Aplikasi Astronomi untuk Android – Part 1

Android merupakan salah satu sistem operasi yang kian hari kian menduduki peringkat ke atas dalam persaingan nya. Blackberry yang dulu nya disebut-sebut sebagai HP yang sangat digandrungi kaum muda, kini mulai turun semenjak persaingan antara BB, Android dan IPhone berlangsung. Berbeda dengan BB dan IPhone, Android merupakan sistem operasi yang berbasiskan opensource atau kode terbuka. Gampang nya OS android dapat kita dapatkan dengan free alias ga bayar. License yang diberikan pun GPL karenanya beberapa vendor software baik korporat maupun personal mengembangkan software nya untuk kepentingan dalam memenuhi kebutuhan manusia.

Android memiliki banyak sekali software. Bila anda ingin mengecek nya silahkan berkunjung di market.android.com. Dari sekian banyak software yang ada kita dapat mencari software sesuai dengan kebutuhan kita. Bila anda seorang navigator maka aplikasi yang “berbau-bau” navigasi dapat anda temukan disini. Bagaimana dengan kita? Astronomi. Aplikasi astronomi yang disediakan di market.android.com sangat beraneka macam jenis nya mulai dari yang berlicense free hingga membayar. Dalam bahasan kali ini akan dibahas aplikasi android yang memiliki license free saja alias tidak berbayar. Baiklah kawan, langsung saja kita bahas satu persatu aplikasi-aplikasi astronomi apa yang dapat membantu kita dalam mengenali langit kita. Now Universe in your hand. ^_^



Google Skymap
Google skymap adalah salah satu software simulasi langit yang dikeluarkan oleh google sebagai produsen dari si sistem operasi robot hijau ini. Google skymap memiliki fitur-fitur yang tergolong “meng-optimalkan” fasilitas dari mobile devices android. Dalam penggunaan nya sebagai aplikasi simulasi langit, google skymap memberikan penggunanya beberapa pilhan mode seperti automatic mode dan manual mode dalam menjelajah langit malam. Secara default, google skymap akan mensetting untuk pertamakali dengan menggunakan mode automatic dimana ketika pengguna ingin mengetahui posisi benda langit atau mengetahui benda langit yang ada di hadapannya. Pengguna hanya mengarahkan mobile devices maupun tablet PC nya ke benda langit yang diinginkan(termasuk rasi bintang). Tidak hanya itu saja, bila pengguna ingin mencari letak dari posisi benda langit dan rasi bintang maka pengguna tinggal mengetikkan nama rasi atau benda langit yang diinginkan maka secara otomatis google skymap akan memberikan petunjuk dengan memberikan panah ke objek yang dimaksud. Woww… asyik ya? Automatic mode ini cocok sekali bagi anda yang ingin berkenalan dan mengenal rasi-rasi bintang beserta bintang nya

Manual mode merupakan mode ke-dua. Dengan manual mode, pengguna akan dimanjakan dengan pengoperasian simulasi google skymap seperti stellarium. Tampilan yang tersedia pada google skymap meliputi objek messier, rasi bintang, planet hingga meteor. Dari segi cara kerja aplikasi google skymap, Google skymap menggunakan perangkat GPS yang sudah “tertanam” dalam mobile maupun pc tablet sehingga saat user mengarahkan devices nya ke arah benda langit maka secara otomatis Google Skymap akan menggunakan database dari data lokasi pengguna berada. Bila ditinjau Secara performa, google skymap boleh dikatakan sebagai aplikasi android yang tidak membutuhkan resource devices yang cukup tinggi alias aplikasi yang ringan dan tidak membutuhkan koneksi internet untuk mengoperasikan nya.

Salah satu fitur Google skymap yang cukup membantu dalam simulasi langit adalah Time Travel. Time travel memberikan kita simulasi langit yang realtime pada waktu yang diinginkan. Dengan memberikan tanggal, bulan tahun dan waktu, Google skymap secara otomatis akan mensimulasikan posisi benda langit, rasi bintang dan bintang sesuai yang kita inginkan. Asik nya lagi, automatic mode dan manual mode dapat kita gunakan pada saat simulasi di lakukan. Woww asyik ya 😀

Skeye
Boleh dibilang mungkin hampir mirip dengan google skymap. Namun aplikasi yang satu ini tergolong aplikasi simulasi langit yang memiliki level advance. Pada aplikasi skeye, data yang disuguhkan kepada pengguna sangat lengkap mulai dari koordinat, aksensiorekta, deklinasi, magnitude. Pada skeye versi 5.4.1, kecerahan bintang akan ditunjukkan dengan simbol bintang yang berukuran besar sedang pada bintang bermagnitude rendah akan diberikan symbol bintang berukurankecil.

