Fakta Unik Mengenai Hujan Meteor Geminid

Foto hujan meteor Geminid pada tahun 2012. Credit : Jeff Dai

Bulan desember merupakan bulan yang mengakhiri akhir tahun, tapi bukan itu saja… bulan desember ini juga merupakan puncak dari pertunjukan hujan meteor yang dikenal sebagai hujan meteor Geminid. Hujan meteor geminid ini sangat spektakuler, karena menjadi pemilik intensitas hujan meteor perjam yang paling tinggi. Lebih lanjutnya silahkan dibaca beberapa fakta unik mengenai Hujan Meteor Geminid.

1.Hujan meteor Geminid, dinamakan demikian karena hujan meteor ini terjadi seolah meteor-meteor yang tampak berasal dari rasi bintang Namun kenyataannya…, hujan meteor Geminid ini disebabkan karena Bumi melewati sisa-sisa debu dari jejak sebuah asteroid bernama 3200 Phaethon yang pernah melintas orbit Bumi. Sisa-sisa debu asteroid inilah yang masuk ke atmosfir bumi dan terbakar sehingga menyebabkan terjadinya fenomena hujan meteor Geminid.

2.Hujan meteor Geminid dimulai sekitar tanggal 7 Desember dan mencapai puncaknya pada sekitar tanggal 13/14 Desember. Puncak dari hujan meteor Geminid berkisar antara 50 hingga 80 meteor per jam, namun setiap tahun intensitas hujan meteor ini tampaknya meningkat hingga mencapai 120 – 160 meteor per jam.

Salah satu meteor dari ratusan meteor di hujan meteor Geminid. Sumber : Astronomy Trek
Salah satu meteor dari ratusan meteor di hujan meteor Geminid. Sumber : Astronomy Trek

3.Si Geminid ini merupakan hujan meteor yang termasuk unik. Dimana tiap tahun biasanya hujan meteor disebabkan oleh komet, si Geminid ini di sebabkan oleh asteroid Palladian yang bernama 3200 Phaethon. Hal itu terjadi karena si asteroid sewaktu muda pernah “tersangkut” oleh gaya gravitasi saturnus dan hal itu menyebabkan orbit si asteroid ini melewati orbit bumi sehingga pada saat itu ia melintas dan meninggalkan jejak jejak dari debu asteroidnya.

4.Hujan meteor geminid ini merupakan salah satu hujan meteor yang dapat di lihat di bumi belahan utara sekaligus selatan. Melihat meteor-meteor yang tampak dilangit,meteor-meteor dari hujan meteor Geminid ini juga memiliki ekor ekor meteor yang panjang sehingga ia dapat terlihat bercahaya selama 1 hingga 2 detik.

5.Geminid ini selain menghasilkan kilauan warna meteor berwarna putih, ia juga menghasilkan kilaian warna lain seperti biru, kuning, merah, dan hijau.

6.Hujan Meteor Geminid ini pertama kali tampak jelas pada tahun 1862, tetapi si induknya yaitu sang asteroid 3200 Phaethon, baru teridentifikasi sekitar 120 tahun setelahnya, kira kira tahun 1983 .

7.Hujan meteor Geminid ini dapat di lihat di konstelasi Gemini. Konstelasi Gemini itu sendiri berada sekitar 200 ke timur laut atau kira kira 2 kepal tangan orang dewasa dari Orion, lebih tepanya dari bintang Betelgeuse. Apabila anda mengetahui konstelasi Canis minor, maka Gemini ini berada tepat di sebelah Utara nya.

image006
Cara mencari konstelasi Gemini. Sumber : Eko Hadi G melalui Stellarium

8.Konstelasi Gemini ini memiliki 2 garis yang hampir sejajar yang mewakili si kembar dari mitologi yunani yaitu Pollux dan Castor. Pollux dan Castor ini juga merupakan nama dari bintang yang paling terang di konstelasi Gemini.

GEMIN1.TIF
Pada foto ini bintang Pollux berwarna kekuning-kuningan berada di pojok kanan atas sedang bintang Castor berada dibawahnya. Credit : Jerri Lodriguss

9.Walaupun alat bantu seperti teleskop dan binokuler tidak diperlukan, jika langit cerah anda mungkin dapat melihat hujan meteor jauh lebih banyak dengan kilauan meteor-meteor yang lebih terang jika langit cerah.



Walaupun kemungkinan cahaya Bulan mungkin akan mengganggu pengamatan pada tanggal 14 Desember 2014, jangan kecewa. Karena meteor-meteor dari hujan meteor Geminid ini banyak yang terang, jadi MUNGKIN kita masih dapat melihat kisaran 40 – 60 meteor per jam.

Sumber artikel : http://www.astronomytrek.com/fun-facts-about-the-geminids-meteor-shower/

Leave a Reply