Cerita Gerhana Bulan Sebagian dan Transit Venus

Awal bulan Juni ini ada 2 event astronomi yang menarik, yaitu Gerhana Bulan Sebagian(GBS) dan transit venus. Tim JAC tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan observasi dan mengabadikan kedua moment spesial ini. Observasi GBS dilakukan pada tanggal 4 Juni 2012 tepatnya pukul 18.00-19.00 di Madrasah Mu’allimiin Muhammadiyah Yogyakarta. Observasi dilakukan bersama santri dan guru fisika Madrasah Mu’allimiin. Cuaca pada malam itu cukup cerah, sehingga pengamatan pun dapat dilakukan tanpa gangguan awan.

Menurut cerita jawa kuno, gerhana bulan sering disebut ‘Wulane dipangan buto’ yang artinya bulan dimakan Buto, semacam makhluk besar atau raksasa yang dipercaya orang jawa kuno sebagai penguasa bumi. Pada kenyataannya gerhana bulan terjadi saat matahari, bumi dan bulan berada dalam 1 garis lurus. Ada satu hal yang menarik dari observasi kami pada saat itu, seorang santri seusai shalat gerhana mendatangi kami lengkap dengan sarung, baju koko dan peci. Santri tersebut duduk bersimpuh di depan kami dengan lugunya dan bertanya terkait astronomi dan Jogja Astro Club sendiri. Santri tersebut terlihat sangat antusias sekali, terlihat dari ekspresi wajahnya yang begitu berbunga-bunga saat berdiskusi dengan kami. Ternyata santri tersebut masih kelas 1 SMP, dia berkata bahwa mulai menyenangi astronomi sejak SD. Bahkan dia sudah membaca buku ilmu falak yang seharusnya menjadi mata pelajaran anak kelas 1 SMA. Satu hal yang menjadi pelajaran berharga bagi kami, astronomi tidak hanya milik orang dewasa, tapi juga milik para remaja, bahkan sejak anak-anak pun sebaiknya mulai ditanamkan rasa cinta kepada astronomi agar tahu betapa besarnya kekuasaan Sang Pencipta.



2 hari kemudian, yaitu pada hari rabu 6 Juni 2012, Tim JAC melanjutkan ekspedisinya, hari itu merupakan hari yang sangat berharga bagi penggemar astronomi, karena pada hari itu terdapat fenomena langka yang baru terulang kembali 105,5 tahun kemudian, yaitu transit venus. Transit venus terjadi ketika matahari, venus dan bumi berada pada satu garis lurus, sehingga penduduk di bumi dapat melihat venus berimpit dengan matahari. Transit venus ini juga dijuluki sebagai gerhana venus, karena posisi venus yang berada di antara bumi dan matahari persis dengan posisi bulan saat gerhana matahari. Tim ekspedisi JAC pun ingin mengabadikan moment spesial ini dengan mendatangi observatorium Assalam Sukoharjo. Dimana observatorium tersebut memiliki teleskop Lunt, teleskop Lunt adalah teleskop khusus matahari yang dilengkapi filter hidrogen alpha sehingga aman dan dapat melihat beberapa fenomena matahari seperti prominensa.

Tim ekspedisi JAC terbagi menjadi dua tim, tim ekspedisi pertama mencapai observatorium Assalam pukul 06.00 WIB, sedangkan tim ekspedisi kedua baru berangkat dari Markas Jogja pukul 07.30 karena melakukan pengamatan transit venus terlebih dahulu di Markas. Observatorium Assalam pun tidak hanya dikunjungi oleh tim ekspedisi JAC yang jumlahnya sekitar 20 orang, namun juga civitas akademika di sekitar observatorium, astronom amateur dan tentunya CASA (Club Astronomi Santri Assalam) sendiri.

Transit venus dapat diamati mulai pukul 05.13 WIB hingga 11.47 WIB. Namun karena sampai pukul 07.00 mendung tebal menyelimuti daerah sukoharjo, maka pengamatan pun dilakukan setelah pukul 07.00. Setelah itu, sesekali awan tipis pun terlihat, sehingga pengamatan terganggu. Walau begitu, Tim ekpedisi JAC cukup bersyukur karena dapat mengabadikan moment spesial ini. Sampai jumpa di transit venus 2117

Foto Transit Venus

Astrophotographer : Eko Hadi G

Galeri Transit Venus

Leave a Reply