Di Bulan Tidak Ada Bukti Bulan Pernah Terbelah

Semenjak dirilis nya foto Rima Ariadaeus di media internet oleh badan antariksa amerika dalam situs resmi nya apod.nasa.gov klaim akan bukti bulan terbelah yang dikatakan dalam hadist Rasulullah SAW kian bermunculan. Foto yang dirilis ke publik pada 29 oktober 2002 itu merupakan sebuah foto permukaan bulan yang diambil pada masa eksplorasi bulan di tahun 1969 ketika program luar angkasa Apollo 10 masih berlangsung. Sebuah pertanyaan muncul, Benarkah bulan pernah terbelah?

Dalam agama islam khusus nya, beberapa hadist berkenaan dengan mukjizat Rasulullah SAW telah banyak disebutkan beberapa diantaranya adalah:

  • Hadis riwayat Anas ra.: Bahwa penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah SAW. untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW. memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (Shahih Muslim No.5013)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Sesungguhnya bulan pernah terbelah pada masa Rasulullah saw.. (Shahih Muslim No.5015)

Menilik kebenaran terbelah nya bulan dengan sudut pandang ilmu pengetahuan khususnya astronomi, peristiwa bulan terbelah hingga saat ini belumlah terbukti. Klaim terhadap foto Rima Ariadaeus yang menjadi bukti bahwa bulan pernah terbelah adalah sangat lemah dan tidak bisa dijadikan bukti yang kuat untuk terbelah nya bulan dalam skala mayor(seluruh permukaan bulan menjadi dua bagian). Rima Ariadaeus merupakan salah satu contoh dari sekian banyak rille linear yang terdapat di permukaan bulan.

Foto Beberapa rima atau rille yang terdapat di permukaan bulan. Credit : lpi.usra.edu


Beberapa pendapat mengatakan bahwa Rima Ariadaeus terbentuk ketika bagian dari kerak bulan tenggelam diantara dua jalur patahan paralel saat aktifitas vulkanik di bulan masih berlangsung. Namun dilain pihak, pendapat lain mengatakan bahwa Rima Ariadaeus terbentuk setelah peristiwa tumbukan dari benda langit yang cukup besar(asteroid). Tidak diterimanya Rima Ariadaeus untuk dijadikan bukti bahwa bulan pernah terbelah dalam skala mayor adalah panjang Rima Ariadaeus hanya sepanjang 300 kilometer sedang diameter ekuator permukaan bulan mencapai 1.738,14 kilometer.

Rima Ariadaeus yang hanya sepanjang 300 kilometer dibanding luas nya permukaan bulan. Virtual Moon Atlas.

Meninjau secara mekanisme fisis bahwa bulan pernah terbelah juga sangat sulit untuk dijelaskan. Jika memang bulan pernah terbelah akibat efek dari pasang surut planet maupun bintang induk nya, bulan tidak mungkin dapat bersatu kembali hingga seperti saat ini. Seorang ahli matematika perancis Edouard Roche menyatakan bahwa ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah. Batas minimum yang disebutkan dikenal sebagai Limit Roche dimana angka dari Limit Roche sangat bergantung dengan ukuran benda langit dan kekuatan benda langit untuk menahan gaya gravitasi planet. Dengan bumi sebagai planet dan bulan sebagai Satelit alam yang mengorbitnya, secara matematis bulan memiliki limit Roche sejauh 18.261 kilometer. Jika bulan memang pernah terbelah atau pecah maka setidak nya dalam waktu dekat* ini (*skala kosmos) bulan setidaknya pernah mencapai jarak lebih dekat dengan bumi kita lebih kecil dari angka 18.000 kilometer. Namun faktanya, jarak bulan dengan bumi hingga saat ini masih berada pada jarak yang amat sangat jauh dari limit roche yaitu 384.000 kilometer sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut ilmu pengetahuan bulan tidak pernah terbelah menjadi dua dalam waktu dekat ini (0-2000 tahun).

Terbelah nya bulan merupakan salah satu contoh dari Mukjizat yang di berikan pada Nabi Muhammad SAW yang memang secara ilmu pengetahuan belum bisa bahkan tidak bisa dibuktikan karena itu merupakan salah satu bukti tanda-tanda Kebesaran Nya. Seperti mukjizat yang diberikan pada Nabi Ibrahim dimana ia tak mempan dibakar api dan Musa yang dapat membelah lautan merupakan salah satu dari sekian banyak contoh mukjizat yang pernah terjadi dimana tidak dapat dijelaskan melalui akal maupun pikiran. Sebagai wujud salah satu Iman kepada Rasul, maka sepatut nya kita meyakini bahwa pada masa Rasulullah SAW bulan pernah terbelah sebagaimana hadist yang telah disebutkan diatas. Saya pribadi sebagai penulis artikel ini sepenuhnya yakin akan terbelah nya bulan saat Nabi Muhammad SAW menunjukkan mukjizat nya. Mukjizat merupakan salah satu tanda kebesaranNya namun bukan berarti mukjizat harus dapat dijelaskan menggunakan akal maupun pikiran manusia.

