Thursday Dec 18, 2014

Galaksi Bimasakti

Galaksi yang menjadi tempat tinggal kita merupakan salah satu galaksi diantara miliaran galaksi yang ada di lautan alam semesta. Di indonesia khususnya, galaksi tempat tinggal tatasurya kita diberi nama sebagai galaksi bimasakti. Dijepang orang menyebutnya sebagai Ama No Gawa atau yang memiliki makna sungai surga. Lain hal nya Di hungaria, orang hungaria menyebut nya sebagai Hadak Útja yang memiliki makna jalan para pejuang. Dari semua nama yang ada disetiap belahan dunia nama galaksi kita secara internasional diberi nama sebagai Milky Way atau Jalur susu sebagai mana makna dari bahasa latin Via Lactea.

Galaksi bimasakti di foto dengan eksposur 30 detik. Kredit : Eko Hadi G, 2012.

Dikegelapan malam galaksi bimasakti akan tampak seperti kabut maupun awan putih tipis yang bergerak bersama bintang-bintang disekitar nya. Jika kita amati dengan menggunakan teleskop maupun binokuler, kabut putih yang tampak tipis itu merupakan kumpulan bintang-bintang yang sangat banyak dan saling mengumpul membentuk lengan galaksi hingga pusat galaksi. Oleh para astronom, diperkirakan bintang-bintang yang ada di galaksi bimasakti berjumlah sekitar 200 hingga 400 miliar bintang didalam nya.

Dalam klasifikasi morfologi galaksi oleh hubble, galaksi bimasakti termasuk dalam kategori galaksi spiral batang atau galaksi yang memiliki kode SB(Spiral barred). Dikatakan demikian karena galaksi kita sejati nya memiliki lengan-lengan yang saling menyatu kepusat galaksi layak nya sebuah spiral. Jumlah dari keseluruhan lengan yang dimiliki oleh galaksi bimasakti berjumlah lima lengan diantaranya adalah lengan perseus, lengan norma, lengan Scutum–Centaurus, lengan Carina–Sagittarius dan lengan OrionCygnus. Matahari kita sebagai pusat tatasurya terletak pada lengan OrionCygnus dimana jarak antara pusat galaksi dengan matahari sekitar 27.700 tahun cahaya. 27.700 tahun cahaya memiliki arti bahwa sebuah cahaya saja untuk menempuh jarak mulai dari pusat galaksi hingga sampai dimatahari kita membutuhkan waktu perjalanan sekitar 27.700 tahun dengan kecepatan 299.792.458 m per detik. Dengan semakin majunya perkembangan instrumentasi yang dapat mendukung pengamatan langit maka para astronom diseluruh dunia mencoba untuk mengukur diameter dari galaksi bimasakti dan sebuah hasil yang sangat mengejutkan ternyata diameter dari galaksi bimasakti kita mencapai 100.000 tahun cahaya dengan ketebalan galaksi sekitar 1000 tahun cahaya. Sebuah Jarak yang amat sangat jauh antara matahari dan galaksi bimasakti.

Diameter dan ketebalan galaksi bimasakti. Kredit : ESO, NASA, Eko Hadi G(Notasi)

Diameter dan ketebalan galaksi bimasakti. Kredit : ESO, NASA, Eko Hadi G(Notasi)



Besar nya gravitasi yang dapat mengikat seluruh lengan yang berisi bintang-bintang hingga kedalam pusat galaksi bimasakti merupakan salah satu akibat dari besar nya gaya gravitasi yang berada pada pusat galaksi. Didalam pusat galaksi inilah terdapat benda langit yang diyakini memiliki gravitasi amat sangat besar yang tak lain adalah supermassive black hole atau lubang hitam supermasif. Lubang hitam supermasif merupakan benda langit yang memiliki massa dan gravitasi yang amat sangat besar. Diperkirakan massa dari lubang hitam supermasif pada pusat galaksi Bimasakti mencapai 4,3 juta kali massa Matahari kita. Sebuah Lubang hitam dapat tercipta ketika runtuhnya gravitasi pada bintang saat ia mengakhiri hidupnya. Apakah matahari kita dapat menjadi sebuah lubang hitam? Tidak, karena massa dari matahari kita tidak cukup untuk memenuhi syarat untuk menjadi lubang hitam. Lubang hitam maupun lubang hitam supermasif tidaklah dapat kita amati menggunakan teleskop visual yang ada karena setiap benda maupun materi yang terhisap masuk kedalam blackhole, ia tidak akan dapat kembali lagi bahkan cahaya yang memiliki sifat dualisme partikel saja tidak dapat lepas saat ia masuk tersedot kedalam blackhole. Nasib dari bintang-bintang maupun materi yang masuk kedalam blackhole sepenuh nya akan diradiasikan menjadi sinar gamma. Namun demikinan tidaklah serta merta semua benda akan “disedot” oleh lubang hitam. Lubang hitam hanya akan menarik benda langit seperti bintang, planet dan materi lainnya bilamana ia memiliki jarak yang sangat dekat dengannya. Misalkan matahari kita yang saat ini kita lihat adalah lubang hitam maka bumi yang mengorbit lubang hitam tidak akan tersedot hingga kemudian diradiasikan menjadi sinar gamma karena jarak antara bumi dan lubang hitam cukup jauh. Namun akan beda cerita mana kala jarak antara lubang hitam sedekat bumi dengan bulan maka potensi untuk tersedot kedalam lubang hitam sangatlah mungkin. Lubang hitam hanya akan menarik dan menyedot materi disekitar nya bilamana jarak materi terlalu dekat dengannya. Lokasi dimana Lubang hitam supermasif bersemayam pada galaksi bimasakti dikenal dengan nama Sagittarius A* (Baca : Sagittarius A Star)

Referensi : en.wikipedia.org

2 Comments

Comments -49 - 0 of 2First« PrevNext »Last
  1. kecepatan cahaya yg benar 299.792.458 meter per detik, bukan 299.792.458 km per detik
    CMIIW

    1. Iya. terimakasih atas koreksi nya. :)

  2. aku seneng baca Al quran surat al waqiah, katanya biar cepet kaya…tapi bingung juga ketika diayat 75 – 77 ada kalimat : dan kami (Allah swt) bersumpah dengan tempat jatuhnya bintang. itu adalah sumpah yang besar jika kamu sadari. bahwa Al Quran sungguh bacaan yang sangat mulia….awalnya saya selalu bingung, yang dimaksud tempat jatuhnya bintang, padahal bintang lebih besar dari daratan yang ada, yang saya ketahui..kalau jatuh berarti daratanya lebih besar???…baru sadar ternyata Allah sedang bersumpah dengan inti galaksi.

Comments -49 - 0 of 2First« PrevNext »Last

Leave a Reply