[Referensi]
Blue Moon. Mungkin istilah yang satu ini tidak asing lagi bagi kita. Ada beberapa istilah yang mirip seperti Blue Moon yang juga menggunakan akhiran moon seperti Supermoon, Minimoon dan Bloodmoon. Keempat istilah tersebut sebenarnya merupakan istilah yang mengacu kepada Bulan Purnama pada kondisi tertentu. Supermoon adalah fenomena Bulan Purnama yang tejadi saat Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi. Minimoon adalah kebalikan dari supermoon, minimoon adalah istilah yang digunakan ketika Bulan berada pada jarak terjauh dengan Bumi. Sedang Bloodmoon adalah istilah yang digunakan ketika gerhana Bulan total terjadi dan Bulan berwarna merah pekat.

Meski bernama Blue Moon tapi tidak serta merta Bulan berwarna biru.

Nah, bagi kalian yang baru mendengar istilah Blue Moon, apa yang ada di benak kalian saat mendengar kata ini? Akankah Bulan berubah warna menjadi berwarna biru? Apa yang membedakan antara Blue Moon dengan purnama pada biasanya? Saat peristiwa Blue Moon terjadi, warna Bulan akan tetap seperti pada saat Bulan Purnama di hari hari biasa. Lantas kalo sama mengapa disebut Blue Moon? Blue Moon merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut fenomena Bulan Purnama kedua saat dalam satu bulan masehi terjadi dua kali fase purnama.

Bagaimana Blue Moon dapat terjadi?
Peristiwa Blue Moon dapat terjadi ketika dalam satu bulan masehi(Januari, Februari – Desember) terjadi dua kali fase Bulan Purnama. Untuk Bulan menyelesaikan dari fase Bulan baru kemudian purnama dan kembali lagi ke fase Bulan Baru dibutuhkan waku lamanya sekitar 29,5 hari. Waktu ini umumnya disebut sebagai periode sinodis Bulan. Sedang dalam kalender bulan masehi, 1 bulan lamanya antara 29 hari, 30 hari hingga 31 hari sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi perbedaan antara periode sinodis dengan jumlah hari dalam kalender masehi. Jika perbedaan waktu ini terus berjalan maka akan ada waktu dimana fase Bulan Purnama terjadi hanya sekali dalam satu bulan Masehi dan ada juga waktu dimana fase Bulan Purnama terjadi dua kali dalam satu bulan masehi. Inilah alasan mengapa ada Blue Moon atau dalam 1 bulan masehi dapat terjadi dua kali fase Bulan Purnama.

Blue Moon yang akan terjadi pada bulan Oktober 2020. Sumber : skyviewcafe.com

Pada tahun 2018 peristiwa Blue Moon terjadi sebanyak dua kali. Blue Moon yang pertama terjadi pada Bulan Januari yang lalu dan Blue Moon yang kedua terjadi pada bulan Maret. Pada bulan Januari, fase Bulan Purnama pertama jatuh pada tanggal 2 Januari 2018 sedangkan fase Bulan Purnama kedua terjadi pada 31 Januari 2018. Kemudian peristiwa Blue Moon selanjutnya terjadi pada bulan Maret. Fase Bulan Purnama pertama jatuh pada 2 Maret 2018 kemudian fase Bulan Purnama kedua jatuh pada 31 Maret 2018. Fase Bulan Purnama kedua inilah yang kita sebut sebagai Blue Moon.