Foto Rima Ariadaeus yang di klaim sebagai bukti patahan saat bulan terbelah. Credit : Nasa.gov

Referensi :

http://www.nasa.gov
http://tdjamaluddin2.wordpress.com

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, Web Kafe Astronomi.com merupakan salah satu wujud kecintaannya kepada dunia astronomi di Indonesia. Email : [email protected] Fb : Eko Hadi G

49 thoughts on “Di Bulan Tidak Ada Bukti Bulan Pernah Terbelah

  • 14/02/2013 at 4:30 PM
    Permalink

    saya percaya dengan terbelahnya bulan, karena untuk terbelahnya lautan juga terbukti dengan ditemukannya tengkorak pasukan yang mengejar nabi musa saat laut merah terbelah

  • 18/02/2013 at 4:52 PM
    Permalink

    bahwa bulan dulunya pernah terbelah jadi dua sudah tidak terbukti . Saya masih nunggu tulisan tentang fungsi bintang yang katanya untuk melempar syaitan.

    • 25/03/2013 at 4:20 PM
      Permalink

      bintang dalam bahasa arab tak brarti bintang dalam bahasa indonesia.. bahasa arab adalah bahasa kuno, bintang bisa juga meteor dan kita tau meteor tak semuanya besar,,

  • 18/02/2013 at 8:12 PM
    Permalink

    Allah SWT Membela Bulan dan menyatukannya kembali tampa bekas,,
    Klw ada bekasnya gk asik,, !
    Setuju gk kawan ?

  • 20/03/2013 at 11:58 AM
    Permalink

    Percaya sama siapakah kita.? percaya sama ALLAH Azza Wajala dan Rosul-Nya..!! Apa percaya kepada makhluknya.?
    Ga ada yang mustahil Bagi Allah Azza Wajala, jangankan membelah bulan.?? Untuk menghancurkan Alam semesta ini saja ALLAH bisa..( KIAMAT ), itu lebih dari membelah bulan.
    Tidak semua HAL bisa kita tela’ah dengan sesuatu yang ilmiah, manusia hanya makhluk yang kecil dan lemah jika dibandingkan ilmu Allah dan Rosul-Nya ( JAAUUUUUUUHHHHHHHHHHH )

  • 14/04/2013 at 1:36 AM
    Permalink

    for Mr. Abu Faiz ane sgt setuju dgn pernyataan njenengan…sip!!!

  • 22/04/2013 at 1:23 PM
    Permalink

    Sangat menarik sekali pembahasannya. Dan saya setuju. Hanya untuk membelah bulan dan menyatukannya kembali tentu itu mudah bagi Allah, bahkan tanpa bekas sekali pun. Saya percaya dahulu Nabi Muhammad memang benar2 membelah bulan menjadi 2….

  • 24/04/2013 at 3:09 PM
    Permalink

    “Terbelah” itu kan bisa punya banyak makna. Bukan berarti harus terbelah beneran gitu juga. Kan itu kata2 hadist. Kata2 manusia. Dimana keterangan manusia itu pemaknaannya bisa dibantahkan.
    Itu bukan keterangan dari Al-Quran kan? Kata Allah?
    Kalau laut terbelah itu memang Quran sendiri jelaskan.

    • 22/01/2014 at 2:04 PM
      Permalink

      ada di dalam Al QuranTelah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. (QS Al Qomar (54): 1)

    • 11/11/2014 at 1:56 PM
      Permalink

      اِقۡتَـرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الۡقَمَرُ
      telah dekat saat itu, dan bulan telah terbelah (Al Quran surat Al Qamar ayat 1)

      ini keterangan dari Al Quran, kata Allah. yg tentu saja disampaikan oleh Nabi Muhammad.

  • 28/04/2013 at 10:20 PM
    Permalink

    Ranah ilmu bahas dg ilmu, ranah iman bahas dg keimanan……gimana gan,sist? setuju

  • 07/05/2013 at 11:56 PM
    Permalink

    Ga ada yang mustahil Bagi Allah Azza Wajala, jangankan membelah bulan.?? Untuk menghancurkan Alam semesta ini saja ALLAH bisa..( KIAMAT ), itu lebih dari membelah bulan.

  • 09/05/2013 at 11:43 PM
    Permalink

    mohon maaf saudara, bagi orang beriman yang yakin dengan adanya hari akhir, tidak perlu menuntut bukti atas sesuatu firman Allah dan Sabda Nabi-Nya, cukuplah mengatakan qolu sami’na wa ata’na (kami dengar dan kami mentaatinya)

  • 17/05/2013 at 1:10 PM
    Permalink

    Aku sepakat dengan pramadya bahwa tafsir atas bulan pernah terbelah itu musti di kaji. Itu adalah hadist di Alquran konteks pembahasan mengenai terbelahnya bulan lebih menceritakan pada konteks ketika kiamat tiba. So hadist itu perlu di telusuri lebih dalam rawi dan matanya. Apakah makna terbelah itu adalah terbelah secara fisik. Atau bisa jadi secara fisik gak terbelah tapi ketika dilihat oleh mata manusia pernah terbelah karena mungkin ada variabel yang membuat secara indrawi mata manusia di fanakan seperti peristiwa fatamorgana. Rosulullah jarang memberikan mukjizat yang berbentuk bukti empirik karena zaman nabi rasionalitas manusia sudah sangat berkembang. Dengan begitu maka mukjizat yang berupa Alquran dengan ajaran2 yang sangat ilmiah dan masuk akallah yang merupakan mukjizat utama yang luar biasa. Kalo kita orang berakal dan mempotensikan akal kita maka kita akan paham kebesaran ALLAH

