktifitas ini maka dilangit malam akan tampak meteor yang mulai berlalu lalang dan akan semakin banyak pada saat puncaknya yaitu pada malam tanggal 22 April 2013. Intensitas hujan meteor lyrids termasuk dalam kategori mayor alias banyak dengan rentang meteor perjam nya dari 18 Meteor hingga 90 meteor per Jam. Radiant hujan meteor berasal dari konstelasi lyra yang akan terbit pada pukul 23.00WIB. Sehingga jika anda ingin melakukan pengamatan hujan meteor, carilah tempat yang lapang dengan medan pandang langit ufuk timur gelap, luas dan nyaman kemudian ambil waktu pengamtan pada Senin malam tanggal 22 april hingga selasa pagi 23 April 2013.

Radiant hujan meteor lyrids 22 April 2013. Sumber : Kafe Astronomi, 2012
Radiant hujan meteor lyrids 22 April 2013. Sumber : Kafe Astronomi, 2012

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

Leave a Reply