60 Miliar Planet layak huni di Galaksi BimaSakti Sendiri

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa jumlah eksoplanet layak huni dalam galaksi Bima Sakti setidaknya dapat mencapai hingga 60 miliar eksoplanet.

Pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh tim di Harvard University, menyatakan bahwa ada satu planet seukuran Bumi di zona habitasi setiap bintang katai merah. Namun para peneliti di Universitas Chicago dan Universitas Northwestern sekarang telah memperluas zona layak huni dan menggandakan perkiraan ini.

Tim peneliti, dipimpin oleh Dr Jun menganggap ada satu dari banyak variabel dalam perhitungan mereka adalah penutupan awan (cloud cover). Kebanyakan eksoplanet terkunci oleh Efek tidal bintang induknya – satu permukaannya selalu menghadap kearah bintang sementara permukaan yang lain selalu menghadap kearah yang berlawanan layaknya permukaan bulan yang selalu mengarah ke bumi. Efek tidal mengunci permukaan planet secara permanen baik disiang hari maupun dimalam hari.

Salah satu dugaan dari gradien suhu antara keduanya sangat tinggi. Seperti pada sisi terang secara terus menerus permukaan eksoplanet menerima fluks bintang dan pada sisi gelap eksoplanet selalu di selimuti oleh kegelapan. Simulasi komputer memperhitungkan penutupan awan tidak terjadi pada kasus ini.



Gambaran artis tentang eksoplanet diseluruh galaksi bimasakti. Sumber : Wikipedia.org
Gambaran artis tentang eksoplanet diseluruh galaksi bimasakti. Sumber : Wikipedia.org

Sisi terang pada permukaan eksoplanet ditutupi oleh awan yang mengakibatkan “Stabilisasi umpan balik(stabilizing cloud feedback)” pada iklim. Hal ini ternyata memiliki awan albedo (banyak cahaya yang terpantulkan oleh awan) dan efek rumah kaca yang rendah. Keberadaan awan awan ini sejatinya menyebabkan permukaan yang berada pada sisi terang menjadi jauh lebih dingin dari yang diharapkan

“Eksoplanet yang terkena Efek tidal  memiliki suhu permukaan cukup rendah untuk dapat dihuni” Jelas Jang dalam makalahnya yang baru saja diterbitkan. Penutupan awan ini sangat efektif bahkan memperluas zona layak huni untuk dua kali fluks bintang. Planet yang terletak dua kali lebih dekat dengan bintang induknya masih cukup dingin untuk dihuni.

Namun statistik terbaru tidak hanya berlaku pada beberapa bintang. Bintang katai merah “mewakili sekitar ¾ dari bintang-bintang yang ada di galaksi, sehingga hal itu berlaku untuk memperbesar jumlah eksoplanet,” kata Dr Abbot pada Universe Today. Jumlah eksoplanet ini dua kali lipat lebih banyak dari pada yang diperkirakan sebelumnya pada zona layak huni di seluruh galaksi.

Zona layak huni tidak hanya disekitar bintang katai merah yang banyak, bintang katai merah hidup dalam jangka waktu yang lebih lama. Bahkan, alam semesta tidak cukup tua untuk setiap bintang yang hidup dalam kurun waktu lama hingga akhirnya mati. Hal ini memberikan jumlah waktu yang diperlukan untuk membentuk itu semua.

Studi lain yang telah kami laporkan sebelumnya juga direvisi dan diekstrapolasi zona layak huni di sekitar bintang katai merah.

Pengamatan masa depan akan memverifikasi model ini dengan mengukur suhu awan. Pada sisi terang, kita hanya akan dapat melihat awan dingin yang tinggi. Sebuah planet yang menyerupai model ini akan terlihat sangat dingin di permukaan sisi terang. Bahkan, “sebuah planet yang tidak menunjukkan cloud feedback atau awan umpan balik akan terlihat lebih panas pada permukaan sisi gelap daripada permukaan sisi terang,” jelas Abbot.

Efek ini akan diuji dengan James Webb Space Telescope. Akhir dari semuanya, Mungkin saja galaksi Bima Sakti akan penuh dengan kehidupan meski saat ini belum ada kehidupan selain bumi.

Sumber : Universe Today

Leave a Reply