    • 23/05/2013 at 4:30 PM
      Permalink

      Sorry Bro Jack, pernyataan Anda “.. di Alquran konteks pembahasan mengenai terbelahnya bulan lebih menceritakan pada konteks ketika kiamat tiba..”, adalah pernyataan yang keliru. Orang yang memahami linguistik Bahasa Arab tahu bahwa surah al-Qamar: 1 yang menyatakan bahwa bulan terbelah, itu menggunakan bentuk kalimat lampau bukan kalimat yang menyatakan masa depan. Jadi berdasarkan kalimat tersebut, bahwa al-Quran sendiri telah menyatakan bahwa bulan memang pernah terbelah. Menggunakan potensi akal secara maksimal itu benar, namun bukan berarti ketika ada hal/fenomena dalam al-Quran dan as-Sunnah yang tidak bisa dijelaskan oleh akal lantas kemudian akal yang dimenangkan. Kalau mau di-challenge dengan akal, maka hampir sebagian besar pernyataan dalam ranah keimanan tidak bisa dibuktikan secara empirik. Contoh: Bagaimana Anda secara empirik bisa membuktikan eksistensi malaikat, jin, iblis, syurga dan neraka..? Adakah kakas ilmiah yang bisa digunakan untuk membuktikan hal-hal tersebut..? Lantas kalau tidak bisa dibuktikan secara empiris apakah pilihan yang tersedia Kita harus menolak keyakinan tersebut..? Kita yang katanya makhluk rasional ini, kerap keliru membedakan antara “tidak/belum mampu membuktikan” dengan “tidak ada bukti”, contoh: gelombang elektromagnetik dg berbagai frekuensi yang tak terdeteksi secara inderawi telah lama ada di alam semesta, kalau misalnya -entah bagaimana- terlontar ke masa lalu ketika kakas pendeteksi/penangkap transmisi gelombang elektromagnetik belum ada kemudian Anda berbicara pada manusia jaman itu bahwa di alam semesta ada gelombang elektromagnetik yang “berseliweran” menerpa tubuh kita kemudian memberi efek terhadap kesehatan, menurut Anda apakah Anda bisa menerima pendapat orang-orang yang mengatakan bahwa pernyataan Anda nonsense, padahal Anda tahu Anda benar namun belum/tidak bisa membuktikannya..?

    • 12/10/2014 at 1:15 AM
      Permalink

      alquran adalah mukjizat modern, karna islam akn berhadapan dgn jaman yg selalu meminta bukti ilmiah seperti yg kita alami sekrng ini. sdgkan mukjizat sebelum muhammad saw adalah mukjizat yg mirip dgn permainan sulap yg memang disukai oleh umat dari msg2 rasul wkt itu. dan untuk mengalahkan sihir yg msh membuat umat pd jaman tsb terkagum2

  • 19/06/2013 at 2:27 PM
    Permalink

    Bukan hanya hadist, tapi juga dalam Al Qur’an surat Al-Qomar (54) : 1 yang terjemahannya “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan” dan kita, sebagai kaum muslimin, meyakini kebenaran Al Qur’an secara mutlak, setiap kata, bahkan setiap hurufnya.

    Ilmu pengetahuan berkembang dan mungkin akan ada saatnya dimana kita akan mengetahui secara pasti bahwa bulan telah terbelah. sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya yang hanya baru abad ini saja dapat membukti kebenaran Al Qur’an (misalnya: 2 laut bertemu dan tidak bercampur, membenamkan lalat yang jatuh ke air minum untuk menetralisir penyakit yg dibawa lalat; silahkan cari di google).

    Namun tentu masalah terbelahnya bulan bukan agenda dan prioritas bagi ilmuan yang bukan beragama islam. Bagi ilmuan yang muslim, juga tidak lah banyak berarti hasil dari kebenaran terbelahnya bulan itu nantinya, karena mereka sudah meyakini sebelaumnya. Hanya masalah kemampuan manusia saja yang berarti sudah mencapai tingkatan yang lebih tinggi.

    Dan masih banyak lagi mutiara2 kebenaran Al-Qur’an yang akan terungkap dengan semakin majunya ilmu dan sains.

    Akan tetapi masalah akidah dan petunjuk hanyalah Milik Allah SWT semata. Allah memberi petunjuk kebenaran dan jalan yang lurus kepada orang yang dikehendaki Nya, dan kepada orang yang sungguh2 mencari jalan menuju kebenaran.

  • 19/06/2013 at 2:49 PM
    Permalink

    Kasus terbelahnya bulan bukan hanya ada dihadist, tapi juga dalam Al Qur’an surat al-Qomar (54) : 1 yang terjemahannya “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan” dan kita, sebagai kaum muslimin, meyakini kebenaran Al Qur’an secara mutlak, setiap kata, bahkan setiap hurufnya.

    Ilmu pengetahuan berkembang dan mungkin akan ada saatnya dimana kita akan mengetahui secara pasti bahwa bulan telah terbelah. sebagaimana ilmu pengetahuan lainnya yang hanya baru abad ini saja dapat membukti kebenaran Al Qur’an (misalnya: 2 laut bertemu dan tidak bercampur, membenamkan lalat yang jatuh ke air minum untuk menetralisir penyakit yg dibawa lalat; silahkan cari di google). 

    Namun tentu masalah terbelahnya bulan bukan agenda dan prioritas bagi ilmuan yang bukan beragama islam. Bagi ilmuan yang muslim, barangkali juga tidak lah banyak berarti hasil dari kebenaran terbelahnya bulan itu nantinya, karena mereka sudah meyakini sebelumnya. Hanya masalah kemampuan manusia saja yang berarti sudah mencapai tingkatan yang lebih tinggi. 