Kalender fase Bulan pada bulan Maret 2018 terjadi dua kali fase Bulan Purnama pada tanggal 2 Maret dan 31 Maret. Sumber : skyviewcafe.com

Bagaimana cara mengamatinya?
Untuk mengamati Blue Moon tidak perlu peralatan khusus dan tentunya aman untuk mata telanjang. Untuk menikmati Blue Moon ini sama halnya seperti kita akan melihat Bulan Purnama di hari biasanya. Cukup kita keluar rumah dan melihat kearah dimana Bulan berada di langit malam. Saat peristiwa Blue Moon terjadi Bulan akan terbit selepas matahari terbenam dan terbenam saat Matahari terbit sehingga dalam satu malam penuh kita dapat melihat Blue Moon sepanjang waktu. Meski kalian berada di wilayah yang kaya akan polusi cahaya dengan kondisi langit cerah dan terbebas dari awan, Bulan tetap akan terlihat karena magnitudo visual Bulan Purnama saat itu akan mencapai -12,92. Sehingga dalam level polusi cahaya yang tinggi pun masih bisa kita nikmati. Akan tetapi alangkah lebih indah jika kita bisa menikmati Bulan Purnama di tempat yang minim polusi cahaya.

Kira-kira kapan ya terjadi Blue Moon lagi?
Untuk memperkirakan peristiwa Blue Moon akan terjadi, kita umumnya dapat menggunakan siklus Meton untuk menentukan berapa kali terjadinya 2 kali fase Bulan Purnama dalam kurun waktu 19 tahun. Siklus meton adalah sebutan atau istilah dimana dalam waktu yang lamanya 19 tahun masehi(Misal 2000-2019) terdapat kurang lebih sekitar 235 kali terjadi periode sinodis Bulan. Dalam satu siklus meton ini peristiwa fase Bulan Purnama akan terjadi sebanyak 235 kali. Kemudian pada kalender masehi dalam satu tahun terjadi 12 bulan yaitu Januari, Februari hingga Desember. Jika kita hitung jumlah bulan masehi dalam kurun waktu 19 tahun maka akan kita dapatkan hasil 228 bulan(12 bulan x 19 = 228 bulan). Dengan menggunakan siklus Meton ini akan kita dapati selisih antara jumlah fase Bulan Purnama dengan jumlah bulan masehi yang merujuk pada berapa kali Blue Moon akan terjadi yaitu 235 – 228 = 7 kali Blue Moon. Namun bilamana dalam 1 tahun pada kurun waktu 19 tahun tersebut tidak terjadi fase Bulan Purnama pada bulan Februari maka hasil selisih jumlah fase Bulan Purnama dengan jumlah bulan masehi akan ditambah 1 dan umumnya pada tahun tersebut akan terjadi dua kali Bluemoon. Sebagai contoh dalam kurun waktu 19 tahun mulai tahun 2018 hingga tahun 2037 terdapat 7 kali peristiwa Blue Moon. Namun karena pada tahun 2018 dan tahun 2037 fase Bulan Purnama tidak terjadi pada bulan Februari maka Blue Moon yang terjadi ditambah sebanyak 2 kali yang berasal dari tahun 2018 dan 2037. Sehingga jumlah Blue Moon yang akan terjadi dalam kurun waktu 2018 hingga 2037 akan terjadi sebanyak 10 kali Blue Moon.

1. 31 Januari 2018
2. 31 Maret 2018
3. 31 Oktober 2020
4. 31 Agustus 2023
5. 31 Mei 2026
6. 31 Desember 2028
7. 30 September 2031
8. 31 Juli 2034
9. 31 Januari 2037
10.31 Maret 2037

Sebagai informasi tambahan, Blue Moon umumnya jatuh pada bulan Masehi yang memiliki jumlah hari sebanyak 30 atau 31. Blue Moon dapat terjadi jika dalam satu tahun Gregorian ada 13 kali bulan pernama. Sehingga pada tahun 2018 ini terjadi dua kali Blue Moon karena pada bulan Februari tidak ada Bulan Purnama. Jika jumlah Bulan Purnama yang terjadi dalam satu tahun sebanyak 12 fase Bulan Purnama maka hal ini juga memiliki kemungkinan terjadinya Blue Moon jika pada bulan februari tidak ada fase Bulan Purnama.

Referensi :
http: //earthsky.org/?p=270206
https://moongiant.com/fullmoons/2018/
https://www.obliquity.com