Astronomy with hand


Dalam semua ilmu eksak sebuah ukuran adalah hal yang sangat penting untuk membandingkan suatu hal dengan hal lainnya. Begitu pula dalam ilmu astronomi, untuk mengukur sudut antar objek kita gunakan sebuah satuan yang disebut derajat. terkadang ada orang yang menyebut besar sudut ini sebagai jarak antara objek yang satu dengan lainnya. Jarak yang dimaksud bukan lah jarak panjang antar objek melainkan sebuah sudut yang dibetuk antara objek yang satu dengan objek yang lain dengan titik sudut adalah mata.

 Sudut yang dibentuk antar objek
Sudut yang dibentuk antar objek

Lantas bagaimana kita bisa menetukan besar sudut yang dibentuk antar objek langit jika kita tidak ada alat sama sekali? Tanpa menggunakan alat sebenarnya Tuhan sudah memberikan sebuah alat yang praktis dan selalu dibawa kemana-mana. Alat itu adalah tangan dan jari kita. Untuk menentukan besar sudut yang dibentuk antar objek kita dapat memperkirakan dengan menggunakan jari dan kombinasi nya seperti pada gambar tetapan sudut berikut.

Tetapan besar sudut menggunakan jari

Sesudah kita tahu ketetapan-ketetapan dari jari dan kombinasi nya kini saat nya kita mempraktikkan. Caranya silahkan rentangkan tangan anda sampai lurus. Ada baiknya gunakan tangan kiri biar ndak bingung ngliat gambarnya. Nah kemudian gunakan satu mata (tutup mata kanan dan gunakan mata kiri) perkirakan berapa panjang antar objek itu dapat dijangkau dengan menggunakan jari dan kombinasi nya. Apakah satu genggaman tangan, satu kelingking atau satu genggaman tangan + jempol? Sesudah panjang antar objek dapat dijangkau dengan jari dan kombinasi nya maka lihat pada gambar tetapan sudut maka itulah besar sudut yang dibentuk antar objek. Jika ternyata 1 genggaman tangan dan kombinasi jari belum dapat mencapai objek, boleh kita menambahkan menggunakan 1 tangan lagi dan untuk besar sudut tetap sama seperti pada aturan.

Contoh Besar sudut yang dibentuk antar objek sebesar 10 derajat
Ketinggian posisi benda langit setinggi 1 derajat dari horizon atau garis batas laut dengan bumi. Copyright: Kafe Astronomi.com

Bagaimana sudah jelas bukan cara menetukan besar sudut atau “Jarak” antar objek langit? Kini anda sudah tidak boleh bingung dengan istilah kekiri dari sirius sekian derajat dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat yach baik untuk diri saya, anda dan orang lain. See you and happy skygazing. 

Tim JAC saat mengukur ketinggian antara bulan dengan Horizon

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, penelitian seputar etnoastronomi merupakan salah satu kegiatan yang digemarinya di komunitas astronomi Penjelajah Langit. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

6 thoughts on “Astronomy with hand

  • 27/03/2011 at 4:02 PM
    Permalink

    kafe astronomi itu sendiri apa sih ? komunitas atau hanya forum aja ? letak nya ada dimana ? di jakarta ada ga? gw suka bgt sama astronomi dan lagi nyari teleskop bintang kira kira ada saran ga teleskop jenis mana yg lebih dominan dan harga nya pun ga over budget ? thank you for sharing and please reply my question ..

    • 29/03/2011 at 9:13 AM
      Permalink

      Kafe Astronomi itu web dari Komunitas Jogja Astro Club di kota Yogyakarta. Saya minta perkiraan budget nya berapa? nanti saya carikan spesifikasinya baik untuk yang deep sky maupun planetary.

  • 02/09/2011 at 3:03 PM
    Permalink

    Mohon saran, jika saya (awam astronomi) berkeinginan u memiliki teleskop bintang, utamanya untuk belajar/membantu pengamatan hilal; manakah yang lebih baik?
    1. Meade StarNavigator 102 4″ go-to refractor
    2. Meade StarNavigator 114 4.5″ go-to reflector
    Terima kasih

    • 03/09/2011 at 1:45 PM
      Permalink

      Berdasarkan opsional yang diberikan saya lebih menyarankan untuk menggunakan jenis refractor teleskop atau opsi pertama. Teleskop jenis refraktor sangat baik digunakan untuk pengamatan planetary seperti bulan, planet dan matahari(dengan filter tentunya).

      Pilihan dua atau teleskop reflektor baik nya digunakan pada pengamatan yang membutuhkan light gathering yang cukup banyak seperti pengamatan deepsky(galaksi, nebula, cluster)

      Simpul nya saya menyarankan untuk menggunakan Teleskop Refractor atau pilihan pertama 🙂

  • 31/12/2012 at 2:08 AM
    Permalink

    Wiih, bagus bgt informasinya. Thanks ya atas informasinya, bisa lebih tau deh bagaimana mengukur derajat bintang :), hanya dengan tangan.

Leave a Reply