    Dan masih banyak lagi mutiara2 kebenaran Al-Qur’an yang akan terungkap dengan semakin majunya ilmu dan sains.

    Menerima keterbatasan kita saat ini atau tidak, sangat tergantung cara pandang kita tentang ilmu pengetahuan dan sejarah masa lalu. Dan petunjuk hanyalah milik Allah SWT semata. Allah memberi petunjuk kebenaran dan jalan yang lurus kepada orang yang dikehendaki Nya, dan kepada orang yang sungguh2 mencari jalan menuju kebenaran.

  • 21/06/2013 at 3:34 PM
    Permalink

    HAhaha,,
    Tulisan gk usah jauh2 dicari OM !
    di Kafe Astronomi.com juga ada kok,,
    http://kafeastronomi.com/di-bulan-tidak-ada-bukti-bulan-pernah-terbelah.html
    Tapi saya masih percaya sih.,,
    Jika anda membaca tulisan di atas,, Pembuat tulisan itu atw NASA berkesimpulan bahwa tidak ada Bukti Bahwa bulan pernah terbelah KArena tidak Memiliki Bekas,,
    ada sih bagian bulan yg mirip patahan seolah itulah bekas bahwa bulan pernah terbelah,,
    tapi patahan itu sangatlah pendek,, dan katanya tidak bisa dijadikan Bukti bahwa Bulan Pernah Terbelah,,
    Berikut potongan artikel
    “Beberapa pendapat mengatakan bahwa Rima Ariadaeus terbentuk ketika bagian dari kerak bulan tenggelam diantara dua jalur patahan paralel saat aktifitas vulkanik di bulan masih berlangsung. Namun dilain pihak, pendapat lain mengatakan bahwa Rima Ariadaeus terbentuk setelah peristiwa tumbukan dari benda langit yang cukup besar(asteroidJuga disebut sebagai planet minor, yakni sekumpulan benda angkasa berukuran kecil dengan bentuk tidak beraturan yang mengedari matahari. Orbit asteroid umumnya berada di antara orbit planet Mars dan Jupiter. Beberapa asteroid memiliki orbit yang menyimpang sehingga dapat memotong orbit Bumi. Asteroid semacam ini digolongkan sebagai Near Earth Asteroid (NEA).). Tidak diterimanya Rima Ariadaeus untuk dijadikan bukti bahwa bulan pernah terbelah dalam skala mayor adalah panjang Rima Ariadaeus hanya sepanjang 300 kilometer sedang diameter ekuator permukaan bulan mencapai 1.738,14 kilometer.”
    ~~
    inGAT bEDAkan Bekas Terbelahnya Bulan dengan Bulan Pernah Terbelah,,
    Pertanyaannya:
    Apakah untuk Menyimpulkan Bahwa bulan pernah terbelah haruslah ada bekas??
    sekali lagi ,, Ingat!
    Ini Adalah Mukjizat,,
    gk bisa di jelaskan secara Ilmiah,, sama dengan Peristiwa Isra’ Mi’raj!
    Karena ini Mukjizat,, Sangatlah Mudah Bagi ALLAH SWT untuk membelah bulan dan menyatukannya kembali Bahkan Tanpa BEKAS !
    Sama dengan Jika disaat Operasi,,
    Untuk Manusia,, Membela Perut kemudian menyatukannnya kembali Tanpa Bekas atw Luka itu bisa dikatakan Mustahil,, Krn minimal ada bekas Jahitan,,
    tapi untuk Allah itu sangatlah Mudah untuk Memotong Perut dan Menyatukan kembali tampa Bekas Luka sedikitpun Seperti bahwa Perut Tersebut Pernah Terbelah,,
    Kasus ini hampir sama dengan yg sekarang kita alami,,
    SUlit dimakan Nalar bila bulan tidak Memiliki Bekas,,
    Tapi klw di lihat bahwa Bulan pernah terbelah tampa bekas itu masih masuk akal,,,
    karena Peristiwa hampir sama dengan Patahan Lempengan atw Kerak Bumi,, Tapi dalam Peristiwa terbelahnya Bulan Patahan dalam Kondisi Macro ( keseluruhan) hingga terbelah menjadi 2 sperti Buah apel dibelah 2,,
    Kemudian disatukan kembali itu juga masuk akal,,
    Pernahkah anda mendengar bahwa jika ada 2 logam besi yg saling menentuh maka akan menyatu selamanya,,
    dan seperti harus ada bekas hasil tumbukan setelah penyatuannya kembali,,
    apakah kedua Apel bila dsiatukan kembali setelah dng irisan sempurna menggunakan piso tajam dan disatukan kembali seperti ada bekas???
    bisa anda praktekkan..
    Hahaha,, Haruskah Ada bekas,,
    Apakah Tanahnya Bulan begitu rapuh sehingga harus ada bekas,,
    pengembalian sangatlah sempurnah karena cara tebelahnya juga sangat sempurna ,,
    ~~~~~~~
    ada satu potongan artikel lagi
    “Meninjau secara mekanisme fisis bahwa bulan pernah terbelah juga sangat sulit untuk dijelaskan. Jika memang bulan pernah terbelah akibat efek dari pasang surut planet maupun bintang induk nya, bulan tidak mungkin dapat bersatu kembali hingga seperti saat ini. Seorang ahli matematika perancis Edouard Roche menyatakan bahwa ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah. Batas minimum yang disebutkan dikenal sebagai Limit Roche dimana angka dari Limit Roche sangat bergantung dengan ukuran benda langit dan kekuatan benda langit untuk menahan gaya gravitasi planet. Dengan bumi sebagai planet dan bulan sebagai Satelit alam yang mengorbitnya, secara matematis bulan memiliki limit Roche sejauh 18.261 kilometer. Jika bulan memang pernah terbelah atau pecah maka setidak nya dalam waktu dekat* ini (*skala kosmos) bulan setidaknya pernah mencapai jarak lebih dekat dengan bumi kita lebih kecil dari angka 18.000 kilometer. Namun faktanya, jarak bulan dengan bumi hingga saat ini masih berada pada jarak yang amat sangat jauh dari limit roche yaitu 384.000 kilometer sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut ilmu pengetahuan bulan tidak pernah terbelah menjadi dua dalam waktu dekat ini (0-2000 tahun).”
    Sekali Lagi Ingat,,
    Ini adalah mukjizat,,
    Sangat mudah Bagi ALLAH SWT untuk membela bulan dan menyatukannya kembali,,
    Kalau pake Logika bahakan perhitungan Matematis Bulan Terbelah kemudian menyatu Kembali itu bisa dikatakan mustahil,,
    ________
    1 lagi,,
    Bukannya saya mau sok tau dengan Umur saya yg masih 16 tahun,,
    Tapi jika dipikir2kan lebih Jauhh Apa yg ada Di Al-qur’an itu semuanya MAsuk akal,,
    tak ada Yang dapat mengalahkan kebenaran AL-Qur’an yg dihias dengan penysunan Kata2 yg Sangat Indah,, kata2 yg tidak lansung ke inti,, bisa dikatakan MAJAS<<
    ALLAHU AKBAR !
    Dan saya Lebih Percaya dengan ALLAH Azza Wajala dan Rosul-Nya daripada percaya dengan Makhluknya yg Kafir,, YAhudi (NASA).

