Abul Wafa Sang Pimpinan Observatorium Kota Baghdad

2014-03-13_105026Abū al-Wafāʾ dikenal sebagai astronom dan insinyur pada zamannya. Selain itu beliau seorang ahli matematika, dalam bidang trigonometri dan geometri. Nama lengkapnya Abū al-Wafāʾ Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani. Beliau lahir di Buzjan, Nishapur, Persia pada tahun 940 M.

Abū al-Wafāʾ sebagai astromon atau seseorang yang ahli dalam bidang astronomi, menghabiskan beberapa tahun untuk melakukan pengamatan terhadap bulan untuk mempelajari perbedaan pergerakan bulan.

Pada tahun 959 M beliau pindah ke baghdad untuk mengembangkan ilmunya. Tepat saat itu Kerajaan membagun bagunan di taman kota Baghdad, yang kita sebut sebagai observatorium. Observatorium adalah sebuah bangunan yang digunakan untuk mengamati bintang-bintang dan objek langit lainya, bagunan ini diklaim sebagai yang pertama di dunia. Lalu Abū al-Wafāʾ di pilih sebagai pimpinan peneropongan di obsevatorium. Hasil peneropongannya sangat akurat, dan analisnya diakui oleh para ilmuan sesudahnya. Analisisnya yang terkenal dalam bidang astronomi penentuan waktu terbit dan terbenamnya matahari, perkiraan panjangnya musim, dan melencengnya bumi dari garis akliptikanya.


Namanya diabadikan di salah satu kawah bulan. Abu al-Wafa? crater atau Abul Wáfa adalah sebuah kawah yang terletak di dekat khatulistiwa bulan pada sisi jauh dari Bulan, dinamai dari matematikawan Persia dan astronom Abu al-Wafa?. Di sebelah timur adalah pasangan kawah Ctesibius dan Heron. Di timur laut terletak kawah yang lebih besar, yakni King, dan di barat daya adalah Vesalius. Sumber : Lunar Orbiter
Namanya diabadikan di salah satu kawah bulan. Abul Wafa crater atau Abul Wáfa adalah sebuah kawah yang terletak di dekat khatulistiwa bulan pada sisi jauh dari Bulan, dinamai dari matematikawan Persia dan astronom Abū al-Wafāʾ. Di sebelah timur adalah pasangan kawah Ctesibius dan Heron. Di timur laut terletak kawah yang lebih besar, yakni King, dan di barat daya adalah Vesalius. Sumber : Lunar Orbiter

Mungkin sebagian orang mengenal Abū al-Wafāʾ adalah seorang ahli dalam bidang matematika. Mereka memang benar karena semasa beliau hidup, adalah orang pertama yang dianggap mengenalkan istilah sinus, cosinus, dan tangent.

Beberapa karyanya, Al-Handsa (Grometri Terapan), Al-kitab Al-Kamil(Buku Lengkap) dan Ilm Al-Hisab (Buku Praktis Aritmatika). Buku yang ditulis dalam bidang astronomi diantaranya al-majesty dan al-Zayj. Buku ini menjadi semacam ensiklopedi astronomi yang ditulis Ptolemeus, berisi kalender astronomi yang menjadi acuan meneropong bintang serta benda langit lainnya, gerakan bintang dan perubahan yang terjadi secara tiba-tiba.

Abū al-Wafāʾ merupakan seorang tokoh yang dikagumi bukan dari penampilan atau kepandaiannya akan tetapi dari karya-karyanya, sehingga beliau menerunkan ilmunya kepada kita dan menjadikan inspirasi untuk trus belajar & berkarya.

Sumber :

Badiatul Muchlisin Asti dkk, 105 tokoh penemu dan perintis dunia
Ihsan Fauzi dkk, 100 Penemu terhebat di dunia

Leave a Reply