Beda Lebaran bukan Persoalan Hisab vs Rukyat

Ma'rufin Sudibyo

Orang biasa saja yang suka menatap bintang dan sedang mencoba menjadi komunikator. Saat ini sebagai ketua tim ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kebumen, Jawa Tengah. Aktif pula dalam Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak Rukyatul Hilal Indonesia (LP2IF RHI), Ikatan Cendekiawan Falak Indonesia (ICFI), Jogja Astro Club dan International Crescent Observations Project(ICOP). Juga sebagai pembimbing dan pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIF) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKF) Kebumen, keduanya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

You may also like...

14 Responses

  1. Busro wintolo says:

    Pencerahan yang jarang saya dapatkan , luar biasa….. Singkat saja komen dari saya, kalo para astronom gak tau itu dari nasa atau lainnya bisa menentukan dengan akurasi yang sangat tinggi tentang akan terjadinya gerhana bulan jauh hari sebelumnya….pertanyaan saya kenapa umat islam sedunia tidak bisa menentukan 1 syawal tepat seperti itu…? Karena salah keputusan bedanya satu hari.

  2. Iwan says:

    Jika memang orang2 Indonesia lebih pinter dibanding negara2 lain… kenapa yg dipermasalahkan cuman penetapan 1 syawal, kenapa 1 ramadhan kok kompak? Mestinya jika konsisten, rukyat harus dilakukan setiap bulan, demikian juga dengan sidang isbat… Jadi penanggalan hijriah harus dibuat setiap bulan… Dan mulai lakukan ini saat menetapkan awal tahun baru hijriah.. :-)

  3. mga says:

    hebat sekali indonesia, bs mengklaim arab, malaysia, singapura salah liat………….. ???

  4. Mario Ray Mahardhika says:

    Ini baru namanya penjelasan, punya dasar dan bisa menjawab klaim dari pihak2 lain. Ijin lempar link kemari ya, biar nyebar…

  5. Tonang says:

    Assalamualaikum wr wb.

    Pak Ma’rufin Sudibyo, terima kasih atas tulisan yang menambah banyak informasi. Saya ada beberapa pertanyaan yang mengganjal:

    1. Ada kalimat bahwa: seandainya konjungsi dipakai sebagai rujukan tunggal Kalender Hijriah, maka akan banyak salahnya. Pertanyaan saya: bagaimana cara para penerbit Kalender itu menentukan penanggalan Hijriah Pak? Apakah setiap bulan mereka juga harus melakukan konfirmasi dengan melihat hilal? Apakah berarti setiap bulan, selalu ada risiko “koreksi” terhadap penanggalan tersebut. Beberapa mengatakan “yang penting kan cuman beberapa hari saja seperti awal puasa, 1 Syawal dan 10 Dulhijjah”. Tetapi, kalau kita ingin mendorong penggunaan Kalender Hijriah secara global, bukankah harus ada kepastian sistem?

    2. Beberapa kali terjadi, meskipun 1 Syawal-nya berbeda hari, tetapi 10 Dulhijjah-nya (pada tahun yang sama) kok bisa sama? Atau sebaliknya pada 2010 kemarin, 1 Syawal-nya sama, tetapi kok 10 Dulhijjah-nya berlainan? Apakah berarti di akhir Syawal juga harus dilakukan konfirmasi hilal? Atau di awal Dulhijjah mungkin?

    3. Melihat ternyata banyak masalah kompleks dalam hal “berhasil tidaknya melihat hilal”, apakah penetapan suatu kriteria bersama juga akan berisiko masih tergantung pada kondisi lokal/setempat/sesaat itu? Bagaimana mengakomodasi risiko tersebut Pak?

    Terima kasih Pak.

  6. alfin says:

    ah sok benar sendiri apakah semua ahli seluruh dunia goblok coba berkaca dan terus belajar untuk mengupas masalah agama

    • alfin says:

      makanya selamanya kita tidak bisa membuat kalender hijriyah karena setiap hari harus melihat hilal dan sampai kapanpun kita tidak bisa bersatu dan kalender hijriyah tidak bisa digunakan untuk melakukan perbuatan hukum karena batal demi hukum tanggal bebeda dan harus diperbaiki terus

  7. Ibnu Mahmudi says:

    Hebat ulasannya,saya sangat tercerahkan.

  8. ace says:

    keren pak, artikelnya objektif. membacanya tidak perlu berpanas-panas ria :D
    bisakah kriteria imkan rukyat menjadi penentu? karena kondisi lokasi sangat menentukan, bisa jadi kan kondisinya dibawah kriteria, namun terlihat?

  9. syamsul says:

    Moga bisa bersatu…

  10. Oslo escort says:

    Mungkinkah baik-baik saja yang akan menempatkan hal tentang ini di weblog kecil pribadi saya jika saya posting referensi untuk halaman web ini?

  11. escort says:

    Anda benar-benar seorang webmaster yang baik . Kecepatan loading situs luar biasa . Tampaknya Anda lakukan setiap trik yang unik . Selain itu , Isinya karya besar . Anda telah melakukan pekerjaan yang fantastis pada topik ini ! semoga sukses

  12. rizal says:

    ini artikel harus dibaca kemenag nih, dan diedarkan ke seluruh ormas islam, biar tahu yang bener dan baik untuk semua… 

  1. 19/09/2011

    […] Tentang masalah ini, kami sarankan pembaca untuk mempelajari tulisan Pak Ma’rufin Sudibyo di Kafe Astronomi dan Pak Abdul Muid di Kompasiana. Oleh karena itu, dengan dalil bahwa jika hilal tidak terlihat, […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>