    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
    Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

  • 23/06/2013 at 7:43 PM
    Permalink

    ga usah jauh2 dlm contoh kecilnya saja besi patah itu bisa disatukan oleh pandai besi jika dipanaskan dan mulus tak tinggalkan jejak,2 bongkah tanah keras bisa disatukan dgn bantuan air,semua itu perbuatan manusia,apalah artinya Bulan dibelah tak meninggalkan jejak gampang itu wong yg y ciptakan bulan Alloh kok.simple kan.ga usah mikir2 ruwet.

  • 20/07/2013 at 6:48 PM
    Permalink

    ahai saudaraku yang seiman aku mencintai kalian semua begitu pula yang tidak seiman aku juga mencintai kalian semua..i love u full.
    ini hanya pesan buat saudaraku yang kuncintai jangan lah saling berbantah bantahan..tiada untung malah merugi membuat ahlaq kita jelek dan membuat permusuhan antara sesama mahkluk allah yg tlah allah ciptakan..
    aku cinta Allah…aku cinta rasul-rasul nya dan ciptaan nya termasuk kalian semua..dan aku percaya semuanya.
    nabi muhammad pernah membelah bulan aku percaya.
    nabi isa_almasih putra maryam myembuhkan,menghidupkan orang lumpuh dan mati aku percaya..
    nabi musa As membelah lautan aku juga percaya..tidak ada keraguan sdikitpun kepada mereka semua karna aku mencitai allah yg menciptakan sekalian alam ini dan rasul rasul nya..apa susah bagi allah..membuat bulan terbelah,orang mati_hidup lagi,laut bisa terbelah..????apa susah nya bagi alllah..?kecuali saudaraku yang aku cintai tidak percaya atau tidak myakini.ini sebagai pemikiran atau gambaran
    dulunya kita tidak ada di dunia ini dan tidak pernah melihat dunia ini dan tidak tau tentang dunia ini..sekarang kita ada..siapa yang mciptakan kalian.?bukan ayah bukan ibu tetapi Allah yang mcintakan kita semua tiada tuhan yg patut di sembah kcuali dia..?ayah dan ibu kita pun allah yg mciptakan sampai nenek moyang kita adam dan hawa hanya allah yg meciptakan.itu lah bukti mukjijat yang di berikan kepada rasul_rasul dan kamu kita semua.coba kalian pikirkan.jgn saling berbantahan mencontoh kan ahlaq yg kurang baik buat saudara saudara dan keturunan adam/hawa di dunia.seperti firman allah yg sangat kucintai..
    hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS An Nisaa’ 4 : 59)
    mari saudaraku kita pelajari kitab apa yang pernah di turunkan rasul rasul allah.
    tidak usah jauh jauh yg kalian pelajari..kitab injil dan alqur,an saja itu sudah cukup membuat pikiran kalian terbuka semoga kalian beriman pada allah yang menciptakan kamu dan jangan kamu menduakan nya karna allah itu esa dan kuasa.itulah manusia turun nabi musa dgn bukti bukti kuasa allah byk yg tidak percaya kepadanya malah ingin membunuh nya di turunkan lagi nabi isa al masih masih juga tidak percaya dan ingin membunuh nya dan di turunkan lagi nabi muhammad saw juga byk yg ingin membunuh nya padahal mereka semua di bilang ahli sihir dan berbagai macam tuduhan mereka pdhal untuk kebaikan kita seisi sealam yg di bawanya.wassalam i love u full.

