“Gerhana” Venus 18 September 2017

Selamat datang September. Semoga awan tak segera berarak di langit malam, karena pertengahan bulan ini, hadir fenomena “Gerhana” Venus atau Okultasi Venus yang patut kita amati. Biar tambah tebal iman di hati, karena menyaksikan kebesaran Ilahi.

Detik detik menjelang okultasi Venus pada 7 Desember 2015 . Credit : Greg Hogan

APA ITU OKULTASI?
Membicarakan okultasi, tidak akan lepas dari dua kata yang senada tapi beda, adalah transit dan gerhana. Okultasi, transit dan gerhana sejatinya hanya istilah, ketika seorang pengamat mengamati dua benda langit yang saling melintas. Yang membedakan ketiganya adalah besar piringan benda langit yang tampak di depan pengamat.
Dikatakan okultasi apabila, kedudukan objek langit yang ada di depan pengamat dari Bumi tampak lebih besar dari pada objek di belakangnya. Dengan demikian, objek yang di belakang, sesaat akan hilang dari pengamatan pengamat karena tertutup objek yang tampak lebih besar di hadapannya.

Ilustrasi transit gerhana dan okultasi. Sumber : KafeAstronomi.com

Transit adalah ketika objek langit yang tampak lebih kecil ukurannya melintas di depan objek yang lebih besar di belakangnya. Sementara itu, apabila kedua objek tampak berukuran sama, maka sering kita sebut sebagai gerhana atau eclipse.

Pada pertengahan bulan ini, tepatnya tanggal 18 September 2017 jika diamati dari Bumi, Si Bintang Kejora atau planet Venus akan melintas di belakang piringan bulan hingga sesaat ia tampak ‘bersembunyi’ di balik sabit tua. Inilah Okultasi Venus. Tidak berlebihan jika peristiwa ini disebut langka, karena terakhir terjadi di Indonesia sejak 19 Juli 2015, dan baru akan terjadi lagi di Indonesia pada 27 Mei 2022.

BAGAIMANA CARA MENGAMATI?

Gambar 1. Okultasi Venus tanggal 18 September 2017. Sumber: Stellarium

Pastikan terlebih dahulu sudah ditandai waktunya, Senin pagi, 18 September 2017. Di langit timur, bulan yang sedang dalam fase sabit tua telah terbit sejak pukul 03.50 WIB, namun okultasi venus baru mulai sekitar pukul 05.40 hingga pukul 06.55 WIB. Pengamatan kali ini bisa dilakukan tanpa alat bantu optik, namun jika menginginkan kenampakan yang lebih detail ketika venus menelusup di belakang piringan bulan dapat menggunakan alat bantu teleskop. Memasuki pukul 05.40 WIB posisi Venus yang tampak layaknya bintang kekuningan berada tepat di bawah sabit tua. Tidak perlu khawatir dengan wilayah mana saja di Indonesia yang dapat menyaksikan, karena fenomena ini hampir bisa diamati dari seluruh tanah air, kecuali area Aceh.

Gambar 1. Peta wilayah yang dapat mengamati okultasi venus.

ALTERNATIF PENGAMATAN
Selagi mengamati okultasi venus, Langit pagi juga menawarkan berbagai objek menarik lainnya, sebelum mentari menyingsing. Jika kita menengadah ke langit, maka akan tampak rasi Orion dengan penanda tiga bintang berjajar rapi, yang sering disebut dengan sabuk orion. Jika sedang menggunakan teleskop bisa juga diintip nebula orion, awan debu warna-warni tempat lahirnya bintang-bintang. Selain rasi bintang ada pula galaksi Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil. Hanya saja lokasi pengamatan harus benar-benar gelap atau minim polusi cahaya.

Fase akhir okultasi tak dapat kita amati karena posisi mentari telah tinggi. Alternatif pengamatan yang tak kalah menarik adalah proses sunrise, ketika kemuning surya perlahan lahir dari horison timur, menandakan hari baru telah dimulai.

Leave a Reply