Moon Halo

Halo Lunar!
“Halo, dalam bahasa dan tulisan Latin ἅλως, juga disebut sebagai nimbus atau gloriole. Merupakan fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Di alam biasanya kita lihat saat bulan purnama di malam hari (Halo Bulan) atau saat matahari terang di siang hari (Halo Matahari).

Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh krista
l-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer yang disebut troposfer, sekitar 5-10 km dari permukaan bumi.

Bila lapisan atmosfer bersuhu tinggi, akan berbentuk titik-titik uap air yang hlus, sehingga terjadi halo putih, bila atmosfer bersuhu rendah, titik-titik uap air yang terbentuk cukup besar sehingga akan terjadi halo berwarna atau halo berlingkaran pelangi.”

Date: 27-10-2012 10:27 pm
Location: Bogor
Camera: NIKON D5100
f stop: f/3.5
ISO: 800
Exposure time: 4 second
Focal length: 18 mm
Software: Adobe Lightroom

Leave a Reply