  • 21/07/2013 at 11:25 AM
    Permalink

    nah ini dia ayat2 quran dan hadist KEBANYAKAN NGAWOR

    jika kita tanya apakah bukti mujizat muhammad sebagai nabi

    kayak nabi perjanjian lama:

    jawabannya

    1. alquran mujizatnya

    alquran didesign seperti meramal2/menduga2
    dan duga2 / ramal2 ala quran

    HARUS DIPECAHKAN dengan kebetulan2 oleh 

    ILMUWAN2 YAHUDI DAN NASRANI

    agar ramal/duga2 ala quran jangan memalukan

    a.mujizat bulan terbelah

    koq mujizatnya rada2 aneh dan tidak mempunyai saksi
    dan bukti yang otentik, apalagi MANFAAT BERGUNA

    cth :mujizat musa LAUT TERBELAH saksinya umat israel
    manfaatnya membebaskan israel dari kepungan herodes

    2. LEBAH MAKAN buah2an: buah pisang buah tomat,buah jengkol,dll

    3.gunung jadi TIANG PASAK BUMI supaya gak goyang
    muhammad melihat ketika buat tenda dia tatap dari
    atas tenda tendanya diganjal kayu dari bawah sebagai pasak
    TENDA2 ADA BUKIT2NYA diatas tenda

    dan muhammad menduga bumi datar dan manusia berdiri diatas tenda
    berbukit2

    4. matahari tenggelam pada lumpur hitam: muhammad membayangkan
    matahari Ttiap2 hari kelilig dari atas tenda bumi

    5.bintang berserakan di bumi seperti kelereng,dan menjadi alat pelempar setan

    MEMANG ini MUJIZAT atau TIPUAN????????

    renungkan dan pikirkan lah

    • 04/09/2014 at 12:30 PM
      Permalink

      memang sulit menghubungkan ilmu pengetahuan dengan agama/religion,tapi bukannya kitab suci/holly book datangnya dari Tuhan.Apa benar dunia terbentuk seperti dalam tesk Kejadian/Genesis http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/11/apakah-betul-dinosaurus-hidup-bersama.html -sebernanya saya agak kecewa dengan ulasan semacam ini,karena dari segi pembahasan membuat seolah-olah Tuhan salah perhitungan,ato mungkin manusia sudah mulai meragukan Keberadaan Tuhan dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi-.GBU ALL

  • 25/09/2013 at 4:10 PM
    Permalink

    belah bulan hanya untuk membuat orang percaya ?? ohh man..!! itu kondisinya sangat berbeda dengan musa membelah laut untuk menyelamatkan umat bangsa israel dari tanah mesir..

  • 13/11/2013 at 10:36 AM
    Permalink

    di kasieh mukjijat laut terbelah tetep aja masieh ada yg ga percaya
    di kasieh mukjijat tidak mempan terbakar api tetep aja masieh ada yg ga percaya…
    di kasieh mukjijat bulan terbelah pun tetep aja ada yg ga beriman
    memang hidayah adalah hak gusti allah

    klo mau belajar… jangan belajar jangan menggunakan pikiran sinis saja… belajar dimulai dengan benci ya jd nya semua yg di pelajari di pahami jelek trus ngawur trus serba berbau negatif..
    belajar harus adil…
    alhamdulillah……..
    ku hidup di lingkungan keluarga katholik dan muslim…
    ku membaca juga injil, dan ku juga belajar al- quran.
    aku membaca injil ga pake pikiran negatif karena dlu masieh sekolah smp.. biasa aja.. walaupun aku di sodori berbagai macam buku karangan dari para non muslim yg membenci islam..
    isinya menjelek jelekan islam… menjelek jelekan nabi muhammad….
    namun semakin ku baca malah semakin penasaran…
    apakah benar sejelek itu..???
    nah.. untuk mencari sesuatu yg benar, ga adil jika belajar dari satu sisi saja. akhirnya aku jejerkan semua buku buku dari non muslim termasuk injil dengan sebuah al-quran terjemahan
    alhamdulillah.. .. aku bisa menilai sendiri pilihan ku…
    untuk mencari kebenaran kita pun harus belajar. bukan menanamkan kebencian yg sumbernya hanya dari satu sisi saja.
    pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang…
    kita orang yg bebas.. jangan mau begitu saja ditanamkan kebencian di cekoki pola pikir yg belum kita tau. manusia itu cerdas… pasti bisa berpikir.. kecuali yg sudah di tutup hatinya ma gusti allah……..

    buat saudara ku….
    hidayah itu hak gusti allah..
    tugas kita hanya menyampaikan kebenaran
    sabar saja.

    rosul saja yg seorang nabi menyampaikan kebenaran kepada pamanya tetep saja tidak mau berubah.
    nabi nuh jg menyampaikan kekeluarganya juga tetep ga mau berubah
    karena hidayah hanya gusti allah yg memberikan..

    apalagi kita yang hanya manusia biasa
    kita ga bisa mengislam kan orang lain tanpa seizin allah…

    tugas kita belajar, sampaikan kebenaran.
    mari semangat tuk terus belajar……

  • 15/12/2013 at 3:06 PM
    Permalink

    1) … sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut ilmu pengetahuan bulan tidak pernah terbelah menjadi dua dalam waktu dekat ini (0-2000 tahun)

    tapi kemudian ;
    2) Terbelah nya bulan merupakan salah satu contoh dari Mukjizat yang di berikan pada Nabi Muhammad SAW yang memang secara ilmu pengetahuan belum bisa bahkan tidak bisa dibuktikan karena itu merupakan salah satu bukti tanda-tanda Kebesaran Nya

    wahai editor atau penulis artikel , make up your mind !
    malu sama nama website astronomi yang merupakan ilmu pengetahuan (science) , tapi scientific reasoning-nya ga jalan , terima kasih .