Sama hal nya dengan Google Skymap, Skeye juga memiliki 2 mode yaitu manual dan automatic. Pada fitu search, Database yang diberikan dengan beberapa benda langit seperti Objek messier, tatasurya(termasuk asteroid), rasi bintang dan nama bintang. NightMode juga ditambahkan pada Skeye agar pengamatan dalam malam hari tidak mengganggu akomodasi mata kita.

SDO
Seperti nama website nya, Solar Dinamic Observatory merupakan aplikasi android yang memberikan kemudahan bagi anda untuk memantau secara realtime kondisi permukaan matahari. Pada aplikasi ini anda akan disuguhkan beberapa citra mulai dari AIA 350 hingga magnetogram. Disetiap citra akan di berikan pilihan untuk melihat kondisi realtime, kondisi realtime beserta garis medan magnet dan video 24 jam terakhir permukaan matahari. Saat anda menggunakan aplikasi ini, SDO secara langsung akan terkoneksi dengan server yang ada di website resmi SDO sehingga bagi anda yang ingin menggunakan aplikasi ini, anda diharuskan memiliki koneksi internet


Meteor Shower Calender
Tidak tahu kapan hujan meteor terjadi? Meteor Shower Calender memberikan anda data yang valid dan mudah diakses tanpa membutuhkan koneksi internet. Aplikasi Meteor Shower Calender ini diciptakan berdasarkan data yang diambil dari imo.net . Beberapa fitur maupun fasilitas yang kita dapatkan dari Meteor Shower Calender sangat lengkap. Intesitas meteor dalam perjam nya ditampilkan pada aplikasi ini. Tidak hanya itu saja lokasi/radiant hujan meteor, prakiraan cuaca(butuh koneksi internet) dan kondisi polusi langit oleh bulan juga di tampilkan. Salah satu fitur Meteor Shower Calender yang cukup membantu adalah reminder. Pada fitur ini secara otomatis pengguna akan dimanjakan dengan “pengingat” kapan hujan meteor akan terjadi sehingga pantang untuk kita lupa kapan hujan meteor akan terjadi. Karenanya bagi anda pecinta hujan meteor wajib hukum nya memiliki aplikasi yang satu ini

Lunafaqt
Dari nama nya saja kita bisa menebak-nebak fungsi dari aplikasi ini. Lunafaqt merupakan aplikasi android yang dapat kita gunakan untuk mengetahui fase-fase bulan secara realtime. Data yang diberikan pada lunafaqt cukup akurat dan detail seperti jarak antar bumi, azimuth, ketinggian bulan, umur bulan, matahari terbit & terbenam, rasi yang dilewati bulan, dan Kalender fase bulan sendiri. Lunafaqt berjalan secara offline dengan kata lain untuk menggunakan aplikasi ini anda tidak dituntut memiliki koneksi internet.

Sundroid
Sundroid memiliki 2 versi yaitu free dan berbayar. Dengan sundroid free alias gratis kita dapat menggunakan aplikasi ini untuk menentukan kapan matahari terbit dan terbenam begitu juga dengan bulan dan planet. Bila kita tinjau dari segi fungsional, sundroid memiliki fungsi sebagai aplikasi penunjuk waktu terbit dan terbenam nya benda langit seperti matahari, bulan dan planet-planet. Fitur yang diberikan sundroid pun sangat lengkap seperti waktu astronomical dawn & dusk, Event harian, tracker matahari bulan dan planet juga kalender astronomi tahunan.

TimeZone Converter
Seperti yang sudah anda tebak, aplikasi ini berfungsi untuk mengkonversi waktu dari zona waktu lain ke zona waktu yang diinginkan termasuk mengkonversi waktu GMT, UT ke waktu indonesia. Fitur yang diberikan TimeZone Converter mencakup konversi hari, bulan, tahun, jam dan menit. Penggunaan nya pun cukup mudah dan simpel. Aplikasi ini dapat anda gunakan untuk mempermudah perhitungan konversi waktu dari satuan GMT/UT ke satuan WIB, WITA dan WIT.

Where is Io
Where is io merupakan aplikasi penunjuk posisi satelit alam jupiter seperti Io, Europe, Ganymede dan Calisto. Aplikasi ini akan sangat membantu anda manakala saat anda sedang mengobservasi planet jupiter beserta satelit nya. Fitur lain dari Where is Io adalah menampilkan terbit dan terbenam nya planet

Eko Hadi G

Penulis dan editor di Kafe Astronomi.com yang mendalami dunia astronomi amatir semenjak tahun 2010. Selain astrofotografi, penelitian seputar etnoastronomi merupakan salah satu kegiatan yang digemarinya di komunitas astronomi Penjelajah Langit. Email : ekohadigunawan@gmail.com Fb : Eko Hadi G

One thought on “Aplikasi Astronomi untuk Android – Part 1

Leave a Reply