- By Miftahurrahma Rosyda - Thu Jun 28, 11:41 am
- 745 views
Selasa, 26 Juni 2012 Jogja Astro Club kembali melakukan ekspedisi observasi Hujan MeteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. yaitu Hujan MeteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. June Bootids (JBO) 2012 bertempat di landasan pacu aeromodelling Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta. Sejumlah 14 personil berangkat dari Markas JAC pukul 22.00 WIB. Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu kurang lebih satu jam, dan sesampainya di lokasi, tim JAC bertemu dengan personil lain yang telah tiba terlebih dahulu. Observasi kali ini pun menjadi lebih ramai dari biasanya, sekitar 30 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, ibu-ibu dan bapak-bapak, bahkan seorang anak kecil memecah kesunyian pantai Depok demi melihat hujan meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor..
Segera setelah bulan terbenam, para observer menempatkan diri di posisi masing-masing, ada yang sambil tiduran, duduk, mengobrol, makan camilan dan menikmati musik. Tak masalah apapun gayanya, yang penting adalah bagaimana membuat observasi meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. menjadi hal yang sangat menyenangkan. Perlahan-lahan “lintang alihan” mulai menampakkan dirinya. Satu persatu para pemburu meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. ini berteriak “Ituuuu!”
Observasi difokuskan pada langit di bagian utara karena meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. berasal dari Rasi Bootes yang berada di langit belahan utara. Selain meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor., target observasi kali ini adalah Galaksi Andromeda dan Small Magellanic Cloud yang merupakan salah satu satelit galaksi Bima Sakti. Dibantu dengan sebuah binokuler dan sinar laser, para observer juga mendapat penjelasan tentang benda langit lainnya seperti cluster, bintang, planet dan galaksi dari seorang pemandu. Prosesi yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai juga yaitu foto bersama dibawah galaksi bimasakti. Sayang nya dari sekian banyak foto yang ada tak satupun meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. yang tertangkap oleh kamera yang disetting oleh salah satu fotografer kami mas Eko. Seusai foto bersama acara dilanjutkan dengan mengamati langit kembali dan tentunya si fotografer ternyata tidak mau ketinggalan ambil bagian dalam mendokumentasikan foto2x kami. Beberapa DSLR pun disiapkan oleh teman2x kami dan sang fotografer tinggal mengambil gambar. Hasil nya bisa anda saksikan difoto galeri dibawah ini.
Tepat pukul 02.00 WIB, sebelum para observer dapat mengamati galaksi andromeda, kabut dan awan tebal menyelimuti pantai Depok, sehingga tak satu bintang pun terlihat. Acara pengamatan hujan meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. terpaksa harus di hentikan. Namun begitu, tim JAC MeteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. Hunters tetap bersyukur karena dapat melihat 20 meteorPartikel kecil dari antariksa yang terbakar karena gesekan dengan atmosfir Bumi. Terlihat sebagai kilatan cahaya yang biasa disebut "bintang beralih". Sebagian besar meteor berasal dari sisa-sisa material dari komet. Apabila Bumi melintas pada jejak sebuah komet, maka kita di Bumi dapat melihat terjadinya hujan meteor. JBO dan mengabadikan moment spesial ini dengan berfoto di bawah galaksi bima sakti.
Gallery Utama



Foto Aktifitas






-

Loading ...
- 745 views
Print