  • 04/01/2014 at 5:06 PM
    Permalink

    Saya percaya, bahwa bulan pernah terbelah!
    Kalau sekarang kita belum bisa memikirkan bahkan belum bisa membuktikannya, bukan berarti, bahwa hal itu tidak pernah terjadi, tetapi itu hanya karena pikiran kitalah yang terbatas.
    Jangankan hanya sekedar membelah bulan, Ingatlah, bahwa pikiran dan kemampuan yang kita miliki hingga menjadikan kita seperti sekarang ini adalah TUHAN yang memberikan.

  • 14/01/2014 at 3:56 PM
    Permalink

    1. Yg perlu diperdalam lagi ialah apa makna “terbelah” dlm bahasa arab/aslinya krn biasanya kala bhs sdh diterjemahkan maka makna asli akan terdistorsi/terreduksi.
    2. Atau bs jd sains/tekno kita yg blm mampu mengungkapnya
    3. Setiap muslim tetap percaya pd mukjizat nabinya, meski blm/tdk terbukti. Ini masalah ta’abbudi (dogma) bkn ta’aqquli (logika). Wallahu a’lam.

  • 14/01/2014 at 4:06 PM
    Permalink

    Oh ya 1 lagi. Term mukjizat itu adalah “amrun khariqun lil ‘adah” sesuatu yg berseberangan dg kebiasaan. Bila dibahasa sainskan: “sesuatu yg terjadi di luar konteks logis/empiris”

  • 17/01/2014 at 7:13 PM
    Permalink

    Singkat saja. “SOK TAHU” itu kata yang tepat, cuma mendarat dan foto, saja apa bisa di jadikan objek penelitian ?. Toh penulis cuma comot sana comot sini, bisa bilang “tidak ada bukti” seolah- olah sedang mempublikasikan hasil penelitian yang sudak maksimal getoh.. hadehh.. Kenapa sih manusia ngak mikirin yang menjadi ruang lingkup manusia, malah memikirkan hal hal di luar kemampuan manusia. yang paling penting, jangan menimbulkan SARA lah.. jujur saya tersinggung.

  • 29/01/2014 at 4:58 AM
    Permalink

    Otak manusia ada batasnya gan, jangan dituhankan. Untuk masalah bulan pernah terbelah ini ane jg g tau gan, apa terbelahnya bneran ato ada variabel lain yang menyebabkan tampak terbelah. Mungkin waktu yang bisa menjawabnya gan, kalo skrg mungkin masih blum ketemu faktanya. Tapi jgn sampe melemahkan keimanan kita gan, karena kita beriman bkn karena hal2 seperti ini, kita beriman karena pilihan kita untuk meyakini sesuatu yg kita anggap paling benar gan. CMIIW gan

  • 22/02/2014 at 6:22 AM
    Permalink

    saya bukan orang yang ahli mengartikan kata2 dalam AlQuran atau hadist. terlalu indah isi dan maknanya kalau hanya untuk dibuktikan dengan mata atau teleskop. banyak sekali arti kiasan2 di dalamnya. hanya orang bodoh yang sedikit2 menghubungkan kejadian di alam semesta dengan AlQuran dan hadist, karena bisa saja membuat kita menjadi murtad…..
    ilmu pengetahuan memberi kita banyak informasi tapi jangan lantas selalu dihubungkan dgn ayat suci atau hadist. debat kusir yang terjadi akan membuat kita bermusuhan………

  • 05/04/2014 at 9:57 PM
    Permalink

    Saya percaya akan hal itu .. apapun bisa terjadi atas kehendak allah swt… ya itu lah mukjizat allah yang telah di berikan pada baginda rossullulah nabi muhammad saw .. dan bukti yang tepat mungkin yang tercatat’pada alquran dan memang bgtu adanya .. alquran tidak pernah bohong dan tak pernah berubah2 isi kitabnya …jadi al qUrAn itu asli dari tuhan ….

  • 14/06/2014 at 11:57 AM
    Permalink

    Bulan dibelah saat kaum musyrik meminta Nabi Muhammad untuk memberikan bukti atas kenabiannya. Dengan pertolongan Allah S.W.T, bulan pun terbelah menjadi 2 bagian yg saling menjauhi dan beberapa saat setelahnya dipersatukan lagi seperti semula. keterangan bulan terbelah menjadi 2 akan terjadi LAGI saat kiamat. Intinya bulan pernah terbelah menjadi 2 pada jaman Nabi Muhammad.

  • 18/07/2014 at 5:19 PM
    Permalink

    Ilmuwan NASA Telah mengungkapkan bawah di bulan terdapat celah dengan panjang beberapa ratus kilometer, kemudian mereka pun menemukan beberapa celah lain di permukaan Bulan yang sampai sekarang belum diketahui penyebab retakan terebut, beberapa Ilmuwan lain beranggapan bawah celah tersebut bekas dari cairan Lava hanya saja spekulasi ini sebatas teori yang tidak terbuktikan, terdapat Sejumlah besar celah pada permukaan bulan, dan beberapa di antaranya mensimulasikan `Retakan yang tersambung` seolah-olah kita berada di depan permukaan logam retak kemudian merapat !, Ilmuwan NASA menyebut fenomena ini sebagai: `rilles are still a topic of research` yang berarti fenomena celah ini masih dalam proses penelitian, Bahkan hingga sekarang pun celah ini masih membingungkan para ilmuwan dalam menjelasan penyebabnya, dan semua teori yang mereka kemukakan jauh dari kenyataan gambar yang diperoleh oleh NASA.

    Kelemahan akal manusia menjadikan menuduh yang bukan-bukan untuk Islam, namun sesungguhnya agama  disisi Allah itu adalah Islam. Baik kamu percaya atau tidak Allah telah menetapkan. 

  • 02/09/2014 at 5:44 AM
    Permalink

    Peristiwa bulan terbelah pernah terjadi juga di Tiongkok, India, Persia dan suku Maya pada zaman Muhammad. Kemudian mereka tulis/gambar seperti kebiasaan mereka pada media yg biasa digunakan.

    Pelajari agama samawi mu lebih dalam, maka kamu akan menemukan Islam.

  • 03/11/2014 at 3:32 AM
    Permalink

    Pertama ngakak dulu ah…
    Mujizat yg dilakukan Muhamad membelah bulan jd dua?? Trus disatuin lg jd satu? Wah kacau balau dong bumi saat itu krn longitude rotasi bulan kan sejalan dgn bumi. Wkwkwk… dikira puzzle apa, bisa di copot pasang.

    Tapi lbh lucu ketika Sang Nabi bilang bumi ini datar… hahaha… hal inilah, yg pada masa itu IPTEK blm berkembang jd main asal tulis aja tanpa mikir dan dgn gampangnya bilang ini itu mujizat Tuhan, menjadi tuntunan ke mujizat nabi selanjutnya yaitu Nabi menahan matahari tenggelam!! Wahahaha… Dia kira matahari itu bergerak sendiri apa? Matahari itu konstan! Bumi yg bergerak mengelilingi matahari. Itu namanya rotasi bumi dan bkn hanya bumi saja yg berotasi pd matahari tp planet2 lain di tata surya kita. Jaman skrg mah ini ada dipelajaran IPA anak SD!

    Jd gimana mau nahan matahari tenggelam? Wong yg menciptakan “efek” matahari terbit/tenggelam adalah rotasi bumi itu sendiri! Bukan mataharinya yg bergerak naik turun. Haduuhhh haduhhh…
    THINK SMART! DON’T BE A FANATIC! Atau sekalian aja gak usah bicarain IPTEK supaya ga bikin aneh ajaran kepercayaan itu sendiri.

  • 12/11/2014 at 9:50 AM
    Permalink

    Haha bodoh.. datang sana ke bulan, masa ga sadar? itu foto semua dari nasa, siapa nasa? apakah nasa komunitas muslim yg datang ke bulan meneliti untuk mencari kebenaran dan menyebarkan kebenaran tersebut? ya engga laah… rajin bgt nasa yang notabene mayoritas non muslim datang jauh jauh ke bulan cuma buat nyari kebenaran al qur’an lalu di publikasikan “Ya ternyata alquran benar”

  • 18/11/2014 at 8:04 PM
    Permalink

    Segala Mukjizat yg tertuang dalam AlQur’an tidak bisa di jangkau secara ilmiah dengan ilmu pengetahuan. Mukjizat di turunkan untuk menambah ketaqwaan kaum muslim

  • 18/12/2014 at 7:46 PM
    Permalink

    Saya punya pendapat begini : • Upaya Imam Bukhari memilah-milah dari ratusan ribu hadits, menyelidiki silsilah hadits dan kredibilitas perawinya, kemudian mengkategorikannya menjadi hadits sahih, palsu, dst, hingga terseleksi tinggal tak sampai 10 ribu saja yang diklasifikasikan sebagai sahih. Itu mengingatkan umat muslim agar teliti sebelum menganggap sebuah klaim hadits itu pasti sahih! • Salah satu cara yang membantu umat muslim untuk me”masti”kan kesahihan suatu hadits, Imam Al Ghazali menyarankan agar mencerna isi kandungannya, apakah baik, bijak, mencerahkan, ataukah sebaliknya tidak baik, tidak masuk akal sehat, negatif? Kalau negatif, saran beliau, tinggalkanlah jangan diikuti sekalipun ada yang bilang itu sabda Nabi, karena itu bertentangan dengan citra Nabi Muhammad yang luas dikenal sebagai pribadi jujur, santun, bijaksana, cerdas, rasional. • Sekarang soal “bulan terbelah”, apakah itu sahih? Kalau sahih, apakah maknanya harafiah? Ataukah metafora? • Dari segi sains, hingga saat ini tidak ditemukan buktinya. silakan klik link ini : http://www.faktailmiah.com/2010/07/12/apakah-bulan-pernah-terbelah.html • Dari segi keyakinan, kalau umat muslim percaya hadits itu sahih dan memang terjadi, ya pegang saja keyakinan itu tanpa ragu dan tanpa perlu pembuktian ilmiah. Meskipun apa yang diyakini bisa berbeda dengan fakta.

Leave a Reply